Langkah Mudah Ketahui Status BI Checking

Fathia Azkia11 Jul 2017

RumahCom – Sebelum mengajukan KPR ke bank, agar proses ini tak jadi sia-sia belaka, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dulu status kredit yang tercatat di Bank Indonesia.

Akrab disebut BI Checking, ini merupakan riwayat pinjaman seorang nasabah sehingga dapat diketahui apakah ia pernah menunggak kredit atau tidak.

Pasalnya, riwayat dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia ini selalu menjadi penentu disetujui atau ditolaknya pengajuan kredit Anda, termasuk urusan kredit properti.

(Rumah KPR se-Jawa Barat harga mulai Rp300 jutaan, mau?)

Untuk mengetahui status BI Checking sangatlah mudah. Masyarakat dapat memperoleh IDI Historis atas nama dirinya sendiri, melalui lembaga keuangan anggota Biro Informasi Kredit yang memberikan fasilitas penyediaan dana/pembiayaan kepada masyarakat.

Selain itu, permintaan IDI Historis juga dapat disampaikan kepada Bank Indonesia dengan cara mengunjungi Gerai Info Bank Indonesia, atau Kantor Bank Indonesia setempat.

Permintaan juga dapat disampaikan secara online melalui website Bank Indonesia dengan melengkapi formulir yang disediakan. Setelah mendapat jawaban melalui email, hasil cetaknya dapat diambil di Gerai Info Bank Indonesia atau Kantor Bank Indonesia setempat.

Untuk mengambil hasil cetak, Anda nantinya akan diminta menyerahkan fotokopi identitas diri dengan menunjukkan identitas diri asli antara lain Kartu Tanda Penduduk/KTP atau Kartu Izin Tinggal Sementara/KITAS.

Berikut contoh formulir permintaan BI Checking yang bisa diisi secara online melalui website Bank Indonesia. Atau Anda bisa langsung mengisi di sini.

form permintaan BI checking

Form permintaan BI checking

alur permohonan BI Checking

Cara Menghapus Blacklist BI

Tak jarang pengajuan Kredit Pemilikan Rumah ditolak akibat calon debitur pernah tersandung masalah kredit macet dan masuk daftar hitam Bank Indonesia (BI). Apakah hal tersebut akhir dari impian Anda memiliki hunian? Nyatanya, tidak!

Memang, bila Anda pernah mengajukan kredit termasuk kartu kredit, maka secara otomatis catatan pembayaran pelunasan transaksi kredit Anda akan terlihat.

Baca juga: Ini Untungnya Beli Rumah Pakai KPR

Ternyata, bank membagi debitur menjadi lima peringkat, yakni:

  • Skala 1 = Kredit baik (lancar)
  • Skala 2 = Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK), atau kredit yang mutasinya tidak lancar selama 1-2 bulan
  • Skala 3 = Kredit Tidak Lancar alias kredit yang mutasinya tidak lancar selama 3-6 bulan
  • Skala 4 = Kredit Diragukan yakni kredit tidak lancar yang sudah jatuh tempo tapi belum juga diselesaikan oleh debiturnya
  • Skala 5 = Kredit Macet atau usaha pengaktifan kembali kredit tidak lancar namun tetap gagal

Bila lancar membayar cicilan dan selalu tepat waktu, maka Anda mendapat peringkat pertama, sementara bagi yang belum melunasi utangnya lebih dari 270 hari masuk dalam peringkat lima.

Pada dasarnya, Anda diberi waktu enam bulan untuk pemulihan peringkat. Setelah kembali mendapat peringkat pertama, Anda baru dapat mengajukan kredit baru.

Jika telah masuk peringkat tiga, maka Anda sudah mendapat peringatan. Cara terbaik, sudah barang tentu adalah melunasi semua tunggakan berserta biaya penalti.

Akan tetapi, Anda juga bisa mengajukan negosiasi ulang terkait jangka waktu pembayaran dan perhitungan utang dengan pihak bank.

Nah, bagaimana jika sudah masuk peringkat lima? Tentu saja, Anda harus terus membayar cicilan Anda dan melunasi utang-utang cicilan tersebut. Jika dalam tiga bulan pembayaran cicilan lancar, maka Anda bisa naik ke peringkat tiga.

Apabila tiga bulan kemudian masih lancar –apalagi jika bisa langsung melunasi utang– maka Anda bisa naik ke peringkat pertama dan dapat mengajukan kredit baru.

Perumahan harga Rp700 jutaan yang berlokasi di Pulau Dewata ini bisa dibeli dengan cara KPR

Perumahan harga Rp700 jutaan yang berlokasi di Pulau Dewata ini bisa dibeli dengan cara KPR

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

4 Bank dengan Bunga KPR di Bawah 10%

RumahCom – Kredit Pemilikan Rumah (apa itu KPR?) hingga kini masih jadi solusi terdepan yang banyak dimanfaatkan para pencari rumah. Di samping lebih meringankan, lewat KPR juga ada kepastian memili

Lanjutkan membaca5 Mei 2017

Konsumen Makin Suka Bayar Rumah Tunai

RumahCom – Dari hasil survei harga properti primer yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk triwulan I-2017, fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama konsumen dalam melakukan

Lanjutkan membaca24 Mei 2017

Begini Cara Cepat Lunasi KPR

RumahCom – Ada beberapa orang yang perlu waktu hingga berbulan-bulan lamanya hanya demi sebuah keputusan "membeli rumah dengan cara mencicil". Hal ini tentu tidak bisa disalahkan sepenuhnya, pasaln

Lanjutkan membaca30 Mei 2017

Pilihan Rumah Rp400 Jutaan Bagi Peserta BPJS-TK

RumahCom – Sejak dirilis kembali tiga bulan lalu, kehadiran fasilitas pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan sudah menarik begitu banyak perhatian masyarakat.

Lanjutkan membaca12 Jun 2017

Kenali Beda KPR Syariah VS Konvensional

RumahCom – Ketika hendak mengajukan kredit pemilikan rumah, Anda bisa memilih jenis KPR yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya ialah KPR Syariah. KPR Syariah mengadaptasi sistem jual-beli syar

Lanjutkan membaca15 Jun 2017

Masukan