Sejak Ada Tol Soroja, Hunian di Bandung Selatan Jadi Buruan

Fathia AzkiaMaret 26, 2018

Analisa Bandung Timur dan Selatan

RumahCom – Pengoperasian jalan Tol Soreang – Pasir Koja (Soroja) pada akhir tahun lalu mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bandung Selatan, khususnya warga Soreang hingga Pataruman, Kopo, dan Margaasih.

Keberadaan jalan bebas hambatan sepanjang 10,6 kilometer itu berhasil memangkas jarak tempuh Bandung Selatan dengan Kota Bandung.

Seperti diungkapkan Presiden RI Joko Widodo saat peresmian, Tol Soroja memungkinkan perjalanan dari Kota Bandung menuju Soreang atau sebaliknya hanya butuh waktu 12 menit saja. Padahal sebelum ada tol, perlu waktu tempuh sampai 1,5 jam.

Imbasnya, konektivitas dan mobilitas sektor ekonomi dari dan menuju Bandung Selatan semakin tinggi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Agung Suryamal, memperkirakan kondisi tersebut akan mengerek perekonomian Bandung Selatan hingga 30%. “Saya prediksi angka itu akan dicapai dalam empat atau lima tahun ke depan,” katanya.

Simak juga: Daftar Rumah Harga di Bawah Rp750 Juta di Bandung

Sektor-sektor yang diperkirakan tumbuh di antara lain tekstil, pariwisata, pertanian dan agroindustri. “Industri tekstil Bandung Selatan akan semakin berkibar karena waktu tempuh pengiriman barang akan semakin efektif,” ia menjelaskan.

Sementara di sektor pariwisata, tidak hanya berbasis wisata alam melainkan juga wisata kreatif layaknya Jatim Park di Jawa Timur, atau museum dengan tema tertentu. Di satu sisi, waktu tempuh yang semakin efektif akan mendorong ekspor tekstil dan agroindustri dari Bandung Selatan. 

“Bandung Selatan akan membantu perekonomian nasional dari pariwisata dan ekspor. Karena kita tahu, pemerintah pusat fokus pada dua hal itu untuk menstablikan perekonomian,” terangnya.

Kadin Jawa Barat yang beranggotakan lebih dari 20 ribu pelaku usaha pun menyambut baik perkembangan infrastruktur Bandung Selatan. (Gunakan kalkulator KPR untuk simulasi cicilan rumah impian!)

Bandung Selatan menurut Agung, akan menjadi primadona investasi baru mengalahkan wilayah utara. “Karena lahan di Bandung Utara sudah sangat terbatas plus adanya peraturan KDB (Koefisien Dasar Bangunan), serta isu-isu menyangkut lingkungan, tata ruang hingga resapan air,” katanya.

Di lain sisi, kemacetan Kota Bandung saat ini sudah sulit diurai. Merujuk data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, Bandung termasuk salah satu kota terpadat di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 2,6 juta jiwa pada tahun 2016.

Dengan rasio 14 ribu jiwa perkilometer kota ini  telah melebihi kapasitas. Idealnya, jumlah kepadatan penduduk per kilometer persegi di Bandung hanya dihuni oleh 850 orang.

Karena kondisi tersebut, masyarakat Bandung mulai mencari alternatif lokasi baru untuk hunian. Daerah yang memiliki akses mudah, lingkungan yang nyaman serta fasilitas publik yang lengkap, seperti wilayah Bandung Selatan mulai jadi pilihan utama.

Ditambah dengan potensi wisata alam yang melimpah, Bandung selatan memiliki prospek bagus bagi masyarakat sekitar, termasuk Jakarta dan daerah lainnya.

Mau cari rumah di Bandung Selatan? Tak perlu datang langsung, cukup dengan akses Perumahan Baru dan Review Properti.

Tren Harga Bergerak

Menurut Rumah.com Property Index, median harga properti di Bandung mengalami peningkatan yang dinamis mulai dari kuartal satu (Q1) hingga di Q3 2017. Pada Q1 harga berada di kisaran Rp10,66 juta per meter persegi, naik 2,64% menjadi Rp10,94 juta di kuartal selanjutnya.

Sedangkan kenaikan 1,22% terjadi pada Q3 sehingga menyebabkan harga terkoreksi positif menjadi Rp11,07 juta per meter persegi. Jika dirata-ratakan, properti di Bandung mampu mencatat kenaikan sekitar 2% tiap kuartal.

Meski sempat mengalami penurunan hingga -1,92% pada Q4 2017, namun tren harga kembali stabil mencapai 2,33% di menjelang penutupan kuartal pertama tahun ini.

Sejak proyek Tol Soroja dikerjakan, harga properti khususnya rumah tapak di kawasan Katapang dan Soreang menjadi semakin menarik. Sebelumnya harga properti di dua area ini berkembang tidak secepat kawasan yang lebih dekat dengan Kota Bandung karena kepadatan lalu lintas yang tinggi.

Namun dalam tiga tahun terakhir peningkatannya berada di kisaran 15-20% per tahun. Saat ini, harga tanah di Katapang dan Soreang sudah berada di kisaran Rp2 juta – Rp3 juta per meter persegi tergantung lokasinya.

Jika kurang memahami karakteristik area di Bandung Selatan, manfaatkan jasa agen properti spesialis untuk membantu pembelian rumah dan apartemen Anda.

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ketahui Kondisi Harga Properti Terkini Lewat Property Index

RumahCom – Sebagai portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com selalu berusaha membantu jutaan masyarakat Indonesia dalam menemukan properti yang tepat dan harga yang akurat. Upaya tersebut dir

Lanjutkan membacaAgustus 13, 2019

Harga Apartemen di Bandung Terkoreksi

RumahCom - Harga apartemen di Bandung mengalami koreksi pada kuartal kedua 2017, melanjutkan tren negatif yang dimulai sejak kuartal sebelumnya.Median harga apartemen di Bandung pada kuartal kedua (Q2

Lanjutkan membacaSeptember 17, 2017

Harga Rumah di Bandung Tumbuh Dinamis

RumahCom – Kota Bandung terus menunjukkan eksistensinya dalam perkembangan pasar properti. Diperkuat dengan sektor ekonomi, pendidikan, kuliner, teknologi, hingga industri kreatif, pencari hunian m

Lanjutkan membacaOktober 26, 2017

RPI: Properti di Yogyakarta Tumbuh Signifikan

RumahCom – Sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) faktanya juga menyimpan potensi pasar properti yang cukup menarik. Sejauh ini, potensi tersebu

Lanjutkan membacaJanuari 31, 2018

Riset: Rumah di Jawa Barat Kini Jadi Favorit Ketimbang Jakarta

RumahCom - Tahun lalu, hasil riset Rumah.com Property Affordability Sentiment Index menyebutkan bahwa Jakarta dan Tangerang menjadi lokasi favorit para pencari hunian di Indonesia. Namun kali ini ada

Lanjutkan membacaFebruari 6, 2018

Masukan