Banyak gaya makan biaya

RumahCom – Industri properti masih dilihat sebagai salah satu sektor yang potensial untuk mendatangkan investasi asing. Meski demikian, ada ganjalan yang harus diselesaikan.

Industri properti Indonesia saat ini masih belum mampu bangkit dari kelesuan. Berbagai upaya pun dilakukan pemerintah untuk menggairahkan kembali properti di Indonesia.

Head of Research Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, meskipun dalam keadaan lesu, namun potensi properti di Indonesia dinilai sangatlah besar. Hal itu bahkan di akui oleh beberapa developer asing seperti China, Jepang hingga Singapura.

“Mereka semua setuju kalau potensi di Indonesia sangatlah besar,” ujarnya seperti dikutip dari Okezone.

Bahkan lanjut Anton, tak sedikit dari mereka yang sangat tertarik jika ditawari untuk berinvestasi di Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan rela untuk investasi besar untuk bangun properti di Indonesia.

Namun sayangnya niat baik mereka terhalang oleh beberapa faktor nonteknis. Salah satunya adalah faktor regulasi yang dinilai oleh mereka menjadi penghambat utama.

“Rumitnya regulasi membuat developer asing malas masuk ke Indonesia. Misalnya pertanahan, kepemilikan tanah. Jenis-jenis kepemilikan tanah saja macam-macam, belum lagi perizinan, perpajakan. Pokoknya kalau dengar komentar mereka sih seperti itu,” jelas Anton.

“Misalnya mereka tertarik masuk dan saat buka PT di Indonesia dan mau membangun, mereka menemukan masalah seperti itu. Misalnya kita mau pergi ke kelurahan kan itu kalau kita tidak kenal orang dalam dan prosedurnya gimana pasti dipersulit, nah sama seperti itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Rumah.com Property Index mencatat kenaikan indeks harga properti nasional sebesar 0,39% secara quarter-on-quarter dan 2,7% secara year-on-year. (Baca selengkapnya di: Rumah.com Property Index Q2 2017 – Pasar Properti dalam Tahap Pemulihan)

Tak cuma potensi di Tanah Air, pengembang properti di luar negeri juga mengincar konsumen asal Indonesia untuk berinvestasi di negeri Jiran, seperti Malaysia dan Singapura. (Baca selengkapnya di: Pengembang Asing Kepincut Konsumen Indonesia)

Pemerintah bukannya menutup mata dalam hal ini. Agustus tahun lalu, Paket Kebijakan Ekonomi XIII diluncurkan. Kebijakan ini dibuat untuk mempermudah perizinan pengembangan perumahan.

Sekitar setahun berselang, tepatnya 31 Agustus 2017, Paket Kebijakan Ekonomi XV diluncurkan. Paket ini difokuskan untuk mempermudah perizinan pendirian badan usaha.

Meski demikian, kebijakan tersebut belum memberikan porsi khusus untuk investasi asing. Selain itu, sosialisasi ke level daerah juga masih terkendala.

Mayoritas investor properti asing memilih pasar apartemen dengan fitur yang lebih premium. Tertarik mencari apartemen? Lihat pilihannya di sini dengan harga mulai Rp500 jutaan!

Agregasi Okezone

KIRIM KOMENTAR