Desain Arsitektur Kini Makin 'Out of The Box'

Fathia AzkiaNovember 24, 2017

RumahCom – Profesi arsitek dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Karena arsitek tidak hanya berbicara mengenai konsep atau desain bangunan semata, namun juga bertanggungjawab atas keselamatan pengguna bangunan tersebut.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, arsitek turut berperan dalam perwujudan pembangunan berkelanjutan. Memasuki era kota, jati diri kawasan perkotaan di Indonesia kian hari kian semakin memudar.

Ekstensifikasi kota yang kurang ramah lingkungan, ditambah dengan perubahan iklim kian memberikan tantangan besar dalam pembangunan wilayah.

“Arsitektur merupakan pengisi ruang kota dan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas ruang kota. Untuk itu diperlukan arsitektur yang ramah lingkungan dan berjati diri dengan perencanaan dan perancangan arsitektur yang berbasis penataan ruang,” katanya.

Tidak hanya mendorong, Kementerian PUPR pun telah melakukan berbagai upaya konkrit dalam menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. Basuki mengungkapkan bahwa langkah Pemerintah tidak berhenti hingga tahap perencanaan melainkan diterjemahkan ke dalam aksi nyata.

Antara lain Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP), Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), dan Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Berkelanjutan (P2KPB).

Baca juga: Jangan Sampai Salah Pilih Arsitek. Ini 8 Caranya!

Arsitek Kini Lebih Inovatif

Core Founder dan Chair Person Green Building Council Indonesia, Naning Adiwoso, menyebut Indonesia yang memiliki iklim tropis harus dipahami semua arsitek termasuk developer maupun desainer, dalam mendesain sebuah hunian terutama atap sebagai salah satu bagian rumah yang penting.

“Desain atap yang menarik dan unik adalah desain dengan bangunan yang menyatu dengan alam, tidak mudah bocor dan mudah konstruksinya. Onduline merupakan salah satu solusi atap untuk Indonesia yang beriklim tropis. Produknya tidak mudah korosi dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya kepada pengembangan dan kemajuan arsitek Indonesia, PT Onduline Indonesia bekerjasama dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) mengadakan kompetisi Onduline Green Roof Award (OGRA) 2017.

Sayembara merancang desain bangunan atau arsitektur yang ketiga kalinya digelar untuk perorangan profesional di bidang arsitek, design interior, developer, konsultan perencana dan kontraktor pelaksana yang telah berprofesi minimal satu tahun.

Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia yang juga bertindak sebagai salah satu juri mengatakan, tujuan kompetisi ini adalah untuk mencari ide-ide kreatif, inovatif dan suistainable, terkait rancang bangun atap hunian seperti genteng bitumen ringan dan ramah lingkungan.

Menurutnya, atap seperti mahkota yaitu lapisan teratas dari sebuah bangunan yang memiliki peranan penting dalam menciptakan hunian yang nyaman. Salah memilih material atap bisa fatal karena dampaknya kemana-mana, salah satunya bocor saat hujan, panas saat kemarau dan lainnya.

Simak juga: 4 Perumahan Unik Dengan Atap Sandar

Rancangan bangunan harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya: climate change, memiliki energi alternatif yang berasal dari energi terbarukan seperti sel surya atau mini-hydro (alternative energy), desain atap yang nyaman dan sehat bagi penghuni rumah (healthy homes).

Penilaian juga didasari pemilihan material atap yang mampu mengurangi efek panas yang diterima rumah (micro climate), atap didesain secara efisien agar mampu mengalirkan limpasan air hujan yang jatuh ke penampungan air hujan (rain harvesting).

Atap juga harus mampu memberikan sirkulasi silang udara pada rumah (cross ventilation), serta material atap juga harus bersifat renewable/resuse/ISO 14001 (environmental friendly material).

Pemilihan arsitek yang tepat memang dapat mewujudkan rumah dengan fungsi, estetika, dan kualitas bangunan sesuai keinginan Anda. Cek di sini untuk pilihan rumah dengan bangunan berkualitas dengan harga di bawah Rp500 juta!

Patut diketahui juga bahwa 9 dari 10 orang bilang lokasi lebih penting daripada harga saat mencari rumah. Setujukah Anda? Suarakan pendapat Anda lewat survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Berhadiah total 10 juta untuk 5 pemenang!

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Inilah 'Arsitek' Termuda di Dunia

RumahCom – Gadis berumur 14 tahun ini kemungkinan merupakan 'arsitek' termuda di dunia. Karya Sicily Kolbeck asal Georgia, Amerika Serikat ini adalah sebuah rumah berukuran 128 kaki persegi (12 m²)

Lanjutkan membacaJuni 9, 2014

Pentingkah Green Architecture untuk Hunian Anda?

RumahCom - Pentingnya menerapkan konsep hijau pada perumahan Anda justru mengingatkan kita akan pentingnya keberlangsungan hidup seluruh semesta yang asri dan juga dapat memberikan dampak positif untu

Lanjutkan membacaJanuari 4, 2016

Mengenal Achmad Noe'man, Sang Arsitek Seribu Masjid

 RumahCom - Achmad Noe’man mendedikasikan ilmu dan hidupnya untuk mendesain masjid di Indonesia dan mancanegara. Ialah yang mempelopori bangunan masjid tanpa kubah, salah satunya Masjid Sal

Lanjutkan membacaJanuari 8, 2016

Mengenal Karakteristik Tata Ruang Kota

RumahCom - Sebuah kota yang ideal adalah kota yang mampu menata tiga unsur dengan baik, yakni unsur lokasi, unsur kegiatan, serta unsur infrastruktur. Aleviery Akbar, Associate Director Residential

Lanjutkan membacaMei 19, 2016

7 Tips Saat Konsultasi dengan Arsitek

RumahCom – Membangun rumah idaman yang sesuai dengan harapan kita bukanlah hal yang sederhana. Bahkan sekalipun Anda telah mendapat bantuan dan konsultasi dari arsitek dan desainer interior. Lalu

Lanjutkan membacaNovember 16, 2016

Masukan