Mitos-mitos Penghambat Milenial Beli Rumah (Bag 1)

Fathia AzkiaApril 25, 2018

milenial beli rumah

RumahCom – Generasi milenial dianggap masih belum melihat pentingnya berinvestasi khususnya di sektor properti. Disebut ada banyak alasan yang melatarbelakangi kurang minatnya generasi tersebut untuk memiliki hunian sendiri.

“Kami melihat ada kencenderungan di kalangan generasi millennial bahwa membeli properti itu adalah suatu hal yang mustahil atau tidak penting,” ujar Hendro S. Gondokusumo, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti.

“Padahal, seiring dengan perkembangan inovasi di kalangan pengembang properti, perbankan, dan teknologi, membeli atau berinvestasi properti bukanlah suatu mission impossible, atau tidak bisa dicapai sama sekali,” imbuhnya.

Simak juga: Ayu Gani, Smart Millennial yang Korbankan Gaya Hidup Demi Apartemen

Beberapa tantangan utama berinvestasi properti yang ramai beredar di kalangan milenial adalah dana besar, prosesnya ribet, hingga khawatir akan penipuan.

  1. Butuh Modal Besar

Besarnya biaya hidup yang tidak seimbang dengan penghasilan, membuat milenial merasa membeli rumah adalah hal yang sulit. Terlebih kenaikan harga rumah lebih cepat ketimbang kenaikan gaji. Dan hal tersebut tidak sepenuhnya salah.

Akan tetapi sama seperti produk investasi lainnya, ada banyak skema pembiayaan untuk membeli rumah. Terpenting yang harus dilakukan milenial adalah membuat rencana keuangan yang tepat agar bisa mewujudkan impian itu.

Sebagai contoh, Joni bisa membeli sebuah rumah dengan luas bangunan 60m2 dan luas tanah 90m2 seharga Rp400 juta di Kota Depok, Jawa Barat.

Untuk ukuran karyawan swasta berpenghasilan sekitar Rp8,5 juta per bulan dan berbekal uang muka Rp160 juta, ia bisa memiliki rumah tersebut di usia 26 tahun.

Simak panduan punya rumah untuk generasi milenial!

Sejak bekerja di usia 21 tahun dengan pendapatan awal sekitar Rp 5 juta/bulan, Joni mulai menyisihkan sekitar 30% dari gajinya untuk mempersiapkan uang muka kredit rumah.

Sejalan dengan kenaikan jabatan dan penghasilan, dalam waktu lima tahun Joni mampu berinvestasi properti. Ini boleh jadi pembuktian bahwa milenial harus mampu berpikir taktis dan menyusun rencana keuangan yang baik agar bisa memiliki rumah idaman.

Apalagi Pemerintah dan sejumlah pengembang sudah cukup membantu dalam penyediaan hunian dengan harga terjangkau, seperti rumah subsidi atau hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terletak di beberapa stasiun KRL atau MRT.

“Generasi milenial harus secepatnya mengambil keputusan untuk membeli hunian. Semakin muda usia saat membeli rumah, maka akan semakin baik. Belilah rumah di saat belum banyak tanggungan,” jelas Marine Novita, Country Manager Rumah.com.

  1. Tidak Sanggup Bayar DP-nya

Bagi generasi milenial, masalah harga beli hunian memang menjadi kendala, salah satunya adalah uang muka. Meski Pemerintah telah menurunkan besaran uang muka hingga tinggal 15% untuk pembelian rumah pertama.

“Jika nilai ini dirasakan masih terasa besar bagi sebagian kalangan, masih ada solusi lainnya. Banyak pengembang yang memberikan bantuan atau promo uang muka hingga 5% atau uang muka yang bisa dicicil. Ini bisa sangat membantu para pencari rumah khususnya bagi generasi milenial,” kata Marine.

Untuk pendanaan pembelian hunian, generasi milenial bisa memanfaatkan skema pembiayaan seperti KPR, baik dari bank komersial yang sudah begitu banyak ragamnya maupun dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK).

KPR dari BPJSTK ini bisa dimanfaatkan oleh para karyawan yang telah terdaftar menjadi peserta aktif BPJSTK selama minimal satu tahun dan belum memiliki rumah pertama.

