LRT Dorong Pertumbuhan Properti dan Ekonomi

Fathia AzkiaNovember 21, 2018

LRT gateway park

RumahCom – Menurut situs lrtjabodebek per tanggal 9 November 2018, pembangunan LRT Jabodebek tahap 1 telah mencapai 48,3%. Untuk persentase dari lintas pelayanan Cawang-Cibubur sudah mencapai 70,7%.

Sedangkan pada lintas pelayanan Cawang-Dukuh Atas saat ini mencapai 36,3%, dan Cawang-Bekasi Timur telah mencapai 41,2%.

Harun Al Rasyid, Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi mengatakan, “Selama ini, problem masyarakat kaum suburban yang tinggal di Bekasi adalah masalah kemacetan. Setelah nanti LRT beroperasi, publik khususnya kaum suburban yang tinggal di Bekasi akan dipermudah dengan bertambahnya pilihan moda transportasi.”

Ketahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli lewat Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!

Hal ini tentunya akan membuat mobilitas kaum suburban semakin cepat. Bila saat ini dari Bekasi menuju pusat kota Jakarta membutuhkan waktu lebih dari satu jam, dengan LRT akan lebih cepat menuju pusat-pusat bisnis di Jakarta.

Selain berkurangnya waktu tempuh perjalanan bagi kaum suburban, lebih dari itu, akan mampu memecah titik kemacetan yang selama ini menghantui masyarakat.

Keberadaan LRT juga akan berdampak terhadap tumbuhnya kawasan hunian yang berada di sekitar stasiun LRT. Kaum suburban akan memilih hunian yang berdekatan dengan stasiun LRT karena sangat memudahkan mobilitas.

Di negara-negara lain, hunian yang berdekatan dengan akses transportasi akan menjadi pilihan kaum suburban. Efek lain yang tidak kalah penting adalah peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun LRT.

Jangan sembarangan, jangan termakan bujuk rayu bagian pemasaran. Beli apartemen? Agar tenang dan aman, siapkan daftar pertanyaan.

(Untuk kenyamanan dan keamanan dalam membeli apartemen gunakan jasa agen properti dengan spesialisasi apartemen di Rumah.com)

Adanya kawasan dengan konsep TOD (Transit Oriented Development) di sisi stasiun LRT, juga akan memberikan dorongan aktivitas ekonomi. Ibaratnya, ‘ada gula, ada semut’.

Sebab di stasiun LRT akan terjadi mobilitas manusia. Itu juga yang menjadi magnet bergeraknya aktivitas ekonomi. Keberadaan sarana kuliner, maupun perniagaan lainnya, akan memberikan dampak ekonomi yang besar.

Menurut Pengamat Properti, David Cornelis, properti yang ada di kawasan stasiun LRT memiliki nilai investasi tinggi. Lantaran adanya konsep pengembangan properti berorientasi transit yang akan masif ke depannya.

“Kota megakosmopolitan seperti Jakarta, memerlukan kawasan TOD sebagai jawaban terhadap kemacetan, karena nantinya hunian maupun komersial yang ada, akan terintegrasi satu sama lain dan satu area sistem transportasi massal seperti TransJakarta, Kereta Komuter, LRT, MRT serta BRT (Bus Rapid Transit),” jelasnya.

Keberadaan LRT Jabodebek yang seolah memberi angin segar bagi industri properti, dirasakan pula oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP).

Melalui LRT City Jaticempaka – Gateway Park, proyek kerja sama antara PT Adhi Commuter Properti dengan Urban Jakarta Propertindo ini terletak sisi stasiun LRT Jatibening Baru. Berdiri di lahan seluas 5,2 Ha, rencananya akan dikembangkan lima tower apartemen dengan total unit sebanyak 3.744 unit.

(Eits, jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com!)

LRT City Jaticempaka – Gateway Park dikembangkan dengan menerapkan 5 prinsip Transit Oriented Development (TOD). Yakni Walkable, dimana semua fasilitas kawasan didesain berdekatan dan dapat diakses dengan mudah hanya berjalan kaki. Connect, yaitu terhubung langsung dengan Stasiun LRT.

Shift & Transit, terdapat LRT dan Shuttle Bus yang disediakan untuk menghubungkan kawasan dengan tujuan/transportasi publik yang lain. Densify, residential building dikembangkan secara vertikal untuk mengoptimalkan lahan. Mixed Use, yaitu adanya perpaduan berbagai fungsi bangunan yaitu residensial dan komersial dalam satu kawasan.

“Dari total unit yang tersedia sebanyak 529 unit, sampai dengan saat ini sudah terjual sebanyak 90%. Pembelinya dominan investor sebanyak 65%, sementara sisanya merupakan milenial muda. Konsumennya sendiri masih dari ring 1, sekitar Bekasi dan Jakarta Timur,” ujar Ibnu Mahmud Junaidi, Project Director LRT City Jaticempaka – Gateway Park.

Harga jual untuk unit apartemen terkecilnya sendiri (Studio) dipatok Rp528 jutaan. Banderol tersebut sudah naik 35% dibandingkan harga awal yakni Rp390 juta.

Di kawasan LRT City Jaticempaka – Gateway Park, juga akan dibangun pusat perbelanjaan empat lantai dengan luas saleable area lebih kurang 18.000 m2 yang dikembangkan di lahan seluas 10.000 m2.

(Cek di sini untuk simulasi cicilan apartemen Anda perbulannnya lewat kalkulator KPA dari Rumah.com)

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Apartemen TOD Laris Diburu Investor

RumahCom - Penyerapan pangsa end user di apartemen berbasis Transit Oriented Development (TOD) hingga kini masih relatif minim. Menurut Djoko Santoso selaku Kepala Divisi Transit Oriented Developmen

Lanjutkan membacaJuni 21, 2017

Kaum Urban Butuh Peradaban Baru

RumahCom – Berbicara tentang problem terbesar masyarakat Jakarta saat ini, semua akan sepakat bahwa kemacetan menjadi masalah serius dan terus menumpuk yang sulit teruraikan.Secara ekonomi, kerug

Lanjutkan membacaJuli 31, 2017

Properti di Titik LRT, Apa Untungnya?

RumahCom – Pembangunan proyek transportasi massal kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) terus dikebut. Pemerintah menargetkan LRT akan rampung dan siap beroperasi sekitar pertengahan tahun 2019.Ta

Lanjutkan membacaDesember 11, 2017

ROI Hunian TOD Capai 42%

RumahCom – Konsep Transit Oriented Development atau disingkat TOD belakangan ini nyaring terdengar. Berbagai pengembangan konsep tersebut dilakukan secara masif tidak hanya dilakukan di dalam kota,

Lanjutkan membacaFebruari 1, 2018

Konsep TOD Jadi Penggerak Aktivitas Pasar Properti

RumahCom – Walaupun kondisi sektor properti dalam negeri cenderung lesu, namun menurut Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia, aktivitas pasar diperkirakan akan meningkat sekali la

Lanjutkan membacaMaret 1, 2018

Masukan