Menko Ekonomi Akui Warga DKI Sulit Punya Rumah

Boy LeonardApril 20, 2017

2 Segmen Properti Ini Merosot Akibat Pandemi

RumahCom – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui sulitnya memiliki hunian bagi warga DKI Jakarta.

Sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian sebuah negara, DKI Jakarta memiliki persoalan pelik mengenai ketimpangan sosial. Hal itu dikarenakan jauhnya tingkat kesenjangan antara si kaya dan miskin.

Usai mengunakan hak suaranya pada Pilkada DKI Jakarta putaran II, Damin pun mengomentari soal ketimpangan yang terjadi di Jakarta.

“(Ketimpangan di Jakarta tinggi) karena dia perkotaan. Makanya kita dari kebijakan pemerataan ekonomi sudah merumuskan bagaimana desain kebijakan untuk membantu masyarakat miskin di perkotaan,” kata Darmin di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nomor 9 Kelurahan Pancoran, Jakarta, Rabu (19/4/2017), seperti dikutip dari Okezone.

Salah satu akibat dari ketimpangan berimbas ke masalah perumahan. Masyarakat miskin masih banyak yang hidup di tempat tinggal tidak layak. Padahal tempat tinggal menjadi salah satu faktor penentu tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Terutama masalah perumahan murah, yang terjangkau oleh mereka. Enggak di sana (yang jauh dari kota), tapi di pinggir kota, dalam kota di stasiun kereta, Kemayoran (misalnya),” jelas Darmin.

Dirinya pun mengerti betul bagaimana sulitnya masyarakat DKI untuk memperoleh tempat tinggal, khususnya bagi golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

(Simak juga: Q4 2016: Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Solid, Harga Properti Naik)

Terkait dengan Pilkada DKI Jakarta, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang berdasarkan quick count menang atas pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, mengusung program rumah dengan DP 0 persen untuk warga DKI Jakarta.

“Isu perumahan yang dilontarkan oleh Anies-Sandi sebenarnya bukanlah konsep baru. Namun fenomena ini merupakan awal yang baik karena ada konsep yang diadu dari para Paslon. Dan ini hal yang positif, terutama jika benar-benar bisa mengurangi angka kebutuhan hunian,” ujar Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property watch (IPW).

Terkait program DP 0%, menurut Ali, sejak dua tahun lalu sebenarnya IPW sudah mengusulkannya lebih dulu meski tidak secara khusus ditujukan untuk DKI Jakarta. Alasannya, karena penerapannya akan sangat sulit bila dilakukan di DKI Jakarta.

“IPW mengusulkan besaran uang muka sampai 0 persen khususnya untuk rumah pertama dan 10 persen untuk rumah kedua. Sedangkan untuk rumah ketiga dan seterusnya silakan diperketat,” jelas Ali.

Menemukan rumah tapak dengan harga yang bersahabat di Jakarta sangatlah sulit saat ini. Opsi paling memungkinkan adalah apartemen. Saat ini, masih ada beberapa apartemen yang menawarkan unit mulai Rp400 jutaan. Tertarik? Lihat pilihannya di sini!

Pluit City View, salah satu apartemen di kota Jakarta yang dipasarkan dengan harga mulai Rp400 Jutaan.

Pluit City View, salah satu apartemen di kota Jakarta yang dipasarkan dengan harga mulai Rp400 Jutaan.

 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Enam Rumah Amfibi yang Bisa Jadi Solusi Banjir

RumahCom - Satu isu yang menjadi sorotan dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 adalah masalah banjir. Ya, masalah yang satu ini sepertinya memang identik dengan Ibukota. Berdasarkan papara

Lanjutkan membacaJanuari 21, 2017

Tawarkan DP 0 Persen, Begini Penjelasan Pengembang Properti

RumahCom - Properti menjadi salah satu topik hangat di sela-sela Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Kampanye uang muka 0 persen yang diusung salah satu pasangan calon menimbulkan diskusi y

Lanjutkan membacaFebruari 23, 2017

Sekarang, BPHTB Bisa Diurus Secara Online

RumahCom - Salah satu yang membuat kening kita berkerut saat membeli rumah adalah jenis pajak yang dikenakan. Tak semua orang mengenal jenis-jenis pajak tersebut. Besarnya pajak tergantung dari jenis,

Lanjutkan membacaApril 13, 2017

Masukan