Terungkap! Ini Alasan Harga Properti Selalu Naik

Fathia AzkiaDesember 29, 2017

RumahCom – Bukan rahasia umum lagi jika harga properti selalu naik tiap tahun (bahkan per tiga bulan), meski kondisi perekonomian suatu negara tengah kurang stabil. Inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan para investor dan spekulan untuk terjun ke bisnis properti.

Alasan lainnya, keuntungan yang didapatkan dari sektor bisnis ini juga berganda, dari kenaikan harga tanah atau capital gain dan kenaikan harga penggunaan atau sewa pertahun (rental yield).

Namun di tengah optimisme pasar properti yang diperkirakan reborn pada tahun depan, seperti dikutip dari Rumah.com Property Outlook 2018, terungkap beberapa penyebab yang patut dipertimbangkan kenapa investasi properti lebih menjanjikan ‘cuan’ dibanding unit investasi lain.

Baca juga: Regulasi Pemerintah Sokong Pasar Properti 2018 Lebih Prospektif

  • Suplai Tanah Tak Pernah Meningkat

Kebutuhan terhadap tempat tinggal terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, pasokan tanah di muka bumi tidak bertambah, bahkan berkurang. Oleh karena itu, sesuai hukum supply and demand, situasi tersebut membuat kenaikan kebutuhan dan harga-harga properti dari tahun ke tahun.

  • Bertambahnya Jumlah Penduduk

Jumlah populasi manusia di bumi yang terus membengkak dan tidak dibarengi dengan perluasan tanah membuat harga properti terus naik dari tahun ke tahun. Begitu juga populasi di kota-kota besar di Indonesia.

(Analisis dan catatan kenaikan harga properti bisa disimak di rumah.com/review)

  • Inflasi dan Efek Infrastruktur

Setiap tahun terjadi inflasi. Meski presentasenya berbeda-beda tetapi memengaruhi sektor-sektor lain seperti tingkat suku bunga, percepatan kredit pinjaman, harga bahan bakar, harga-harga kebutuhan pokok, tak terkecuali harga properti.

Di kawasan Soreang, Bandung, harga properti juga terkerek naik akibat hadirnya infrastruktur baru. Peningkatannya mencapai 15-20% per tahun. Saat ini, harga tanah di Katapang dan Soreang sudah berada di kisaran Rp2 juta – Rp3 juta per meter persegi tergantung lokasinya.

Buktinya harga rumah di Halimun Katapang, saat pertama kali diperkenalkan pada Februari 2015, unit tipe 40 di klaster ini dijual dengan harga Rp279 juta. Pada Juni 2017, harga berubah drastis menjadi Rp723 juta atau naik sebesar Rp444 juta.

Artinya dalam waktu dua tahun, dari semenjak proyek tol dikerjakan hingga rampung, kenaikan harga rumah di sekitar Tol Soroja mampu meningkat nyaris tiga kali lipat.

Hal serupa dialami Taman Kopo Katapang. Unit tipe 48 di perumahan tersebut pada Januari 2015 dijual seharga Rp334,8 juta. Februari 2017, harga sudah dikoreksi menjadi Rp492 juta. Kenaikan harga Rp158 juta menunjukkan harga rumah di area Kopo meningkat rata-rata 23% per tahun.

  • Kenaikan Harga Material

Seperti harga-harga kebutuhan lain, inflasi juga turut menaikkan harga bahan-bahan dasar bangunan setiap tahun.

Mulai dari harga pasir, semen, batu bata, kayu, cat, dan lain-lain. Akumulasi kenaikan harga-harga bahan dasar bangunan itu ikut menaikkan harga properti setiap tahun.

Berdasarkan hasil survei harga properti primer triwulan III-2017 yang dirilis Bank Indonesia (BI), pertumbuhan harga properti residensial tercatat sebesar 3,32% (yoy), lebih tinggi dibanding 3,17% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Kenaikan harga bahan bangunan (32,95%) dan kenaikan upah pekerja (17,69%) masih jadi faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial seperti apartemen dan rumah tapak.

  • Pertumbuhan kelas menengah

Setiap negara sedang giat membangun. Hasil dari pembangunan itu adalah meningkatnya jumlah kelas menengah. Mereka dicirikan selain rata-rata mempunyai pendidikan yang baik, juga mempunyai penghasilan yang stabil.

Jika mereka membentuk ikatan rumah tangga, terbentuk dua orang suami-istri yang masing-masing memiliki pendapatan stabil. Mereka inilah pasar paling potensial investasi properti. Seperti memanfaatkan turunnya suku bunga dan tumbuhnya properti-properti baru yang kian menarik.

Semakin meningkat jumlah kelas menengah seperti generasi milenial, utamanya di perkotaan, sudah tentu akan meningkatkan kebutuhan properti.

Bagi Anda generasi milenial yang tengah mencari hunian, cek di sini untuk pilihan rumah dan apartemen dengan harga mulai dari Rp300 jutaan!

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

Rumah Murah Pontianak WA.0812 5333 7663
Jan 04, 2018
terimakasih atas peerahaannya soal property
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Kriteria Lokasi Primadona Sebuah Properti

RumahCom – Lokasi adalah faktor utama yang menjadi pertimbangan seseorang dalam membeli properti, entah itu tanah, rumah, apartemen, kondotel, atau ruko. Kian strategis lokasinya, semakin tinggi

Lanjutkan membacaApril 1, 2016

Ini Manfaatnya Investasi Apartemen Kos

RumahCom - Bila uang Anda belum mencukupi untuk membangun kos yang besar atau kontrakan, memiliki apartemen kos bisa jadi pilihan. Apartemen kos adalah apartemen yang dibangun oleh developer di dek

Lanjutkan membacaDesember 26, 2016

Investasi Properti Memang Bikin ‘Ketagihan’

RumahCom – Meski dalam kondisi terpuruk sekalipun, nilai jual sebuah properti rasanya sulit untuk turun drastis, khususnya di Indonesia. Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia dan beberapa ne

Lanjutkan membacaJuni 13, 2017

Ssst... Ini Rahasia Bisnis Properti Tanpa Modal!

RumahCom - Bisnis properti memang menggiurkan, jaminan untungnya bisa dibilang 99,9 persen. Meski demikian, banyak orang masih ragu untuk terjun ke bisnis ini karena modalnya yang besar. Benarkah odal

Lanjutkan membacaJuli 3, 2017

Formula Sukses Jadi Investor Properti

RumahCom – Emas, saham atau reksadana, dan juga properti, adalah bentuk investasi favorit di Indonesia. Namun di antara ketiganya, properti dianggap lebih menjanjikan. Potensi keuntungannya pun cuku

Lanjutkan membacaDesember 27, 2017

Masukan