Empat Media Efektif untuk Jual Properti

Fathia AzkiaDesember 7, 2018

harvest city-rumah 200 jutaan

RumahCom – Memasang iklan adalah hal yang wajib dilakukan pengembang properti. Iklan menjadi media bagi developer untuk memperkenalkan properti yang dijual. Namun biaya iklan tak bisa dibilang kecil sehingga pengembang harus pandai menyusun strategi beriklan.

Iklan berfungsi sebagai alat promosi yang harus disampaikan dengan cara semenarik mungkin. Tujuannya, agar target konsumen merasa tertarik terhadap sesuatu yang ditawarkan di dalamnya, baik itu rumah, apartemen, ataupun ruko.

Baca juga: Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga properti per kuartal di berbagai lokasi favorit

Di dalam iklan pengembang bisa mencantumkan beberapa informasi seputar produk yang dijual. Seperti gambar rumah, harganya, bahkan cara pembeliannya.

Beriklan juga bisa dilakukan lewat berbagai media mulai dari media cetak, brosur, spanduk, elektronik, media baru seperti internet, maupun event.

  1. Media cetak

Memasang iklan di media cetak seperti koran dan majalah bisa menjangkau konsumen yang luas. Namun biayanya relatif mahal. Untuk sekali tayang, pengembang perlu mengeluarkan bujet belasan bahkan puluhan juta rupiah.

Keunggulan beriklan di koran dan majalah adalah pengembang bisa memilih media, dengan segmen pembaca yang sesuai dengan target konsumen dari produk yang dirilis.

Selain itu, tidak seperti iklan elektronik yang penampilannya terbatas durasi, iklan cetak bisa dibaca tanpa harus terburu-buru. 

  1. Media elektronik

Beriklan lewat elektronik terutama televisi, biasa dilakukan langsung oleh pengembang perumahan skala nasional. Pasalnya, iklan elektronik membutuhkan biaya yang besar.

Sebagai contoh, untuk iklan satu kali tayang berdurasi 30 detik biayanya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Apalagi jika membeli slot tayangan dengan minimal durasi 30 menit.

Simak juga: Mau tahu kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!

Di satu sisi, memasang iklan di televisi sebenarnya bertujuan untuk mengejar citra produk (brand image). Secara umum, produk-produk yang diiklankan di televisi dipandang lebih bergengsi dibandingkan produk yang tidak beriklan di televisi.

Mau KPR rumah dan bingung menentukan pilihan suku bunga KPR? Ketahui plus minusnya!

  1. Brosur, leaflet, katalog, spanduk, dan sejenisnya

Brosur dan spanduk termasuk media cetak. Keunggulan kedua media ini persebarannya bisa diatur sesuai area yang menjadi sasaran.

Dengan menempatkan spanduk di tempat-tempat yang strategis dan menyebarkan brosur ke lokasi yang menjadi target, promosi melalui brosur dan spanduk bisa jadi lebih efektif. Akan tetapi jika memasang spanduk, perhatikan biaya perizinan pajak yang mungkin perlu dikeluarkan.

  1. Media Online

Opsi terakhir ini bisa dibilang adalah yang paling efektif. Sebab penelitian menunjukkan, bahwa perkembangan kelas menengah di Indonesia diikuti perkembangan penggunaan internet.

Sehingga jika dulu para pencari rumah mendatangi langsung kawasan-kawasan yang menjadi incaran, sekarang mereka lebih dulu mencari di internet. Setelah menemukan beberapa kandidat perumahan, barulah mereka mengunjungi lokasinya dan menghubungi agen pemasaran.

Mengikuti pergeseran ini, PT Dwikarya Langgeng Sukses selaku pengembang Harvest City mulai intensif menyasar potensi pasar di media sosial. Salah satunya dengan melakukan kegiatan pemasaran yang melibatkan kalangan seperti blogger hingga Youtuber.

Produk yang ditawarkan untuk meraup pangsa pasar ini adalah rumah Rp200 jutaan, yang dinilai cocok untuk segmen milenial yang disebut paling aktif menggunakan media sosial.

Baca juga: Panduan Lengkap Beli Rumah Pertama

“Kami mulai kombinasikan strategi komunikasi di lapangan dengan dunia maya. Sejak Juli lalu kami sudah mulai intensif masuk, salah satunya melalui instagram. Cukup besar respon dari dunia maya terhadap Harvest City, trend positifnya terus meningkat. Secara bertahap kami akan benahi program komunikasi marketing kami  di dunia digital,” ujarnya.

Selain itu dalam promo penjualannya, manajemen menawarkan program gratis biaya BPHTB, subsidi biaya KPR, paket cashback hingga voucher belanja bernilai jutaan rupiah bagi calon pembeli. Pengembang menargetkan penjualan senilai Rp30 miliar di bulan Desember.

Tidak hanya rumah harga Rp200 jutaan, Harvest City juga merilis klaster Sweet Alba yang dibanderol seharga Rp460 jutaan untuk tipe 40/90 hingga Rp795 jutaan untuk rumah dua lantai tipe 69/120.

Jika Anda merupakan pembeli hunian pertama dan masih ragu dengan rumah tinggal incaran Anda, tanyakan apa saja informasi yang dibutuhkan melalui Tanya Properti di Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Juli 2021

RumahCom – Di bulan Juli 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begitu s

Lanjutkan membacaJuli 7, 2021

Bogor, Lokasi Pas Bagi Investor Baru

RumahCom – Pasar hunian tapak di Bogor makin dilirik banyak orang. Berdasarkan catatan Rumah.com Property Index, rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar di Bogor pada Q1 2017 hingga menjelang akh

Lanjutkan membacaMaret 29, 2018

Masukan