Pengembang Mulai Padukan Gaya Konvensional dan Digital

Fathia AzkiaNovember 12, 2018

cara menjual properti

RumahCom – Berkembangnya tren digital hari ini seolah sudah menjamur ke segala sisi. Gaya hidup manusia pun lambat laun berubah menjadi lebih praktis dan efisien. Hingga akhirnya, aktivitas yang semula bersifat konvensional perlahan digantikan dengan serba online.

Dalam kegiatan ekonomi, hadirnya beberapa situs belanja online, portal properti, situs reservasi tiket pesawat dan masih banyak lagi, juga menjadi segelintir bukti yang menunjukkan bagaimana masyarakat sangat membutuhkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Tren dunia online, dikatakan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Tjahya Widayanti, dalam sebuah acara di BSD, Jumat (02/11), tidak hanya mampu memengaruhi gaya hidup orang Indonesia semata.

“Lebih dari itu, berpengaruh juga terhadap cara pelaku usaha dalam memasarkan atau menjual suatu produk, tak terkecuali properti. Sektor ini menjadi salah satu sektor yang tumbuh sangat pesat. Untuk diketahui, pertumbuhan ekonomi yang rata-rata mencapai 5,15% dalam lima tahun terakhir serta tingginya daya beli masyarakat di bidang properti, telah meningkatkan pertumbuhan jasa konstruksi selama tiga tahun terakhir mencapai lebih dari 30%,” terang Tjahya.

Baca juga: Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga properti per kuartal di berbagai lokasi favorit

Mengikuti arus tren dan kebutuhan pasar yang berlaku, para pengembang properti pun sudah mulai menyesuaikan teknik marketing­-nya dengan mengadopsi gaya digital. Meski begitu, tetap saja cara konvensional belum bisa diabaikan sepenuhnya lantaran masih punya efektivitas yang mumpuni.

“Contohnya pameran sebagai media pemasaran. Ini (pameran) tidak hanya dapat dilihat, tapi juga bisa divisualisasikan oleh calon konsumen. Namun balik lagi, cara konvensional satu ini akan berhasil apabila pengembang mampu mengemas booth dan gimmick yang bagus, sehingga bisa merangsang konsumen untuk merasa ingin tahu akan produk yang dipasarkan,” ujar Hermon Simanjuntak, Marketing & Sales Division Head PT Bakrie Swasakti Utama.

Teknik konvensional lainnya yang masih diklaim ampuh dalam pemasaran properti, imbuh Simon, adalah networking yang dilakukan demi menjaring konsumen potensial sampai referral.

Jangan sembarangan, jangan termakan bujuk rayu bagian pemasaran. Beli apartemen? Agar tenang dan aman, siapkan daftar pertanyaan.

(Untuk kenyamanan dan keamanan dalam membeli apartemen gunakan jasa agen properti dengan spesialisasi apartemen di Rumah.com)

Selektif Memilih Media Pemasaran

Di lain sisi, menghadapi fakta bahwa kebutuhan akan digital marketing sudah sangat tinggi, pengembang Bakrie Swasakti Utama dalam mempromosikan proyek The Masterpiece dan The Empyreal ikut memanfaatkan sejumlah channel berbasis daring tanpa terkecuali lewat media sosial.

The Masterpiece dan The Empyreal merupakan apartemen siap huni yang dibangun untuk menjawab keinginan masyarakat atas hunian yang tenang dan nyaman di jantung kota Jakarta. Apartemen ini menyasar konsumen dari kalangan ekspatriat, profesional, pebisnis, eksekutif muda maupun investor.

Apartemen ini dilengkapi beragam fasilitas kelas atas sekelas hotel bintang lima. Mulai dari kolam renang, private lift, taman dan trek jogging, hingga sistem keamanan canggih yang beroperasi selama 24 jam.

(Mau beli apartemen? Simulasikan dulu cicilan KPA Anda perbulannya lewat Kalkulator KPA dari Rumah.com)

“Untuk mengekspos The Masterpiece dan The Empyreal kepada khalayak luas, kami sudah melakukan berbagai mekanisme seperti content marketing, SEO, social media ads, targeting audience, hingga google ads. Uniknya, dengan digital marketing kami bisa menjangkau audiensi sesuai dengan pangsa pasar yang ingin kami tuju, mulai dari jabatannya, kepemilikan mobil mewah, kota, umur, sampai pendidikannya,” imbuh Hermon.

Dalam menjalankan metode digital marketing, Bakrie Swasakti Utama memanfaatkan berbagai channel seperti Facebook, Instagram, Youtube, dan portal properti.

“Banyak kemudahan bagi masyarakat di era saat ini untuk mengakses informasi yg dibutuhkan hanya dengan smartphone atau perangkat lain. Untuk itu kami sebagai pengembang harus pandai memilah-milah media digital mana yang sesuai dengan proyek properti yang kami kembangkan. Apalagi selalu ada hal baru di dunia digital yang patut dicoba dan dievaluasi efektivitasnya,” katanya.

“Apalagi mengingat proyek kami The Masterpiece dan The Empyreal punya target konsumen yang sangat terbatas. Satu hal, yang bisa membuat ini sukses adalah bagaimana kami mengemas satu content marketing agar menarik dan bisa menarik konsumen baru,” tukasnya.

Jika Anda merupakan pembeli hunian pertama dan masih ragu dengan rumah tinggal incaran Anda, tanyakan apa saja informasi yang dibutuhkan melalui Tanya Agen.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Memahami Siklus Properti di Tahun Politik

RumahCom – Jelang tahun politik tidak sedikit developer memilih untuk menahan diri dalam melakukan ekspansi usahanya.Alih-alih melakukan ekspansi, faktanya beberpa developer malah mengambil sikap ko

Lanjutkan membacaApril 23, 2018

Pasar Masih Lesu, Apa yang Bisa Dilakukan Pengembang?

RumahCom – Di tengah kondisi pasar yang belum pulih sepenuhya, para pengembang properti berloma-lomba untuk menggenjot penjualan demi memenuhi target market sales.Untuk itu, kreativitas dan inovasi

Lanjutkan membacaAgustus 1, 2018

Pengembang: Kami Pelajari Apa yang Milenial Butuhkan

RumahCom – Perbandingan antara rata-rata kenaikan upah pekerja dengan rata-rata kenaikan harga properti khususnya rumah, menimbulkan kecemasan bahwa generasi milenial akan kesulitan memiliki rumah.

Lanjutkan membacaOktober 19, 2018

Masukan