Mitos-mitos Penghambat Milenial Beli Rumah (Bag 2)

Fathia AzkiaApril 25, 2018

milenial beli rumah

RumahCom – Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018 menunjukkan bahwa sebanyak 63% responden mengaku berencana membeli rumah dalam enam bulan ke depan.

Dari total responden yang optimistis membeli rumah, sebesar 44% berasal dari kelompok usia 21-29 tahun atau milenial muda. Sementara 35% lainnya berasal dari milenial tua, kelompok usia 30-39 tahun.

Marine Novita, Country Manager Rumah.com menyatakan, dari survei bisa diambil kesimpulan bahwa semakin tinggi usia, maka semakin kecil rencana membeli rumah.

Ini karena kelompok usia yang lebih tua sudah punya rumah atau mereka sudah memiliki banyak tanggungan, sehingga biaya yang dikeluarkan untuk keperluan sehari-hari sudah cukup besar, membuat mereka harus berpikir dua kali jika harus mengambil cicilan rumah.

Meski begitu, ternyata bagi milenial ada beberapa tantangan utama berinvestasi properti yang sebenarnya adalah mitos. Berikut ini Mitos-Mitos Penghambat Milenial Beli Rumah melanjutkan dari artikel bagian pertama

  1. Takut Berutang

Sebelum membeli rumah, memang penting untuk melihat risiko dan keuntungan yang ditawarkan oleh setiap pengembang dan bank. Selama masih mempunyai gaji, ketakutan tidak bisa membayar adalah kecemasan yang sama sekali tidak berasalan.

Sama seperti memulai usaha, membeli properti juga membutuhkan modal. Oleh karena itu, tidak ada salahnya mengandalkan perbankan atau jasa pembiayaan lainnya melalui KPR atau KPA.

Apalagi saat ini bunga kredit cenderung turun, sehingga merupakan saat yang tepat untuk membeli properti.

Salah satu aspek yang wajib diperhatikan ketika akan mencicil rumah adalah memahami cara menghitung bunga KPR. Simak video panduannya!

  1. Prosesnya Ribet

Membeli properti sebenarnya bukan sesuatu proses hidup yang sulit. Mengingat para pengembang pada umumnya sudah sangat membantu dan memfasilitasi berbagai macam pengurusan dokumen dalam pembelian properti.

“Sangatlah wajar jika dalam proses pencarian hingga mengambil keputusan membeli rumah, generasi milenial ini kadang-kadang mengalami keraguan, terutama jika melihat harga rumah yang mencapai ratusan juta rupiah dan rumitnya proses transaksi pembelian yang diperlukan.

Oleh karenanya, “Rumah.com hadir memberikan panduan bagi generasi milenial untuk bisa memiliki rumah dengan fitur-fitur untuk membantu pencari rumah mengambil keputusan dengan mandiri dan percaya diri,” katanya.

Apa saja dokumen yang akan diurus dalam proses pembelian properti? Simak lebih lengkapnya di Panduan Rumah.com.

  1. Takut Ditipu

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari penipuan adalah dengan memperbanyak informasi. Ketika memutuskan untuk membeli rumah, pastikan sudah mengetahui berbagai macam skema dan konsekuensi terburuk dari sebuah pilihan.

Jangan mudah tergiur dengan iming-iming dan janji-janji tidak jelas, seperti harga unit yang terlampau murah atau diskon besar-besaran. Dengan internet, informasi bisa didapatkan dengan mudah.

Salah satu cara lain yang harus dilakukan adalah menyimak Review Properti dari Rumah.com. Ulasan ini menyajikan mulai dari rute menuju perumahan, kedekatannya dengan fasilitas sekitar, potensi lokasi, sampai detail perumahannya.

Dari hasil ‘berselancar’ singkat, generasi milenial bahkan bisa mengecek legalitas pembangunan proyek sampai dengan tahap pengerjaan yang dilakukan. Langkah ini setidaknya bisa meminimalisir keraguan jika pengembang membangun hunian dengan sistem indent.

  1. Prinsip YOLO (You Only Live Once)

Punya properti menurut sebagian milenial bukan kebutuhan utama. Melainkan gaya hidup seperti fesyen, F&B, traveling, pendidikan, dan komunitas.

Rumah dan tempat tinggal kemungkinan ada di urutan buncit, bukan sesuatu yang penting atau mendesak untuk diwujudkan. Prioritasnya difokuskan untuk menikmati hidup, seperti traveling dan mendapatkan pengalaman baru dan lainnya.

Hidup memang cuma sekali dan mempersiapkan hidup nyaman harus dimulai sedini mungkin. Tidak ingin kan sampai umur 40 tahun sudah sudah berkeluarga masih tinggal bersama orangtua?

Maka dari itu, properti merupakan investasi yang sangat penting. Kepemilikan properti juga erat dengan kaitannya dengan kebebasan khususnya finansial.

Sudah menemukan hunian yang diimpikan dan punya potensi bagus di masa depan? Jika belum, cek di sini untuk pilihan hunian potensial dengan harga mulai dari Rp500 jutaan!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya Rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah content writer di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Siapa Bilang #KidsJamanNow Sulit Punya Rumah?

RumahCom - Anda mungkin tak asing lagi dengan tagar #KidsJamanNow. Ini adalah tagar yang dipopulerkan generasi milenial untuk menandai tingkah-tingkah mereka yang kadang mengundang gelak tawa, tetapi

Lanjutkan membacaOktober 10, 2017

Generasi Milenial Masih Berpeluang Punya Rumah Sendiri

RumahCom – Perbandingan antara rata-rata kenaikan upah pekerja dengan rata-rata kenaikan harga properti menimbulkan kecemasan bahwa generasi milenial akan kesulitan memiliki rumah.Namun faktanya, su

Lanjutkan membacaDesember 27, 2017

Tips Menghitung Cicilan KPR untuk Milenial

RumahCom – Masih muda dan berencana untuk beli rumah? Itu keren dan juga keputusan yang smart. Sebab bagi Anda yang termasuk generasi milenial masih belum banyak pengeluaran dan juga tanggungjawab.

Lanjutkan membacaFebruari 2, 2018

Generasi Milenial Jangan Ditipu!

RumahCom - "Generasi milenial jangan ditipu!" Itulah pesan yang disampaikan Joice Farida, Expert Lecture Consumer Banking BRI Corporate University kepada para agen properti (principal/member broker d

Lanjutkan membacaMaret 22, 2018

Sistem Cicilan Ini Bantu Milenial Punya Rumah

RumahCom – Ketidakseimbangan antara pendapatan dengan harga hunian di pasaran disinyalir sebagai kendala milenial dalam membeli rumah. Meski begitu, kalangan milenial mengaku tetap optimistis bisa

Lanjutkan membacaMaret 22, 2018

Masukan