lokasi yang wajib dimiliki investor properti

RumahCom – Bagi investor properti, pemilihan lokasi investasi yang tepat bisa dibilang sebagai salah satu kunci sukses bisnis. Itu sebabnya seorang investor wajib update informasi properti secara komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, hingga ke harga hunian baik perumahan maupun apartemen di Indonesia. Nah, lokasi favorit seperti inilah yang wajib dimiliki.

Untuk menggali informas seperti Anda bisa menelusuri Rumah.com Property Index yang merupakan hasil analisis dari 400.000 listing properti yang diakses 3,4 Juta pengunjung setiap bulan. Jadi Anda bisa tahu timing buyer, kenapa harga turun atau naik, hingga penyebab yang mendasarinya.

Untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli, Anda bisa cari tahu lewat Rumah.com Property Affordability Sentiment Index, yang diolah melalui data survei yang dilakukan terhadap 1.000 lebih responden dari berbagai wilayah di Indonesia.

Berdasarkan Laporan Wilayah Pencarian Favorit Pengunjung Rumah.com yang disarikan dari data Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2017, lokasi favorit untuk properti dijual saat ini porsi terbesar masih dipegang DKI Jakarta dan Jawa Barat. Di mana untuk apartemen dijual posisi pertama ditempati DKI Jakarta, disusul Jawa Barat dan Banten.

Sedangkan pada rumah dijual, masyarakat ternyata lebih menyukai Jawa Barat ketimbang DKI Jakarta. Alasan harga disinyalir sebagai penyebabnya. Harga rumah di Ibukota memang sudah terlampau tinggi, sehingga banyak orang memutuskan untuk mencari hunian di pinggir kota seperti Depok, Bekasi, dan Bogor yang masuk dalam wilayah Jawa Barat.

Namun yang menarik hasil survei juga mengungkap sebanyak 92% dari konsumen properti di Indonesia menempatkan lokasi sebagai faktor penting dalam pemilihan hunian. Selain itu para pencari properti di Indonesia menganggap keamanan lingkungan juga sebagai salah satu faktor penting dalam mempertimbangkan pembelian rumah baru maupun apartemen baru.

Saat ini mayoritas pencari rumah di Indonesia merupakan pembeli rumah pertama kali, termasuk keluarga baru. Tak heran, mereka akan lebih memprioritaskan hunian yang dekat dengan sekolah bagus, tempat menitipkan anak, hingga swalayan.

“Jadi jika lokasi suatu perumahan dekat dengan sekolah-sekolah favorit, besar kemungkinan harga rumah di sana akan terdongkrak,” ujar Marine Novita, Country Manager Rumah.com.

Hal yang disebutkan di atas juga menjadi faktor yang mendorong sejumlah pengembang dan investor properti tetap membangun perumahan baru di wilayah Jakarta. Sebagai contoh sebut saja Perumahan Metland Menteng yang dikem­bang­kan PT Metropolitan Land yang baru saja meluncurkan produk barunya lewat tipe Peony Gold. 

Sebelum berinvestasi ada baiknya Anda menyimak kaleidoskop properti 2017 guna memahami segala hal yang terjadi seputar dunia properti Indonesia di 2017.

Meski dipasarkan hanya 30 unit, namun luas tanahnya terbilang cukup besar untuk ukuran rumah di Jakarta, yakni 160 m2. Ditawarkan dengan harga di kisaran Rp2,1 miliar, plus bebas biaya-biaya KPR, biaya AJB serta bebas BPHTB. Simulasikan cicilan KPR per bulannya dengan kalkulator KPR persembahan Rumah.com

Ya, pasar hunian residensial di Jakarta memang masih menjadi magnet bagi banyak orang, baik dari sisi konsumen maupun investor. Tengok saja pergerakan median harga hunian, baik rumah tapak maupun apartemen, berdasarkan data Rumah.com Property Index.

Jika di Q4 2016 median harganya tercatat Rp20,75 juta per meter persegi, maka pada Q4 2017 harganya kini sudah meroket menjadi Rp22,73 juta per meter persegi. Sedang Jawa Barat meski menjadi wilayah pencarian favorit untuk rumah dijual namun pergerakan median harganya malah berbanding terbalik.

Di Q4 2016 Jawa Barat sempat mencatat median harga di Rp7,78 juta per meter persegi, namun pada Q4 2017 median harganya justru turun menjadi Rp7,47 juta per meter persegi. Dan sebagai salah satu penyumbang suplai residensial terbesar, indeks harga Jawa Barat justru mengalami penurunan sebesar 4% secara year-on-year (y-o-y) pada Q4 2017.

Sedang area penyuplai residensial populer lainnya seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil. Nah, buat Anda yang berniat menjadi investor properti wilayah-wilayah seperti inilah yang potensial untuk dijadikan lahan berinvestasi.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Wahyu Ardiyanto
Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

KIRIM KOMENTAR