67% Masyarakat Indonesia Puas dengan Tren Harga Properti

Wahyu ArdiyantoSeptember 15, 2017

Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat

RumahCom – Berdasarkan hasil survei yang dirilis Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017, sebanyak 63% responden mengaku puas dengan kondisi pasar properti Indonesia pada semester 1 2017. Namun harus diakui angka ini menurun dibanding semester sebelumnya yang mencapai angka 66%.

(Baca juga: Riset: Hunian di Jakarta dan Tangerang Masih Jadi Favorit)

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index sendiri merupakan survei tahunan yang dilakukan oleh Rumah.com bekerjasama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura, dengan total 1.020 responden yang dilakukan pada bulan Januari – Juni 2017.

Terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kondisi pasar properti saat ini. Sebanyak 67% responden menyatakan bahwa mereka mengaku puas dengan terjadinya tren peningkatan harga saat ini. Dan faktor lainnya adalah karena adanya potensi investasi jangka panjang yang bagus dan menguntungkan.

Adapun selain program tax amnesty yang berjalan sesuai target, sejumlah faktor lain yang menyebabkan sektor properti masih terus tumbuh di antaranya target pertumbuhan ekonomi di 2017 diperkirakan mencapai 5,3%.

“Apalagi Indonesia merupakan negara dengan nilai produk domestik bruto (PDB) terbesar se-Asia Tenggara. Sementara rasio PDB terhadap KPR Indonesia masih minim yakni 2,8% per 2015. Angka ini jauh dibawah Singapura yang mencapai 45,9%, Malaysia 37,8%, Thailand 22,3% dan Filipina 3,3%,” ujar Wasudewan, Country Manager Rumah.com.

Di satu sisi Indonesia memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk terbanyak se-Asia Tenggara dan nomor empat di dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 255 juta jiwa dimana persentase usia produktif (15 tahun hingga 64 tahun) mencapai 66,5%. Tak pelak, kebutuhan akan hunian pasti akan terus meningkat.

 “Adapun ketidakpuasan terhadap kondisi pasar properti saat ini lebih karena adanya kenaikan harga yang terlalu cepat dan harga properti yang terlalu mahal dan tidak wajar,” tambah Wasudewan.

“Di sinilah Rumah.com berperan dalam membantu masyarakat menemukan harga properti teraktual dan akurat, melalui Rumah.com Property Index. Ini merupakan terobosan dari Rumah.com, di mana data diolah berdasarkan analisis dari 400.000 listing properti, yang diakses oleh 3,4 juta pengunjung setiap bulannya,” urainya.

97% Masyarakat Indonesia Menyukai Perumahan Klaster

Kondisi ini juga melahirkan ekspektasi terhadap harga properti Nasional ke depannya. Sebanyak 47% responden Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index 2017 meyakini trennya akan terus bergerak ke arah positif.

Dalam enam bulan ke depan masyarakat Indonesia memperkirakan residensial rumah tapak akan mengalami peningkatan harga tertinggi dibandingkan hunian vertikal. Sementara dalam 5 tahun ke depan 43% responden berharap harga properti residensial mampu meningkat lebih dari 10%.

Menyoal ketertarikan survei menunjukkan bahwa sebanyak 97% masyarakat Indonesia cenderung memilih untuk tinggal di dalam perumahan klaster yang dikembangkan developer ketimbang rumah di non klaster (pemukiman warga).

“Perumahan yang berada dekat stasiun commuter line paling diburu oleh pencari properti karena menawarkan waktu tempuh yang lebih cepat dan jadwal keberangkatan yang lebih banyak setiap hari,” terang Wasudewan

“Dan untuk memudahkan pencari properti dalam mengetahui waktu tempuh dari stasiun ke perumahan secara akurat, termasuk juga fasilitas terdekat serta analisis lokasi yang mendalam, masyarakat bisa menyimak Review Properti yang bisa diakses melalui www.rumah.com/review. Ini adalah Review Properti yang pertama dan terlengkap di Indonesia,” tutup Wasudewan.

Tertarik tinggal di perumahan klaster? Cek di sini untuk pilihan hunian klaster dengan harga di bawah Rp500 jutaan!

Wahyu Ardiyanto

Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Riset: Pertumbuhan Properti 2016 di Sejumlah Kota Mengalami Perlambatan

RumahCom - Sebuah data menunjukkan bahwa perkembangan properti di Jakarta mengalami perlambatan pada quartal 1 tahun 2016. Segmentasi properti tersebut mencakup gedung perkantoran, residensial, ritel

Lanjutkan membacaApril 7, 2016

Riset RumahCom: Weekend Bukan Hari Favorit Cari Rumah

RumahCom - Konsumen properti di Indonesia ternyata lebih memilih Kamis sebagai hari terbaik dalam melakukan pencarian rumah. Fakta ini berdasarkan analisis traffic Rumah.com yang memiliki lebih dar

Lanjutkan membacaJuni 23, 2016

Tren Harga Rumah Mewah di Tangsel Menurun

RumahCom – Merujuk pada data Rumah.com Property Index terbaru selama kuartal II (Q2) 2017, pergerakan harga rumah tapak untuk rentang Rp1 miliar-Rp2 miliar di Tangerang Selatan mengalami penurunan d

Lanjutkan membacaJuli 10, 2017

Ketahui Kondisi Harga Properti Terkini Lewat Property Index

RumahCom – Sebagai portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com selalu berusaha membantu jutaan masyarakat Indonesia dalam menemukan properti yang tepat dan harga yang akurat. Upaya tersebut dir

Lanjutkan membacaApril 19, 2021

Masukan