2050, Penduduk Dunia Bakal Tinggal di Kawasan Urban

Fathia AzkiaSeptember 27, 2017

Tokyo_traffic

RumahCom – Pemerintahan era Jokowi-JK diakui memang konsisten dalam percepatan infrastruktur baik di ibukota maupun luar daerah. Sebut saja salah satunya yang terbaru yakni Jalan tol Semarang – Solo seksi III ruas Bawen – Salatiga.

Memandang hasil kerja Pemerintah sekarang, Iwan Sunito, Group CEO dan Komisaris Crown Group, sebuah perusahaan pengembang yang berbasis di Sydney mengatakan, hal ini merupakan kebijakan tepat yang dilakukan khususnya untuk wilayah Jakarta.

“Meski bertujuan untuk menjawab permasalahan transportasi di Ibu Kota, namun hal ini juga berdampak pada percepatan pertumbuhan hunian di Jakarta. Contohnya bisa terlihat dari banyaknya hunian vertikal yang tumbuh di sepanjang jalur MRT dan LRT yang rencananya akan beroperasi tahun 2019,” katanya.

Hunian vertikal semacam ini, imbuhnya, diyakini melahirkan tren baru di mana para pengembang berlomba-lomba membangun proyek yang terintegrasi transportasi massal. Di satu sisi, kondisi ini tentu saja akan mendorong percepatan pertumbuhan sektor properti di Indonesia.

“Perlu diingat juga berdasarkan laporan Departemen Ekonomi dan Sosial PBB pada tahun 2014 mengenai tren urbanisasi global, diproyeksikan 66% penduduk dunia akan tinggal di daerah urban pada tahun 2050. Ini bisa jadi lonjakan yang sangat tinggi jika dibandingkan persentase penduduk dunia yang tinggal di daerah perkotaan pada tahun 1950 hanya mencapai 30%,” papar Iwan.

“Sebuah konsep yang mungkin tidak akan laku terjual pada 20 atau 30 tahun lalu, di mana semua orang menghindari memiliki hunian yang berdekatan dengan jalur kereta,” ia menambahkan.

Lihat juga: Rumah Rp600 Jutaan Dekat Stasiun KRL Terus Diincar

Serupa Kondisi di Australia

Apa yang tengah dilakukan Pemerintah Indonesia saat ini, menurut Iwan, cukup mirip dengan yang terjadi di negara tetangga, Australia.

“Jika dibandingkan dengan Australia, situasi yang dihadapi oleh Indonesia dalam beberapa aspek sangatlah mirip, meskipun Australia sudah melakukannya lebih awal.”

“Contohnya semenjak Australia, khususnya Pemerintah Negara bagian NSW melakukan kebijakan pembangunan infrastruktur. Itu banyak sekali pemukiman baru yang muncul baik itu hunian tapak maupun vertikal yang tumbuh di sepanjang jalur transportasi,” jelasnya.

Baca juga: Kaum Urban Butuh Peradaban Baru

Tak pelak hingga saat ini Kota Sydney diibaratkan menjadi sebuah jaringan laba-laba raksasa yang menghubungkan semua daerah dengan pusat kota. Dan tentu saja hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan industri properti di wilayah tersebut.

“Kami selaku pemain dalam industri properti tentu saja menyambut gembira dengan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini. Pasalnya, langkah ini akan berdampak positif bukan saja untuk industri properti nasional, namun juga untuk masyarakat umum.”

“Di mana waktu tempuh yang dibutuhkan dari rumah ke kantor maupun sebaliknya akan jauh lebih cepat dan efisien, sehingga akan membuat kualitas kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” pungkas Iwan.

Mau cari properti dekat stasiun LRT? Klik dan cari daftar pilihannya dengan harga mulai dari Rp500 Juta hanya di Perumahan Baru Rumah.com.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

TOD, Solusi Bagi Pekerja Urban

RumahCom – Pekerja urban sepertinya akan lebih leluasa lagi saat beraktivitas dari rumah ke tempat kerja. Hal ini dikarenakan mulai tahun 2017 mendatang, diperkirakan proyek Transit Oriented Devlopm

Lanjutkan membacaJanuari 1, 2016

Apartemen, Pilihan Tepat Masyarakat Urban di Surabaya

RumahCom –  Surabaya sebagai jantung kota provinsi Jawa Timur, cukup pantas bila disandingkan dengan Kota Jakarta, khususnya dalam hal perkembangan properti dan potensi investasi di sana. Sepert

Lanjutkan membacaAgustus 24, 2016

JR Connexion, Praktiskan Mobilitas Kaum Urban

RumahCom – Beberapa tahun lalu, sebagian besar masyarakat mungkin masih belum tertarik untuk memiliki rumah di wilayah satelit. Alasannya, meski harga rumahnya relatif lebih terjangkau dibanding

Lanjutkan membacaFebruari 20, 2017

Kaum Urban Butuh Peradaban Baru

RumahCom – Berbicara tentang problem terbesar masyarakat Jakarta saat ini, semua akan sepakat bahwa kemacetan menjadi masalah serius dan terus menumpuk yang sulit teruraikan.Secara ekonomi, kerug

Lanjutkan membacaJuli 31, 2017

Properti Komersial di Suburban Jakarta Menggeliat

RumahCom – Pertumbuhan properti komersial yang sangat pesat di kawasan pinggiran Ibukota berhasil meningkatkan daya tarik hunian di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi di mata pencari proper

Lanjutkan membacaAgustus 3, 2018

Masukan