Property Index Q1 2017: Harga Nasional Terkoreksi

Boy LeonardAgustus 31, 2017

Pasar properti residensial secara nasional pada kuartal pertama 2017 belum membaik. Hal ini membuat stok properti melimpah.

Rumah.com Property Index menunjukkan median harga properti residensial secara nasional ada di titik 102,6 pada kuartal pertama (Q1) 2017. Posisi ini turun 0,68% secara quarter-on-quarter (q-o-q) dari Q4 2016. Kondisi ini melanjutkan tren negatif pasar properti, yang berlangsung sejak Q3 2016.

Dibandingkan tahun sebelumnya, Index Q1 2017 juga mengalami penurunan sebesar 3,11% (year-on-year). Secara jangka panjang, Index Q1 2017 masih menunjukkan peningkatan terhadap Q1 2015 sebesar 2,6%.

Penurunan Rumah.com Property Index nasional pada Q1 2017 (q-o-q) ini dipengaruhi oleh turunnya Index di sejumlah wilayah. Jawa Barat, yang menjadi salah satu wilayah penyuplai residensial terbesar, turun sebesar 2,5%. Sementara itu, Bali mengalami penurunan sebesar 3%.

Harga properti nasional terkoreksi 0,68%.

Harga properti nasional terkoreksi 0,68%.

 

Suplai hunian pada Q1 2017 berlimpah. Pada periode ini, suplai hunian mengalami kenaikan sebesar 11,4% (q-o-q). Kenaikan suplai pada Q1 2017 ini meneruskan tren yang berlangsung selama satu tahun terakhir. Year-on-year (y-o-y), suplai properti di Q1 melonjak 35,4% dibandingkan setahun lalu.

Kenaikan Index suplai secara nasional pada Q1 2017 disebabkan oleh membanjirnya suplai di wilayah penyuplai hunian terbesar. DKI Jakarta mengalami kenaikan sebesar 6,5% sementara Index suplai di Jawa Barat menunjukkan kenaikan sebesar 15,6%.

Suplai Properti Nasional Melimpah

Lesunya pasar properti membuat stok properti nasional melimpah.

Lesunya pasar properti membuat stok properti nasional melimpah.

 

Pengaruh Makroekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q1 2017 cenderung membaik. Pertumbuhan pada kuartal ini tercatat lebih tinggi dibandingkan Q4 2016 dan Q1 2016. Pertumbuhan yang lebih tinggi tercatat pada ekspor dan belanja pemerintah.

Perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,01% (y-o-y) pada Q1 2017. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan Q4 2016 sebesar 4,94% (y-o-y).

Ekspor negara mengalami pertumbuhan signifikan pada Q1 2017, sejalan dengan perbaikan permintaan dan harga komoditas global serta peningkatan pertumbuhan mitra dagang utama Indonesia.

Ekspor pada Q1 2017 mencapai 8,04% (y-o-y), sementara kuartal sebelumnya hanya sebesar 4,24% (y-o-y). Ekspor masih ditopang oleh komoditas primer seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan karet.

Kenaikan ini diikuti pertumbuhan konsumsi Pemerintah yang pada Q1 2017 tumbuh 2,71% (year-on-year), lebih tinggi daripada kuartal sebelumnya yang turun 4,05% (y-o-y). Peningkatan kinerja konsumsi Pemerintah didorong oleh peningkatan konsumsi belanja pegawai dan belanja barang.

Investasi menunjukkan perbaikan meski gradual seiring peningkatan investasi bangunan, terkait dengan proyek infrastruktur Pemerintah maupun sektor properti swasta, serta perbaikan investasi nonbangunan pada sektor berbasis komoditas dan konstruksi.­­

Sejumlah pembangunan infrastruktur yang berjalan dan berlanjut sepanjang Q1 2017 antara lain adalah Bandara Kertajati di Jawa Barat, akses tol menuju pelabuhan Cikarang, jalan Trans Papua, hingga kereta cepat Jakarta-Bandung.

Berdasarkan data BI, kinerja kredit perbankan turun 0,7% di Q1 2017 (q-t-q). Dengan pertimbangan kondisi tersebut, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-Day RR Rate) sebesar 4,75%, Deposit Facility tetap sebesar 4%, serta Lending Facility tetap sebesar 5,50% yang diberlakukan sejak 19 Mei 2017.

Kebijakan perbankan ini diharapkan dapat mendongkrak daya beli masyarakat serta aktivitas penyaluran kredit perbankan.

Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Konsumsi ritel konvensional mengalami penurunan sebesar 20% (y-o-y) pada Q1 2017. Namun terdapat indikasi peningkatan konsumsi online, di mana volume transaksi online meningkat sebesar 2% (y-o-y).

Unduh laporan Rumah.com Property Index Q1 2017 di sini!

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Tren Harga Apartemen Mewah di Tangerang Menurun

RumahCom – Berbanding terbalik dengan kondisi pangsa hunian vertikal di tetangganya yakni Tangerang Selatan, harga apartemen rentang Rp800 juta – Rp1 miliar di wilayah Tangerang tercatat menurun m

Lanjutkan membacaJuni 16, 2017

Q2 2017: Harga Rumah di Yogya Naik 0,12%

RumahCom – Harga perumahan di Yogyakarta mengalami kenaikan secara konsisten pada kuartal I dan II tahun 2017 ini.Rumah.com Property Index mencatat bahwa pada kuartal II-2017, harga perumahan di Yog

Lanjutkan membacaJuli 3, 2017

Tren Harga Rumah Mewah di Tangsel Menurun

RumahCom – Merujuk pada data Rumah.com Property Index terbaru selama kuartal II (Q2) 2017, pergerakan harga rumah tapak untuk rentang Rp1 miliar-Rp2 miliar di Tangerang Selatan mengalami penurunan d

Lanjutkan membacaJuli 10, 2017

Pasar Properti Nasional Mulai Pulih

RumahCom – Portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com, melalui Rumah.com Property Index mencatat bahwa harga properti residensial secara nasional berada pada titik 103 pada kuartal II 2017 ata

Lanjutkan membacaJuli 25, 2017

Ketahui Kondisi Harga Properti Terkini Lewat Property Index

RumahCom – Sebagai portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com selalu berusaha membantu jutaan masyarakat Indonesia dalam menemukan properti yang tepat dan harga yang akurat. Upaya tersebut dir

Lanjutkan membacaApril 19, 2021

Masukan