Apartemen di Bogor Makin Menggoda

Fathia AzkiaDesember 20, 2017

RumahCom – Menyandang label Kota Hujan, pasar properti di Bogor terutama sektor apartemen menunjukkan tren yang positif. Menurut sejumlah pengembang yang bermain di proyek high rise building seperti PT Emesen Properti, permintaan akan unit apartemen di Bogor cukup tinggi.

Kondisi ini senada dengan hasil survei yang dirilis Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2017bahwa 57% dari 1020 responden di Indonesia memilih apartemen sebagai tipe hunian yang akan dibeli.

Ini merupakan peningkatan jika dibandingkan survei pada semester dua tahun 2016, dimana hanya 35% responden yang tertarik membeli apartemen.

“Dari soft launching proyek apartemen La Montana yang kami pasarkan sejak lebaran kemarin, saat ini 11% unit sudah terjual dari total keseluruhan 900 unit di tower pertama. Profil pembelinya kebanyakan datang dari area Bogor dan sekitarnya, dimana jumlah end user lebih mendominasi ketimbang investor. Perbandingannya 90:10,” ujar Managing Director PT Emesen Properti, Ridwan Rokiyanto.

La Montana sendiri dipasarkan Rp10 juta per meter persegi, lebih rendah daripada harga pasaran apartemen di kawasan Bogor yang mencapai Rp15 juta per meter persegi.

Namun tak menutup kemungkinan, harga akan bergerak naik hingga 10% – 15% saat proyek memasuki tahap pembangunan. Apalagi pasca infrastruktur terbaru yakni Tol Bogor Inner Ring Road (BIRR) dikerjakan pada tahun depan. Jarak pintu tolnya sekitar 500 meter dari apartemen.

Simak juga: Dalam Tiga Tahun Gain Apartemen Bogor Sentuh 100%

Proyek yang menelan investasi hingga Rp300 miliar ini diperkirakan akan mengalami kenaikan harga sebanyak 6-7 kali sampai nanti tahap topping off. “Itulah yang bisa dipertimbangkan, bahwa apartemen di Bogor cukup menjual dan prospektif,” imbuh Ridwan dalam acara groundbreaking, Rabu (20/12).

Mengenai kecenderungan pembeli dalam memilih tipe apartemen, menurutnya apartemen dengan dua kamar tidur harga mulai Rp380 jutaan justru lebih disukai ketimbang tipe studio. Di La Montana, apartemen tipe studio sudah terjual sekitar 40%, sementara tipe dua kamar tidur 60%.

“Harga sewa sendiri lumayan tinggi, untuk satu unit tipe studio bisa menghasilkan uang per bulan kisaran Rp3 juta. Apalagi kalau di Bogor sendiri, kultur apartemen sebenarnya lebih cocok difungsikan menjadi semi villa. Kami ada rencana juga membuat service apartment,” tukasnya.

Simak juga: Harga Rumah di Bogor Masih Sejukan Hati

Median Harga Relatif Stabil

Catatan Rumah.com Property Index menjelang akhir kuartal empat (Q4) 2017 menunjukkan median harga apartemen kisaran Rp100 juta – Rp600 juta di Bogor, Jawa Barat, berada pada angka Rp12,79 juta per meter persegi.

Harga ini mengalami kenaikan drastis sebesar 16,44% dibanding Q3 yang hanya menorehkan Rp10,99 juta per meter persegi, dan Rp10,93 juta per meter persegi pada Q2. Berdasarkan pantauan, harga apartemen menengah di Bogor selalu mengalami kenaikan jelang akhir tahun.

Meski demikian, sebenarnya tren harga sepanjang tahun ini melesu jika dibandingkan tahun lalu. Di mana mulai dari Q1 hingga Q3 2016, harga justru bertahan pada angka Rp11 juta per meter persegi. Lagi-lagi harga terkoreksi naik di Q4 mencapai Rp12,17 juta per m2.

Dilihat dari demografinya, kelompok usia yang menjadi pemukim baru di Bogor rata-rata merupakan kaum produktif. Kriterianya adalah keluarga muda yang mencari hunian dengan rentang harga terjangkau, namun tetap dekat dari pusat Ibukota maupun sarana transportasi publik.

Melihat potensi keuntungan yang besar, tak ada salahnya berinvestasi hunian di Bogor dari sekarang, Tertarik mencari hunian baru di daerah Bogor? Lihat pilihannya di sini dengan harga mulai Rp350 jutaan!

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Hunian Vertikal Pun Menjamur di Pinggir Ibukota

RumahCom – Kini apartemen tak hanya ditemui di tengah kota Jakarta. Di kawasan penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang pun hunian vertikal mulai menjamur. Arief Rahardjo, Director Research

Lanjutkan membacaOktober 23, 2015

Orang Makin Suka Tinggal di Bogor

RumahCom – Kondisi pasar perumahan kelas menengah di Bogor, Jawa Barat, terpantau relatif stabil sejak awal tahun 2016. Rata-rata median harga berada di kisaran Rp4,2 juta per meter persegi, meski s

Lanjutkan membacaOktober 19, 2017

Penjualan Rumah di Bogor Terbantu Infrastruktur

RumahCom – Berdasarkan demografinya, kelompok usia yang menjadi pemukim baru di Bogor rata-rata merupakan kaum produktif. Kriterianya adalah keluarga muda yang mencari hunian dengan rentang harga te

Lanjutkan membacaOktober 25, 2017

Keluarga Muda Incar Bogor Sebagai Rumah Pertama

RumahCom – Selain Tangerang, Bekasi, dan Depok, Kota Hujan Bogor yang termasuk salah satu kawasan penyangga Jakarta dinilai masih ideal sebagai lokasi hunian pekerja komuter. Alias mereka yang beker

Lanjutkan membacaNovember 20, 2017

Menyorot Pergerakan Harga Rumah Tapak di Bogor yang Kian Kesohor

RumahCom – Selain Tangerang, Bekasi, dan Depok, Kota Hujan Bogor yang termasuk salah satu kawasan penyangga Jakarta dinilai kian potensial sebagai lokasi hunian bagi para pekerja komuter alias orang

Lanjutkan membacaDesember 13, 2017

Masukan