Memahami Siklus Properti di Tahun Politik

Fathia AzkiaApril 23, 2018

Kota Jakarta

RumahCom – Jelang tahun politik tidak sedikit developer memilih untuk menahan diri dalam melakukan ekspansi usahanya.

Alih-alih melakukan ekspansi, faktanya beberpa developer malah mengambil sikap konservatif dalam target penjualan di 2018. Hal ini wajar mengingat tensi politik yang panas jelang Pemilu Kepala Daerah, Legislatif dan Presiden yang disinyalir akan berdampak kepada sektor bisnis.

Kepada Rumah.com, Zeno Zulkarnaen selaku Direktur PT Muliaguna Propertindo Development mengaku fokus pada pangsa pasar end user menjelang tahun yang bergejolak. “Segmen ini kan mau tahun politik atau tahun apapun, tetap butuh tempat tinggal. Dan itu urgensinya tinggi.”

Meski proyek yang dihadirkan pengembang yakni Sudirman Hill Residence masuk dalam kategori hunian kelas atas, ia optimistis tetap mampu meraih target penjualan di atas 10%. Mengingat market di bracket Rp1 miliaran masih cukup menarik.

Apartemen Sudirman Hill Residence dibangun di atas lahan seluas 15.000m2, berada di kawasan CBD Jakarta Pusat dan sudah groundbreaking pada tahun 2013 lalu. Ada tiga tipe yang ditawarkan pengembang, mulai dari studio hingga two bedroom seharga mulai Rp1,3 miliaran.

(Simak lebih lengkap tentang proyek Sudirman Hill Residence dalam Review Properti Rumah.com)

“Penjualan yang mungkin agak lambat, jika proyek propertinya seharga Rp3 miliaran. Sementara untuk tipe-tipe studio atau satu kamar tidur di Ibukota dengan harga kisaran Rp1 miliar sampai Rp2,5 miliar saya rasa cukup bagus,” ujar Zeno.

Serupa dengan keyakinan Muliaguna Propertindo Development, pengembang Kalindo Land yang mendirikan beberapa proyek residensial di Jabodetabek menyatakan tetap optimistis penjualannya dapat tumbuh 15% – 20% di tahun ini.

Hal itu tak lepas dari makin membaiknya kepercayaan pasar dan dukungan kebijakan perbankan terutama stabilnya suku bunga rendah KPR, serta beroperasinya sejumlah proyek infrastruktur di tahun ini. 

“Masyarakat sekarang ini sudah dewasa dan tidak mudah terprovokasi oleh hoax yang sedang marak jelang Pemilu. Dan kami berharap partai politik dapat menggunakan cara-cara bersahabat dalam meraih simpati masyarakat,” kata Sentot Sudaryono, Direktur Marketing Kalindo Land.

Ia pun optimistis, pasar properti tahun ini lebih baik dibanding tahun kemarin, apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan tumbuh sekitar 5,3%. Dibanding negara-negara maju sekalipun yang sebagian besar pesimis, Indonesia masih cukup baik.

Dukungan infrastruktur terutama jalan yang semakin terkoneksi, sambungnya, membuat Kalindo Land bertambah yakin target sales proyek-proyeknya sebesar Rp600 miliar dapat tercapai. Sebab beberapa proyek berdampak positif langsung dengan pembangunan jalan tol, Light Rail Transit (LRT) dan JR (Jabodetabek Residence) Connexion.

(Cek di sini untuk pilihan perumahan di Bogor dengan harga mulai Rp500 juta)

Sementara itu Division Head Sales PT Bakrie Swasakti Utama (BSU), Reynold Sihombing saat wawancara eksklusif dengan Rumah.com mengutarakan keyakinnya, bahwa tahun politik tak akan memberi pengaruh signifikan terhadap pasar properti.

Pihaknya bahkan cukup percaya diri mampu membukukan target penjualan di akhir tahun sebesar Rp360 miliar untuk proyek The Masterpiece dan The Empyreal.

“Dari tahun ke tahun selalu seperti itu, tapi kenyataannya jalan saja. Yang mau beli rumah tetap beli tak terpengaruh apapun, karena memang rumah adalah kebutuhan pokok dengan urgensi tinggi,” jelasnya.

Meski demikian Reynold tak menampik pada segmen atas, penjualan properti relatif lebih lamban lantaran waktu pengambilan keputusan di sisi konsumen yang lebih panjang.

“Secara obyektif, sebenarnya ikutan-ikutan saja karena terbawa masukan dari orang sekitar. Karena untuk level khusus seperti ini yang kondisi ekonominya jauh dari kata mapan, tahun politik atau tahun apa saja uang mereka tetap ada. Hanya saja ambil keputusannya yang lama. Justru untuk produk hunian di bawah Rp1 miliar, mungkin konsumen lebih terpengaruh dengan kondisi pasar,” tukasnya.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

BTN: Stimulus Pemerintah Pulihkan Pasar Properti

RumahCom – Bank BTN sebagai bank penyalur KPR terbesar, terutama untuk segmen KPR Subsidi, menilai peran pengembang sangat strategis dalam mengurangi backlog kepemilikan perumahan yang masih tin

Lanjutkan membacaSeptember 13, 2017

Dibilang Lesu, Pasar Properti Nasional Diminati Investor Asing

RumahCom - Sejumlah pengamat dan pelaku properti menyebut pasar properti nasional masih lesu. Pun demikian, hal itu tak menghalangi minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.Konsulta

Lanjutkan membacaOktober 15, 2017

Regulasi Pemerintah Sokong Pasar Properti 2018 Lebih Prospektif

RumahCom – Data Bank Indonesia menunjukkan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua (Q2) 2017 mencapai 5,01% (year-on-year/y-o-y), di bawah target sebesar 5,1%. Realisasi ini lebih rendah d

Lanjutkan membacaOktober 24, 2017

Bagaimana Kondisi Pasar Properti 2018?

RumahCom – Suka dan duka mewarnai pasar properti di sepanjang tahun 2017. Pada paruh kedua, Rumah.com Property Index menunjukkan median harga properti residensial secara nasional berada pada titik

Lanjutkan membacaDesember 15, 2017

Konsep TOD Jadi Penggerak Aktivitas Pasar Properti

RumahCom – Walaupun kondisi sektor properti dalam negeri cenderung lesu, namun menurut Hendra Hartono, CEO PT Leads Property Services Indonesia, aktivitas pasar diperkirakan akan meningkat sekali la

Lanjutkan membacaMaret 1, 2018

Masukan