87% Milenial Punya Rencana Beli Rumah

Fathia AzkiaDesember 13, 2018

pasar properti apartemen

RumahCom – Kaum milenial rupanya masih betah berlama-lama tinggal di rumah orang tua. Kebanyakan dari mereka baru akan hidup mandiri jika sudah menikah. Kebudayaan timur juga ikut memengaruhi keputusan seseorang untuk tinggal terpisah dari orang tua.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index melakukan survei terhadap 1.000 orang di kota-kota di Indonesia. Dari total responden, sebanyak 63% di antaranya berada di golongan generasi milenial, yakni usia 22-35 tahun. Dari total responden milenial ini, sebanyak 51% mengaku masih tinggal di rumah orang tua.

Meskipun tergolong lama dalam memutuskan untuk tinggal terpisah dari orang tua, para milenial ini rupanya tetap menyadari pentingnya punya rumah sendiri. Sebanyak 87% responden milenial yang mengaku masih tinggal di rumah orang tua mengaku sudah merancang strategi untuk membeli rumah.

Lebih jauh, survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index menunjukkan bahwa mayoritas responden milenial menetapkan rencana untuk keluar dari rumah orang tua pada rentang usia 25-30 tahun.

Ketika diminta untuk menyebutkan alasan-alasannya, sebanyak 59% menyertakan ‘Belum Menikah’ sebagai salah satu faktornya. Alasan lain yang banyak disertakan adalah belum punya uang (53%). Sementara alasan ‘Menjaga Orang Tua’ dicantumkan oleh 47% responden.

(Eits, jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com!)

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, berpendapat bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa keputusan untuk membeli rumah masih amat dipengaruhi oleh adat-istiadat ‘Timur’.

Banyak orang melihat rumah adalah kebutuhan bagi orang yang sudah berkeluarga sehingga sebelum menikah, kebanyakan orang belum memikirkan untuk membeli rumah.

“Pemikiran ini perlu di-challenge kembali. Saat sudah menikah apa lagi punya anak, kebutuhan finansial akan semakin besar. Ketika menikah, masyarakat kita terbiasa untuk mengeluarkan banyak uang untuk resepsi. Betulkah ini yang diperlukan? Coba berpikir lebih jauh, ketika kemudian selepas menikah akan memiliki anak, Anda masih harus mempersiapkan untuk biaya persalinan,” katanya

Ia menambahkan, “Lalu masa depan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari. Jika ditambah dengan biaya cicilan rumah, beban finansial itu akan semakin besar. Yang banyak terjadi, kebutuhan membeli rumah akhirnya dikorbankan dan sebuah keluarga mengandalkan tinggal di rumah orang tua.”

Di satu sisi, bagi pencari rumah yang masih ragu dalam mengambil keputusan membeli properti, masyarakat bisa mengunjungi Rumah.com/panduan. Di dalamnya terdapat panduan lengkap, mulai dari cara mengumpulkan uang untuk uang muka, memilih cicilan yang ideal, hingga menimbang-nimbang lokasi terbaik,” kata Ike.

Pengembang Siapkan Skema untuk Milenial

Sejalan dengan keinginan milenial untuk memiliki hunian sendiri, pengembang apartemen seperti PT. Risland Sutera Property yang mengembangkan proyek Sky House Alam Sutera+ merancang strategi khusus.

Adalah kemudahan cara bayar dengan harga jual yang terjangkau, yakni Rp400 juta untuk tipe Studio dengan luas 18 meter persegi. Target pasar dari apartemen ini adalah generasi milenial, di samping juga ada beberapa investor.

“Kami buka penjualan untuk tipe Studio sebanyak 200 unit dan sudah sold out 60%. Komposisi pembelinya 60% investor dan 40% end user yang merupakan kawula muda,” ucap Robby Gunawan, Marketing Manager Sky House Alam Sutera+.

Untuk kenyamanan dan keamanan dalam membeli apartemen gunakan jasa agen properti dengan spesialisasi apartemen di Rumah.com

Proyek apartemen ini direncanakan dibangun dalam lima tower dengan jumlah hunian mencapai 5.000 unit. Pengembang yakin bisa menjual sisa 40% unit di tower pertama pada akhir tahun 2018.

Keoptimisan ini didasari lantaran lokasi apartemen yang berada cukup dekat dengan Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Diperkirakan, saat infrastruktur ini selesai pada 2019 jarak tempuhnya tak kurang dari 15 menit dengan Kunciran Junction.

Melalui tol Kunciran–Serpong, jarak ke BSD City terpaut 11,19km. Dan ini dapat menghemat waktu hingga 20 menit jika dibandingkan dengan jalur tanpa tol.

Kemudian terdapat tol Kunciran–Cengkareng, sehingga jarak ke bandara yang awalnya 26km menjadi 14,19km. Tol ini direncakan beroperasi penuh di April 2019.

Dengan adanya infrastruktur terbaru ini, bukan hanya nilai tanah di kawasan Alam Sutera yang beranjak naik, melainkan juga  mempermudah mobilitas warga.

Ketahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli lewat Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Menakar Untung Investasi Apartemen Mahasiswa

RumahCom – Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru dalam hal hunian mahasiswa. Rumah kos yang selama ini lekat dengan tempat tinggal mahasiswa, di beberapa kota besar kini sudah beralih

Lanjutkan membacaJuni 23, 2019

Proyek TOD Tak Bisa Dibangun Sembarangan!

RumahCom – Berdasarkan data Badan Pusat Statisik, jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2015 mencapai 10,18 juta jiwa. Kemudian meningkat menjadi 10,28 juta jiwa pada 2016, dan bertambah menjadi 10,37

Lanjutkan membacaDesember 6, 2018

Hunian TOD Tumpuan Bagi Kaum Komuter

RumahCom – Data Kereta Komuter Indonesia menyebut, hingga Juni 2018 rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai lebih dari 1 juta pengguna pada hari kerja.Belum lagi ditambah dengan ribuan bahka

Lanjutkan membacaDesember 12, 2018

Masukan