Geliat Hunian Berbasis TOD di Jakarta Barat

Fathia AzkiaJuni 2, 2017

RumahCom – Pengembangan residensial berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin banyak digencarkan para pengembang real estat. Tujuannya tak lain adalah untuk menawarkan daya pikat dengan kemudahan akses yang umumnya sangat dicari konsumen kelas profesional.

Suatu kawasan TOD sendiri nantinya akan terdiri dari beberapa bangunan vertikal dengan varian fungsi seperti rumah susun, sekolah, pasar, perkantoran, apartemen, pusat perbelanjaan dan hotel.

Kawasan TOD juga akan saling terintegrasi dengan kawasan TOD lainnya. Di dalam sistem TOD, pembangunan permukiman penduduk harus berada satu kawasan dengan pusat bisnis. Cara ini bertujuan membatasi dan mempersempit aktivitas pergerakkan orang dan barang.

Terhitung saat ini ada lebih dari 15 proyek residensial yang dibekali konsep TOD. Lokasinya tersebar baik itu di area Serpong, Bekasi, Bogor, hingga Jakarta. Salah satu apartemen di Daan Mogot, Jakarta Barat, yakni Vittoria Residence pun mengusung konsep demikian.

Baca juga: Harga Apartemen Jakarta Barat Naik 0,51%

Kepada Rumah.com, Joy D. Lango, Sales & Marketing Director Duta Indah Land selaku pengembang apartemen Vittoria menuturkan, alasan tercetusnya mengikuti konsep pengembangan yang tengah ‘naik daun’ ini guna memenuhi kebutuhan penghuninya.

“Belakangan konsep pengembangan TOD semakin trend di kalangan property development seiring kian tingginya kebutuhan masyarakat urban akan hunian dengan dukungan kemudahan akses, terhadap moda transportasi umum yang memadai guna menunjang aktivitas mereka,” ucapnya.

“Melalui konsep itu, pengembang menawarkan kemudahan akses terhadap moda transportasi publik perkotaan berbasis rel, seperti mass rapid trasit (MRT), light rapid transit (LRT) maupun commuter line,” ia menambahkan.

Caranya, menurut Joy, membangun stasiun atau terminal terintegrasi di area hunian dengan biaya mandiri. Namun, tidak semua developer mengadopsi konsep TOD di setiap proyek apartemennya seperti yang diterapkan negara-negara maju Jepang, Singapura, dan China.

Boleh jadi mereka menjadikan konsep itu sekedar marketing gimmick untuk memikat calon pembeli. Karena faktanya, banyak diantara mereka yang mengklaim bahwa apartemennya mengusung konsep TOD, tapi jarak antara stasiun atau terminal dengan lokasi hunian cukup jauh.

“Namun tidak demikian dengan proyek Vittoria Residence. Kawasan hunian ini boleh dibilang mengusung konsep TOD sesungguhnya. Ini dibuktikan dengan pembangunan stasiun KRL di lokasi apartemen yang terintegrasi langsung dengan Halte Busway Samsat, MRT Sudirman, dan Soekarno Hatta Airport. Stasiun KRL ini kami bangun sendiri bekerjasama dengan PT KAI,” ujar Joy.

“Dengan kelengkapan fasilitas yang mendukung riil konsep pengembangan TOD, kami berani menawarkan keuntungan investasi hingga 200 persen selama 2,5 tahun. Mengenai pangsa, dominasi masih lebih banyak end user 80% ketimbang investor yang hanya 20%,” ia mengakhiri.

Baca juga: Ini Alasan Properti Jakarta Barat Makin Diincar

Bawa Perubahan ke Pasar Properti Jabodetabek

Mina Ondang, Senior member of the Investment team Cushman & Wakefield, menggarisbawahi bahwasanya fungsi dari TOD sendiri ialah untuk mengatasi masalah kemacetan khususnya di area Jakarta yang hingga kini belum terpecahkan.

“Sebagai kota yang sibuk dengan kegiatan bisnis dan gaya hidup yang cepat, kemacetan di Jakarta makin hari terasa semakin sulit terurai. Oleh karenanya bagi kaum urban saat ini, punya rumah di luar Jakarta tapi dekat fasilitas transportasi jadi alternatif terbaik,” katanya.

Tak hanya pekerja urban, TOD ini juga dirasa mampu untuk memacu semangat para pekerja yang berdomisili di Jakarta, untuk menggunakan sarana transportasi massal ketimbang kendaraan pribadi.

Kondisi properti di Jakarta Barat yang terbilang masih signifikan, membuat banyak konsumen sekaligus investor tak segan-segan untuk membeli apartemen maupun rumah tapak di sini. Tertarik punya hunian di Jakarta Barat? Intip daftar harganya mulai Rp500 jutaan.

perumahan jakarta barat

Salah satu perumahan harga mulai Rp1,9 miliar yang berlokasi di Joglo, Jakarta Barat.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Property Index Q4 2016: Ekonomi Jakarta Solid, Properti Naik

RumahCom - Di saat rata-rata harga perumahan secara nasional menunjukkan perlambatan, Rumah.com Property Index untuk pasaran properti di DKI Jakarta tetap menunjukkan tren yang solid sepanjang 2016 l

Lanjutkan membacaMaret 30, 2017

Q1 2017: Harga Apartemen Jakarta Selatan Tumbuh 1,7%

RumahCom – Sebagai salah satu area hunian terfavorit di Ibukota, kawasan Jakarta Selatan hingga kini terus dibanjiri suplai residensial baik yang masih berbentuk rumah tapak maupun apartemen. Unt

Lanjutkan membacaApril 7, 2017

Terpukul di Q4 2016, Harga Apartemen Jakarta Timur Mulai Membaik

RumahCom – Rumah.com Property Index mencatat harga apartemen per meter persegi di Jakarta Timur pada akhir kuartal tahun lalu mengalami penurunan cukup drastis. Penurunan harga paling tinggi terjadi

Lanjutkan membacaApril 10, 2017

Survei BI: Suplai Apartemen Tertinggi di Makassar

RumahCom – Menurut hasil survei resmi dari Bank Indonesia, indeks harga properti komersial pada triwulan I-2017 baik secara triwulanan maupun tahunan tumbuh masing-masing sebesar 3,04% (qtq) dan 2,7

Lanjutkan membacaMei 26, 2017

Ramai-ramai Ekspansi ke Timur Jakarta

RumahCom – Dibandingkan area lain di Jakarta, sisi timur boleh jadi baru berkembang dalam dua atau tiga tahun belakangan. Indikasi perkembangan ini ditandai dengan masuknya pengembang real estat jug

Lanjutkan membacaMei 26, 2017

Masukan