Konsep taman vertikal ini digagas oleh Exacta Proyecto Total

RumahCom – Pernah dengar taman vertikal? Taman vertikal merupakan taman yang dibuat dengan konsep vertikal alias ke atas, bukan seperti taman pada umumnya.

(Baca juga: Begini Cara yang Benar Bikin Kebun Vertikal!)

Nah, taman seperti ini ternyata benar-benar ada, loh! Dan tidak tanggung-tanggung taman ini diklaim sebagai taman vertikal terbesar di dunia. Taman ini terletak di kawasan Rosales, Bogota, ibukota negara Kolombia.

terletak di kawasan Rosales, Bogota

Di kota yang padat penduduk, taman vertikal ini terlihat bagai raksasa hijau.

Uniknya, taman ini dibangun di atas sebuah gedung. Di kota yang padat penduduk, taman vertikal ini terlihat bagai raksasa hijau. Taman hijau vertikal ini tepatnya berada di gedung Santalaia.

Gedung ini merupakan bangunan apartemen multi-keluarga kelas atas yang memiliki sembilan lantai dan dua lantai basement. Konsep taman vertikal ini digagas oleh Exacta Proyecto Total yang menginginkan membangun sebuah gedung dengan konsep penghijauan.

menghabiskan waktu sekitar 16 bulan, delapan bulan perencanaan dan delapan bulan pembangunan

Gedung ini dibangun mulai pertengahan 2014 dan baru selesai pada Desember 2016 silam.

Gedung ini akhirnya didesain oleh ahli biologi dan botani Ignacio Solano. Mereka kemudian menggandeng Groncol, sebua perusahaan perancang taman dan atap hijau. Gedung ini dibangun mulai pertengahan 2014 dan baru selesai pada Desember 2016 silam.

Total menghabiskan waktu sekitar 16 bulan, delapan bulan perencanaan dan delapan bulan pembangunan. Gedung ini diselimuti tanaman hijau seluas 3.117 meter persegi. Tanaman sebanyak itu dapat memberi oksigen kepada 3.000 orang, loh!

gedung ini menggunakan sistem irigasi hidroponik yang dirancang khusus.

Selain mendesain konsep tanaman, para arsitek juga ditantang untuk merancang sistem irigasi, sistem daur ulang air, dan seleksi tanaman.

Sebanyak 115.000 tanaman dengan 10 spesies ada di taman vertikal ini, termasuk hebe mini, asparagus pakis, dan rosemary. Selain mendesain konsep tanaman, para arsitek juga ditantang untuk merancang sistem irigasi, sistem daur ulang air, dan seleksi tanaman.

Gedung ini pada akhirnya menggunakan sistem irigasi hidroponik yang dirancang khusus. Selain itu gedung ini menyematkan teknologi sensor kelembapan, dan radiasi untuk mengoptimalkan konsumsi air dan instalasi pengolahan air agar tidak memiliki limbah.

bagian atap sebagai area bermain atau sekadar bersantai.

Taman ini ditujukan untuk mengurangi efek panas akibat pemanasan global dan membantu mempoduksi oksigen yang dibutuhkan warga setiap tahunnya.

Keberadaan gedung ini bukan hanya untuk pamer keahlian mendesain, namun bertujuan juga untuk mengurangi efek panas akibat pemanasan global dan membantu mempoduksi oksigen yang dibutuhkan warga setiap tahunnya.

Asyiknya, bagian atap gedung ini juga dibuat menarik termasuk untuk area bermain atau sekadar bersantai.  Keren banget, kan?! Semoga ada taman vertikal seperti ini juga, nih, di Indonesia!

Mungkin Anda juga tertarik untuk tinggal di hunian vertikal? Cek di sini untuk pilihan unit apartemen dengan harga di bawah Rp300 juta!

Foto: Paisajismo Urbano

Dian Probowati

KIRIM KOMENTAR