Pengembang BUMN Wajib Sediakan Apartemen MBR

Fathia AzkiaSeptember 12, 2017

RumahCom – Kebutuhan akan hunian yang terjangkau tiap hari makin bertambah. Di satu sisi, pemain yang tergerak untuk mengembangkan tempat tinggal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) relatif masih didominasi pengembang swasta.

Untuk itulah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, mengarahkan perseroan BUMN yang bergerak di sektor properti untuk ikut mendukung program Satu Juta Rumah lewat pasokan hunian murah.

“Sesuai arahan, pengembang BUMN sekarang diminta menyediakan sedikitnya 25% hunian bagi MBR di satu kawasan proyek. Bahkan harga jualnya harus dibanderol lebih rendah dibanding ketentuan harga dari Pemerintah. Rencananya kami (ADHI) akan menghadirkan apartemen MBR dengan harga kurang dari Rp200 juta,” kata Budi Saddewa Soediro, Direktur Operasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Baca juga: Atasi Problem Kemacetan, ADHI Gencarkan Proyek LRT City

Hunian vertikal bagi MBR yang dihadirkan ADHI rencananya akan tersedia di LRT City Jaticempaka – Gateway Park sebanyak 2 tower, di LRT City Ciracas – Urban Signature (2 tower), dan LRT City Bekasi Timur – Eastern Green (4 tower).

“Meski demikian, kami sebenarnya berharap membidik end-user. Tetapi dari pengalaman sebelumnya, 60% pembeli dari kalangan investor tetap dibutuhkan demi cashflow yang baik untuk pengembangan proyek,” ujarnya.

End-user sendiri, menurut Budi, biasanya baru akan tertarik untuk membeli di kala suatu proyek khususnya apartemen sudah hampir rampung. “Namun yang mengejutkan, di Gateway Park saat ini sudah banyak keluarga muda yang berminat membeli untuk ditinggali. Bahkan mereka sudah melakukan NUP,” ia menambahkan.

Mengingat harga lahan yang sudah terlampau tinggi, ADHI mengakui bahwa porsi untuk MBR nantinya tidak sebanyak unit-unit komersial. Diketahui harga apartemen per meter persegi seperti di kawasan Jaticempaka, Bekasi sendiri sudah di atas Rp10 juta. Terlebih jika lokasinya berdekatan dengan stasiun Light Rapid Transit (LRT).

“Kenaikan apartemen di kawasan sekitar stasiun LRT terbilang pesat. Sekitar bulan Juli, unit apartemen tipe studio di Gateway Park masih dilepas Rp15 juta per m2, sekarang sudah naik menjadi Rp17 juta. Harga ini memang lebih tinggi dibanding pasaran karena kami punya konsep dan akses lebih baik,” terang Project Manager Property LRT City Jaticempaka–Gateway Park, Ibnu Mahmud Junaidi.

LRT City Jaticempaka – Gateway Park dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development, yaitu pengembangan kota dengan kombinasi pendekatan compact, connect, transit, densify, shift, cycle, walk, mix serta mengadaptasi tata ruang campuran (mixed use) untuk memaksimalkan penggunaan angkutan massal LRT.

Dikembangkan di atas lahan seluas 5,9 Ha, proyek hunian tersebut akan menelan investasi sebesar Rp1,9 T. Pemasarannya sudah dilakukan sejak Juli kemarin, dengan catatan telah terjual 90% dari tower pertama.

Mau cari properti dekat LRT? Klik dan cari daftar pilihannya dengan harga mulai dari Rp500 Juta hanya di Perumahan Baru Rumah.com.

 

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

LRT Beroperasi, Cibubur–Cawang Cuma 15 Menit!

RumahCom -  Sebagai pengganti moda transportasi monorel yang urung dilanjutkan, Presiden Joko Widodo menugaskan PT Adhi Karya (Persero), Tbk (ADHI) untuk membangun Light Rail Transit (LRT) sebagai pe

Lanjutkan membacaMaret 24, 2015

LRT: Solusi Terbaik Atasi Kemacetan Jakarta

RumahCom – Sebagai kota megapolitan, Jakarta hari ini tak lepas dari hiruk pikuk dan kepadatan yang seakan menjadi wajah utama Ibukota. Wajar saja, menurut data sensus kependudukan, Jakarta masih m

Lanjutkan membacaMei 19, 2017

Apartemen TOD Laris Diburu Investor

RumahCom - Penyerapan pangsa end user di apartemen berbasis Transit Oriented Development (TOD) hingga kini masih relatif minim. Menurut Djoko Santoso selaku Kepala Divisi Transit Oriented Developmen

Lanjutkan membacaJuni 21, 2017

Kaum Urban Butuh Peradaban Baru

RumahCom – Berbicara tentang problem terbesar masyarakat Jakarta saat ini, semua akan sepakat bahwa kemacetan menjadi masalah serius dan terus menumpuk yang sulit teruraikan.Secara ekonomi, kerug

Lanjutkan membacaJuli 31, 2017

Masukan