Persaingan Ketat, Harga Properti Komersial Lesu

Fathia AzkiaAgustus 29, 2017

RumahCom – Bank Indonesia dalam survei terbaru mengungkapkan Indeks Harga Properti Komersial pada triwulan II-2017 tercatat sebesar 172,33 atau tumbuh sebesar 0,03% (qtq), melambat dibandingkan pertumbuhan 3,02% (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Kenaikan harga properti komersial terutama terjadi pada segmen warehouse complex (0,22%, qtq) di wilayah Jabodetabek sejalan dengan meningkatnya permintaan warehouse (pergudangan) di area Jakarta dari sektor e-Commerce dan IT, diikuti segmen apartemen (0,20%, qtq) khususnya apartemen sewa.

Survei BI: Suplai Apartemen Tertinggi di Makassar

Sementara itu penurunan harga terdalam dialami oleh segmen perhotelan (-6,46%, qtq) seiring dengan tingginya persaingan. Sejalan dengan segmen perhotelan, segmen convention hall juga menurun sebanyak -6,26% (qtq).

Perkembangan properti komersial merupakan analisa properti triwulanan yang dilaksanakan Bank Indonesia sejak triwulan I-1996. Analisa tersebut mencakup lima jenis properti komersial diantaranya perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, dan lahan industri.

(Lihat juga: Apartemen baru harga mulai Rp300 Jutaan)

Secara tahunan, harga properti komersial tumbuh sebesar 2,79% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 2,69% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Kenaikan harga tertinggi berasal dari segmen convention hall (0,89%, yoy) sejalan dengan banyaknya kegiatan pameran, diikuti segmen perkantoran (0,60%, yoy).

Sementara itu, segmen perhotelan mencatat kontraksi harga sebesar -13,57% (yoy) seiring dengan makin ketatnya persaingan akibat operasionalisasi sejumlah hotel baru khususnya hotel bintang 5 di Jakarta.

Pertumbuhan pasokan properti komersial pada triwulan II-2017 tercatat sebesar 0,10% (qtq), melambat dibandingkan 0,59% (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan pasokan terutama terjadi pada segmen perhotelan (0,56%, qtq), khususnya di wilayah Semarang (3,44%, qtq) sejalan dengan bertambahnya hotel bintang 3 berkonsep syariah.

Selain hotel, pertumbuhan pasokan juga berasal dari segmen ritel (0,53%, qtq) khususnya ritel sewa di wilayah Bandung, yakni Pascal 23, diikuti segmen apartemen (0,52%, qtq), khususnya apartemen jual menengah bawah di wilayah Bandug.

Secara tahunan, indeks pasokan properti komersial juga tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, dari 1,96% (yoy) menjadi 1,79% (yoy).

Pertumbuhan pasokan terutama terjadi pada segmen apartemen (9,97%, yoy), khususnya apartemen jual (strata) di sejumlah wilayah seperti Balikpapan dan Makassar (25,70%, yoy).

Selain segmen apartemen, penambahan pasokan berasal dari segmen perkantoran (6,95%, yoy), khususnya perkantoran jual di Jakarta, yakni gedung Kensington yang berlokasi di Kelapa Gading.

Mau beli apartemen baru harga mulai Rp300 Jutaan? Lihat dan temukan pilihannya hanya di www.rumah.com/perumahan-baru.

Pluit City View

Pluit City View, salah satu apartemen di kota Jakarta yang dipasarkan dengan harga mulai Rp400 Jutaan.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Demand Terbatas, Harga Properti Komersial Merosot

RumahCom – Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia yang dirilis pertengahan November ini, indeks harga properti komersial pada triwulan III-2016 tercatat sebesar 167,34 atau mengalami penurunan -0,1

Lanjutkan membacaNovember 29, 2016

BI: Maluku Utara Patok Suku Bunga KPR Tertinggi

RumahCom – Responden memperkirakan indeks harga properti residensial pada triwulan I-2017 mengalami kenaikan sevesar 0,32% (qtq), melambat dibandingkan 0,37% (qtq) pada triwulan IV-2016. Kenaikan

Lanjutkan membacaFebruari 21, 2017

Upah dan Material Picu Kenaikan Harga Rumah

RumahCom – Survei terbaru Bank Indonesia mengungkapkan bahwa Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I-2017 berada pada level 196,94 atau meningkat 1,23% (qtq), lebih tinggi dibanding

Lanjutkan membacaMei 16, 2017

Sektor Properti Indonesia Baru Pulih pada 2019

RumahCom - Setelah pada periode sebelumnya pertumbuhan di sektor properti sangat tinggi sekali, kini industri properti nasional seolah mulai letih. Bahkan cenderung berada dalam posisi yang memprihati

Lanjutkan membacaJuli 28, 2017

Masukan