Prospek Rumah Tapak Yogyakarta Masih Memesona

Desember 27, 2017

RumahCom – Daerah Istimewa Yogyakarta hingga kini masih menyimpan potensi besar di sektor properti khususnya rumah tapak. Pasalnya, Yogya adalah kawasan wisata dan pusat pendidikan yang selalu memiliki daya tarik bagi pendatang untuk tinggal.

Adoram Arthanto, Manager Marketing PT Merapi Arsita Graha mengatakan, potensi tersebut membuat bisnis properti di Yogyakarta prospektif. Bahkan, pembeli dari luar Kota Pelajar ini diperkirakan mencapai 50%.

“Biasanya motivasi orang luar Jogja untuk tinggal adalah bersekolah. Mula-mula hanya indekos, kemudian jika saudaranya menyusul sekolah di Yogya, orangtuanya membeli rumah untuk anak-anaknya,” katanya.

Senada dengan Adoram, Widjaja Daniel Yunanto selaku Manager Marketing Damai Putra group Wilayah Tengah menuturkan, selain ditempati oleh mahasiswa, rumah juga diminati oleh mereka yang pernah tinggal atau bekerja di Yogyakarta.

“Biasanya mereka membeli rumah untuk tempat tinggal setelah memasuki masa pensiun,” jelasnya. Simak juga: Yuk, Beli Rumah Liburan di Yogyakarta!

Daniel menambahkan, wilayah yang paling dicari saat ini adalah sekitar Kaliurang atau ring road utara. “Di kawasan ini harga tanah berkisar Rp10 juta per meter persegi,” katanya. “Di sinilah lokasi proyek kami, Casa Grande.”

Kawasan termahal berada di sekitar pusat kota, yakni di sepanjang Malioboro. Di sana harga tanah berkisar Rp30 juta – Rp40 juta per meter persegi.

Tetapi ada yang menawarkan dengan harga Rp50 juta per meter persegi. Soal capital gain, Daniel dan Adoram sepakat kenaikannya bisa mencapai 15% setiap tahunnya.

Menurut Adoram, kawasan lain yang menjanjikan, antara lain Sleman dan Bantul. Sementara itu, rencana pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kabupaten Kulonprogo membuat kawasan Wates—ibukota Kulonprogo—dan sekitarnya mulai dilirik pengembang.

Rumah Rp600 Jutaan Paling Diminati

Rumah.com Property Index Jawa Tengah dan DI Yogyakarta (Jateng dan DIY) mencapai 117,2 pada Q1 2017 atau naik tipis 2,3% (q-o-q) dari 114,6 di Q2 2016.  Kenaikan ini melanjutkan tren positif di mana pada Q4 2016 menunjukkan kenaikan 0,9% (q-o-q).

Kenaikan ini memperkuat indikasi pemulihan pasar properti di Jateng dan DIY, yang sebelumnya melemah sejak Q2 2016. Index harga properti di Jateng dan DIY juga menunjukkan kenaikan sebesar 1,9% dibandingkan Q1 2016 (y-o-y).

Data Rumah.com Property Index mencatat, bahwa pada kuartal II-2017 harga rumah tapak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan rentang di bawah Rp600 juta mencapai Rp4,23 juta per meter persegi. Naik sebesar 2,11% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Jika dilihat dari kuartal-IV 2016, harga memang cenderung mengalami tren kenaikan hingga puncaknya berada di kuartal-II tahun ini.

Salah satu faktor yang menyebabkan harga rumah tapak naik secara konsisten adalah karena daerah tersebut merupakan tujuan wisata utama di Indonesia selain Bandung, dan Bali.

Tren positif dari sektor pariwisata ini turut menyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu sebesar 0.20% pada kuartal I-2017, berbanding lurus dengan kenaikan harga rumah tapak pada kuartal yang sama sebesar 0,96% (quarter on quarter).

Berdasarkan fakta di lapangan, penjualan rumah di Yogyakarta didominasi rumah menengah atas seharga Rp600 juta sampai Rp1,2 miliar. Kendati demikian, penjualan Casa Grande di Yogyakarta justru didominasi rumah seharga Rp1 miliar – Rp1,5 miliar.

Simak juga: Lima Klaster Rp500 Jutaan di Yogyakarta

Di Yogya bagian selatan terdapat perumahan menengah ke atas bernama Grand Permata Residence. Lingkungan klasternya dilengkapi kolam renang, playground, taman dan CCTV di setiap klaster.

Dari rumah, penghuninya bisa menjangkau Malioboro dan Ambarukmo Plaza dalam waktu tempuh sekitar 15 menit. Dihitung menurut Kalkulator Keterjangkauan, inilah nominal yang harus ditabung per hari jika ingin membeli rumah tipe Pearl (47m2) di Grand Permata Residence.

Harga: Rp500 juta

DP 15% = Rp75 juta

Plafon KPR = Rp425 juta, tenor 15 tahun (180 bulan)

Angsuran KPR per bulan = Rp425 juta : 180 bulan = Rp2.361.111

Tabungan per hari = Rp2.361.111 : 30 hari = Rp78.703

Sudah menemukan rumah idaman yang akan Anda beli? Cek di sini untuk pilihan hunian dengan harga di bawah Rp500 jutaan!

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Apartemen di Jawa Tengah Terus Menggeliat

RumahCom - Bisnis apartemen di Jawa Tengah terus menggeliat seiring dengan banyaknya permintaan dari masyarakat kalangan menengah dan atas. "Saat ini di Jateng yang tengah menggeliat yakni bisnis a

Lanjutkan membacaJuni 10, 2016

Investasi Menjanjikan di Pusat Kota Gudeg

RumahCom – Yogyakarta dikenal sebagai salah satu kota yang nyaman dan ramah untuk ditinggali. Terbukti dari tingginya jumlah pendatang yang betah tinggal di kota Seni dan Budaya ini setelah datang b

Lanjutkan membacaAgustus 9, 2016

Sebelum Ajukan KPR Pastikan Kemampuan Anda dengan Menjawab 5 Pertanyaan ini!

RumahCom – Membeli rumah dengan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) bukanlah komitmen yang sederhana. Tenor cicilan yang relatif panjang memaksa Anda untuk memiliki pendapatan yang stabil setiap

Lanjutkan membacaSeptember 30, 2017

Kenali Apa Saja Hak Pembeli Rumah

RumahCom – Ada empat faktor yang paling memengaruhi masyarakat Indonesia dalam membeli properti. Pertama lokasi, kedua harga, ketiga standar konstruksi bangunan, dan terakhir fasilitas di dalamnya.K

Lanjutkan membacaDesember 7, 2017

Mau Beli Rumah? Pastikan Lingkungannya Juga Nyaman

RumahCom – Membeli rumah merupakan salah satu keputusan terbesar dalam hidup. Tentunya ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Tidak hanya dari aspek lokasi dan harganya saja, namun yang tidak

Lanjutkan membacaDesember 13, 2017

Masukan