Jokowi: Hasil Reforma Agraria Terlihat di Juli

Fathia Azkia30 Jun 2017

RumahCom – Presiden RI Joko Widodo mengaku bahwa program Reforma Agraria melalui redistribusi lahan telah dimulai. Program Reforma Agraria merupakan proses alokasi dan konsolidasi kepemilikan, penguasaan, dan penggunaan lahan oleh masyarakat.

Melalui program ini, diharapkan produktivitas masyarakat akan meningkat dan berdampak pada pemerataan dan peningkatan ekonomi nasional.

“Sebetulnya pelaksanaan sudah. Hanya memang yang kecil-kecil belum. Nanti mungkin sebelum Agustus sudah. Dan Juli akan kelihatan hasilnya,” katanya seperti dikutip laman bpn.go.id.

Baca juga: Jokowi Ingatkan Pentingnya Sertifikat Tanah

Menurut Presiden Jokowi, Pemerintah hingga kini masih terus mengupayakan program ini berjalan sesuai skema yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui redistribusi lahan, Pemerintah berharap masyarakat dapat menggunakan lahan secara produktif sehingga bermanfaat bagi meningkatnya ekonomi masyarakat.

“Jangan sampai ini hanya kaya bagi-bagi lahan. Enggak, bukan itu. Kita akan membangun produktivitas. Artinya, lahan yang kita berikan harus produktif. Tidak ditelantarkan apalagi dijual,” ujarnya lebih lanjut.

Ia juga menegaskan, saat ini Pemerintah masih mengevaluasi target sasaran dari kelompok-kelompok masyarakat yang akan mendapatkan lahan dari Pemerintah itu. 

“Kita akan mencari kelompok masyarakat, mencari koperasi, mencari pondok pesantren yang memiliki visi-visi seperti ini kan juga tidak gampang. Karena memang ada kriteria-kriteria yang sudah disusun,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai target dari program ini, Presiden Jokowi pun berjanji akan memberikan realisasinya pada bulan Juli nanti. “Kan baru mulai. Nanti lah Juli akan mulai kelihatan,” imbuhnya.

Baca juga: Percepat Reforma Agraria, 10 Ribu Sertifikat Disalurkan ke Kalbar

Reforma agraria, menurutnya, harus bisa menjadikan cara baru dalam mengatasi kemiskinan. Program ini pun juga dapat digunakan untuk menyelesaikan sengketa agraria antara masyarakat dengan perusahaan atau masyarakat ke pemerintah.

Tak hanya itu, program reforma agraria juga harus mampu untuk mengatasi ketimpangan sosial ekonomi, khususnya di pedesaan.

“Dan agar masyarakat terutama yang masuk dalam lapisan 40 persen terbawah dapat memiliki akses legal terhadap tanah yang bisa dikelola sebagai sumber penghidupan dan kesejahteraan,” tuturnya.

Saat ini, terdapat sembilan juta hektar tanah yang akan ditata kepemilikannya melalui program Reforma Agraria. Untuk itu Jokowi meminta kepada Menteri Agraria dan tata ruang untuk fokus dalam hal menuntaskan program sertifikasi lahan, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Juga segera melakukan pendataan dan penataan di sektor 4,9 juta hektar tanah negara yang bisa diberikan kepemilikannya pada rakyat, termasuk di dalamnya tanah dan hak guna usaha yang tidak diperpanjang, serta tanah-tanah terlantar,” ungkapnya.

Jokowi juga meminta agar reforma agraria dapat mencakup penataan sekitar 4,85 juta hektar hutan negara yang berada di bawah lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Untuk itu, mantan Walikota Solo ini menekankan agar proses penataan dan redistribusi aset ini betul-betul dikawal detail agar tepat sasaran. Tak hanya itu, program ini juga harus mampu menyentuh 40% rakyat yang berada di lapisan ekonomi terbawah.

Sejak tahun 2015 lalu, Jokowi menetaskan nawacita yakni penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Nawacita ini dibuktikan lewat hadirnya program Satu Juta Rumah, yang pilihan rumah subsidi harga mulai Rp100 juta bisa disimak di Perumahan Baru.

rumah subsidi jokowi

Perumahan subsidi yang berlokasi di Kabupaten Bogor ini ditawarkan seharga Rp141 Juta.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

100% Tanah di Indonesia Tersertifikasi Delapan Tahun Lagi

RumahCom – Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengaku sudah dan akan melakukan empat program yang diyakini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi negara. Keempat

Lanjutkan membaca6 Feb 2017

BPN Ajak Perbankan Lakukan Sertifikasi Tanah

RumahCom – Demi menyukseskan dan membantu pensertifikatan tanah masyarakat, Menteri Agraria dan Tata Ruang Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil, mengajak peran serta sejuml

Lanjutkan membaca13 Mar 2017

Sertifikasi Tanah Gratis Bisa Jadi Jaminan Pinjaman di Bank

RumahCom - Untuk mendorong masyarakat agar proaktif dalam program sertifikasi tanah, Pemerintah memberikan berbagai iming-iming. Salah satunya adalah dengan pembebasan biaya sertifikasi lewat Program

Lanjutkan membaca16 Mar 2017

Jokowi Anggarkan 12,7 Juta Hektar Lahan untuk Warga Miskin

RumahCom - Pemerintah terus mengupayakan ketersediaan hunian, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Untuk mendukung program rumah subsidi, Presiden Joko Widodo jatahkan 12,7 Juta Hekt

Lanjutkan membaca22 Mar 2017

Masukan