Benarkah Pasar Properti 2017 Lesu?

Fathia AzkiaDesember 18, 2017

RumahCom – Masih seperti tahun lalu, penjualan properti di sepanjang tahun 2017 mengalami penurunan atau stagnan.

Buktinya bisa dilihat lewat data-data penjualan perusahaan properti yang sudah go public atau tbk (terbuka). Sebagian besar tidak mencapai target, sebagian kecil stagnan, hanya beberapa yang meningkat.

Menurut Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) kuartal tiga (Q3) 2017 yang dilakukan secara tatap muka dengan responden para pengembang di 16 kota besar di Indonesia,  pertumbuhan penjualan rumah turun dari 3,61% menjadi 2,58% dibanding kuartal sebelumnya.

Simak juga: Kenaikan Harga Rumah di Ciputat Bikin Geleng-Geleng Kepala

Hal ini masih didasari terbatasnya permintaan. Karena penjualan masih lesu, harganya pun hanya naik 0,5% (Q3) dibanding 1,18% pada Q2. SHPR memperkirakan penurunan pertumbuhan penjualan dan kenaikan harga itu akan berlanjut pada Q4.

Survei menyebut faktor-faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan bisnis properti adalah bunga KPR (20,36%), persyaratan uang muka (16,57%), pajak (16,13%), perizinan (14,45%), serta kenaikan harga bahan bangunan (11,68%).

Di mana lebih dari 76% konsumen masih mengandalkan kredit bank (KPR/KPA) untuk membeli rumah. (Ragu dengan kemampuan dalam mencicil rumah? Hitung simulasinya lewat Kalkulator Keterjangkauan Rumah.com)

Sementara dari catatan Rumah.com Property Index 2017, indeks properti nasional naik tipis 0,4% pada Q1 2017 (q-o-q) dan berlanjut pada Q2 tumbuh sebesar 0,97% (q-o-q). Pada Q3, pasar properti terlihat stabil.

Pasar properti menunjukkan tanda-tanda pemulihan tetapi penjual masih memperhatikan daya beli konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa pasar properti sedang berada pada fase ‘soft market‘.

Rumah.com Property Outlook 2018

Meski belum menyamai puncak harga properti yang terjadi di Q4 2016, tren harga properti sudah menunjukkan pemulihan.

Sementara di sisi volume suplai properti, indeks menunjukkan sedikit fluktuasi dimana pada Q1 mencatat kenaikan sebesar 11,4% (q-o-q), selanjutnya mengalami penurunan sebesar 2,1% pada Q2 2017 (q-o-q).

Pada Q3 2017 suplai pulih dan meningkat hingga sebesar 10,7% (q-o-q). Secara year-on-year, kenaikan pada Q3 2017 mencapai 23%.

Peningkatan suplai properti ini mengindikasikan bahwa penjual lebih percaya diri dengan situasi pasar properti pada Q3. Semakin banyaknya suplai membuat konsumen semakin mudah menentukan pilihan residensial, baik berdasarkan lokasi, harga, dan jenisnya.

Pasar Lesu, Penjualan Justru Meningkat?

Kendati pasar masih lesu, sejumlah perumahan dan apartemen masih mencatat penjualan (marketing sales) yang cukup baik. Bahkan beberapa cukup mengesankan meskipun realisasinya masih harus ditunggu.

Contohnya proyek multifungsi 57 Promenade Jakarta, Trans Park Cibubur, perumahan CitraLand Cibubur, dan Lavon di Suvarna Sutera. Demikian seperti dikutip siaran pers HousingEstate Awards 2017.

57 Promenade langsung terpesan 94% saat melepas 302 unit apartemen tahap pertama di dua tower akhir Agustus, dengan nilai marketing sales Rp1,6 triliun. Dari semula pengembang hanya menargetkan Rp520 miliar.

Harga apartemennya Rp2,3 miliar – Rp9 miliar per unit atau sekitar Rp50 juta per meter persegi (m2). Tidak sampai satu bulan setelah itu, semua unitnya terpesan 100% dengan nilai penjualan Rp1,8 triliun.

Begitu pula Trans Park Cibubur, tower pertama apartemennya sebanyak 896 unit langsung habis saat launching akhir Desember 2016. Karena itu 20 Januari dipasarkan tower kedua yang langsung terpesan 200 unit.

Baca juga: Bagaimana Kondisi Pasar Properti 2018?

Sampai Oktober yang terpesan di menara kedua sudah 800 unit lebih. Jadi, sampai Oktober total hampir 1.700 unit yang laku. Harganya pun sudah beranjak drastis. Kalau Desember 2017 tipe studio dilego Rp287 juta per unit tunai, Januari sudah Rp460 juta.

Hal serupa terjadi pada CitraLand Cibubur. Saat launching Mei 2017 langsung terjual 320 unit di dua klaster. Tipe rumahnya 34/60 satu lantai sampai 139/200 dua lantai seharga Rp429 juta–1,6 miliar.

Karena kesuksesan itu, September dilansir klaster baru Livistona berisi rumah-rumah kecil satu lantai saja (tipe 34/60 dan 36/72). Dari pemasaran tahap pertama 120 unit, terpesan 60 unit saat launching.

Jadi, dalam 3,5 bulan perumahan baru dari Ciputra Group itu bisa menjual 380 rumah dengan nilai penjualan sekitar Rp200 miliar.

Sementara Lavon dari Swan City bisa melepas hampir 1.500 rumah di empat klaster dalam empat bulan sejak dirilis resmi September. Harganya mulai dari Rp900 juta per unit.

Unduh laporan lengkap Rumah.com Property Market Outlook 2018 di sini!

Tertarik berinvestasi properti? Lihat pilihan perumahan di bawah Rp1 miliar dengan prospek bagus di sini!

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Rumah.com Property Outlook 2018: Pasar Bergerak Positif

RumahCom – Menurut Rumah.com Property Outlook 2018, harga properti berpeluang naik hingga 5%, sementara suplai hunian berpeluang meningkat hingga 20%. Salah satu indikator pendukungnya adalah kebi

Lanjutkan membacaFebruari 14, 2018

Survei Terbaru: 1 dari 100 Orang Indonesia Punya Properti di Luar Negeri

RumahCom – Berdasarkan hasil survei yang dirilis Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017, 1 dari 100 orang responden mengaku memiliki properti residensial di luar negeri. Sebanyak 75%

Lanjutkan membacaNovember 20, 2017

Tertarik Investasi Rumah di Bali? Simak Tren Harganya!

RumahCom – Pulau Dewata Bali tak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, namun juga prospek menggiurkan di sektor properti. Sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas bisnis yang sibuk, kebutu

Lanjutkan membacaNovember 24, 2017

Pencarian Rumah Tapak di Bekasi Masih Tinggi

RumahCom – Berdasarkan data BPS tahun 2017, jumlah penduduk kota megapolitan Jakarta mencapai diatas 10 juta jiwa. Dari jumlah ini, Ibukota masih harus menampung kaum suburban dari Bekasi, Bogor dan

Lanjutkan membacaNovember 25, 2017

Mengamati Arus Infrastruktur dan Efeknya Terhadap Properti

RumahCom – Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu kunci penting dalam pertumbuhan sektor properti. Analis berpendapat, kenaikan harga lahan sebesar 20% secara minimal dapat dinikmati oleh para

Lanjutkan membacaDesember 18, 2017

Masukan