Ia menambahkan, “Generasi milenial bisa memanfaatkan fitur Kalkulator KPR yang tersedia di Rumah.com. Melalui fitur ini generasi milenial bisa mendapatkan simulasi pembiayaan ideal yang besarnya didasarkan pada pemasukan yang mereka dapatkan.

  1. Rumah = Investasi Tidak Likuid

Rumah merupakan investasi yang tidak dapat segera diubah menjadi uang kas setiap saat. Dibutuhkan waktu agar sebuah properti bisa menjadi mesin uang dengan mempertimbangkan lokasi dan harga pasar.

Namun properti merupakan salah satu investasi yang tergolong aman dengan kenaikan harga yang cenderung stabil. Properti yang dibeli pada tahun 2016 dengan harga Rp400 juta, harganya saat ini bisa mencapai Rp600 juta atau naik sekitar 50% dalam waktu dua tahun.

“Tetapi perlu diingat bahwa investasi properti harus ditempatkan dalam konteks jangka panjang. Selain itu, jangan ragu untuk membeli rumah di lokasi yang agak jauh dari perkotaan. Karena suatu saat pasti akan berkembang,” Hendro mengungkapkan.

(Jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com)

Dengan pertumbuhan ekonomi yang bertahan di atas 5% per tahun, pembangunan di kawasan pinggiran diprediksi akan ikut berkembang. Apalagi, Pemerintah saat ini tengah gencar membangun infrastruktur yang sangat mendorong roda perekonomian secara cepat.

Selain itu, investasi tidak hanya dapat diartikan membeli produk lalu menjualnya kembali di harga lebih mahal. Investasi bisa juga dilihat sebagai produk yang menghasilkan pendapatan ‘berkelanjutan.

Contohnya membeli rumah untuk disewakan, dijadikan kos-kosan, atau mengikuti perkembangan teknologi saat ini, rumah juga dapat dijadikan sebagai penginapan,” tukas Hendro.

Lalu apalagi mitos-mitos yang sering menghambat milenial dalam membeli rumah? Simak selanjutnya di Mitos-Mitos Penghambat Milenial Beli Rumah (Bag 2).

Jika Anda merupakan pembeli hunian pertama dan masih ragu dengan rumah tinggal incaran Anda, tanyakan apa saja informasi yang dibutuhkan melalui Tanya Agen.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Masih Banyak, Pilihan Rumah Rp300 Juta Bagi Kaum Milenial

RumahCom – Generasi Y atau lebih dikenal dengan sapaan ‘milenial’ adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 hingga pertengahan tahun 1990-an.Menurut data Biro Pusat Statistik, jumlah penduduk y

Lanjutkan membacaNovember 28, 2017

Generasi Milenial Masih Berpeluang Punya Rumah Sendiri

RumahCom – Perbandingan antara rata-rata kenaikan upah pekerja dengan rata-rata kenaikan harga properti menimbulkan kecemasan bahwa generasi milenial akan kesulitan memiliki rumah.Namun faktanya, su

Lanjutkan membacaDesember 27, 2017

Hobi Jalan-jalan ke Luar Negeri, Rumah Sudah Punya Belum?

RumahCom – Dalam sistem pembelian rumah, mencicil secara Kredit Pemilikan Rumah adalah pilihan paling populer bagi pembeli rumah pertama kali.Hanya dengan membayar uang muka (DP) dan lolos penga

Lanjutkan membacaJanuari 17, 2018

Sistem Cicilan Ini Bantu Milenial Punya Rumah

RumahCom – Ketidakseimbangan antara pendapatan dengan harga hunian di pasaran disinyalir sebagai kendala milenial dalam membeli rumah. Meski begitu, kalangan milenial mengaku tetap optimistis bisa

Lanjutkan membacaMaret 22, 2018

Properti Masih Dibeli untuk Dihuni, Bukan Investasi

RumahCom – Minat masyarakat terhadap sektor properti di Indonesia sebagian besar merupakan pemenuhan kebutuhan akan tempat tinggal. Rumah.com Property Affordability Sentiment Index Semester Pertam

Lanjutkan membacaApril 4, 2018

Masukan