Perhatikan 4 Poin Penting Saat Bikin Sertifikat

Wahyu ArdiyantoDesember 27, 2017

poin penting bikin sertifikat

RumahCom – Baru beli rumah? Surat tanahnya sudah Sertifikat Hak Milik atau SHM? Jika belum, segera bikin sertifikat. Bukan apa-apa, bukti kepemilikan tanah yang paling kuat adalah sertifikat. Tapi juga tidak mutlak. Sertifikat baru dianggap sah apabila tidak ada tuntutan pihak lain yang menyebabkan sertifikat tersebut batal atau cacat hukum.

(Baca juga: Ini Tips Simpan Sertifikat Tanah dari Presiden Jokowi)

Biaya pengurusan sertifikat sendiri ditentukan langsung oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). Nominal pengurusannya berbeda, tergantung luas tanah dan lokasinya. Jumlah yang harus dibayar umumnya sudah mencakup biaya pengukuran, biaya panitia, dan biaya pendaftaran.

Mungkin bagi Anda yang belum pernah mengurus sertifikat tahapannya terlihat ruwet, padahal pada kenyataannya sangat mudah. Temukan caranya di Langkah Mengurus Sertifikat Tanah.

Atau bila Anda membeli rumah dengan bantuan jasa agen properti profesional, maka saat proses pengurusan balik nama atau bikin sertifikat, mereka juga dapat membantu Anda. Namun pada dasarnya ada empat poin penting yang harus dipenuhi saat Anda mau bikin sertifikat, seperti:

  • Status/Dasar Hukum atas Kepemilikan Tanah
    Hal ini untuk mengetahui dengan dasar apa tanah tersebut diperoleh: jual-beli, hibah, warisan, atau tukar-menukar. Termasuk di dalamnya riwayat kepemilikan tanah.
  • Identitas Pemegang Hak
    Disebut juga kepastian subyektif. Gunanya untuk memastikan siapa pemegak hak atas tanah tersebut dan apakah dia benar-benar mendapatkan tanah dengan sah.
  • Letak dan Luas Tanah
    Hal ini merupakan kepastian obyektif yang dinyatakan dalam bentuk surat ukur/gambar situasi (GS) untuk memastikan letak, batas, bentuk, dan luas tanah tersebut. Dengan demikian, tanah yang dimaksud tidak tumpang tindih dengan tanah milik orang lain dan memastikan obyek tanah tersebut tidak fiktif.
  • Prosedur Penerbitan
    Prosedur harus memenuhi azas pembeli sitas, yaitu dengan mengumumkan kepada kantor kelurahan atau pertanahan setempat tentang adanya permohonan hak atas tanah tersebut agar pihak lain yang merasa keberatan dapat mengajukan sanggahan sebelum pemberian hak (sertifikat) itu diterbitkan. Pengumuman tersebut hanya perlu untuk pemberian sertifikat baru, bukan balik nama.

Bila ada cacat hukum, alias salah satu dari empat prinsip tersebut tidak memenuhi syarat, maka konsekuensinya pihak ketiga yang memiliki kepentingan terhadap tanah tersebut dapat mengajukan permohonan pembatalan sertifikat, baik melalui putusan pengadilan, maupun putusan Menteri Negara Agraria/Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Omong-omong soal sertifikat, memangnya sudah mendapatkan rumah idaman? Jika belum, cek di sini untuk pilihan rumah idaman mulai harga Rp500 jutaan di Tangerang Selatan.

Wahyu Ardiyanto
Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Bedanya Buku Tanah dengan Sertifikat Tanah

RumahCom – Masalah legalitas dalam properti hingga kini masih menjadi hal yang membingungkan bagi sebagian orang, terutama untuk mereka yang awam. Di samping minimnya informasi, akses ke pelayanan p

Lanjutkan membacaJuli 5, 2017

VIDEO RUMAH: Ini Langkah dan Biaya Urus Sertifikat Tanah

Rumah.com - Sertifikat Hak Milik (SHM) untuk tanah dan bangunan adalah bukti paling kuat dalam kepemilikan properti. Namun, beberapa orang masih bingung cara mengurusnya.Sebenarnya, Kementerian Agra

Lanjutkan membacaSeptember 15, 2017

Berapa Biaya Bikin Sertifikat Tanah Warisan?

RumahCom – Berapa biaya bikin sertifikat tanah warisan? hal ini penting, terutama bagi Anda yang berencana bikin sertifikat tanah warisan namun masih ragu-ragu karena takut biayanya mahal.Lagi cari

Lanjutkan membacaOktober 12, 2017

Tahap Perpanjang Sertifikat Hak Guna Apartemen

RumahCom – Apakah Anda tinggal di apartemen? Jika iya, maka sangat penting untuk memperhatikan kapan harus memperpanjang sertifikat Hak Guna unit apartemen. Umumnya, apartemen memiliki Sertifikat Ha

Lanjutkan membacaOktober 22, 2017

Masukan