Imbas Kenaikan NJOP, Investor Ambil Sikap Wait and See

Fathia AzkiaJuli 19, 2018

kenaikan NJOP jakarta

RumahCom – Kenaikan NJOP Jakarta pada tahun ini mencapai rata-rata 19,54% dari nilai NJOP terakhir. Penyesuaian NJOP terbaru tersebut diatur dalam Pergub No 24/2018 tentang Penetapan Nilai Jual Objek Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tahun 2018.

Gubernur menetapkan NJOP PBB-P2 untuk masing-masing wilayah Kota/ Kabupaten Administrasi sebagai dasar pengenaan PBB-P2 setiap tahun. Selengkapnya mengenai daftar klasifikasi dan besarnya NJOP permukaan bumi berupa tanah tahun 2018 bisa disimak di sini.

Menanggapi kebijakan Pergub ini, Direktur PT. Bakrie Pangripta Loka (Pengembang Kawasan Sentra Timur Superblok), Andre R Makalam, mengakui bahwa kenaikan NJOP akan menyebabkan kenaikan harga properti secara proporsional, didasarkan pada zonasi.

“Kenaikan akan tergantung dari zona properti. Di Sentra Timur, kenaikan untuk unit baru yang akan di-launching akan berada pada kisaran 5%. Yang akan merasakan dampak paling besar adalah Jakarta Selatan, terutama untuk properti kelas atas,” ujar Andre.

Sesuai kenaikannya, minat konsumen terhadap properti di zona dengan harga yang masih terjangkau mungkin masih tetap tinggi. Sementara di zona seperti kawasan Jakarta Selatan ini yang mungkin turun.

Setiap rencana pembangunan pusat kegiatan, pemukiman, dan infrastruktur wajib dilakukan Andalalin atau Analisis Dampak Lalu Lintas. Simak penjelasannya.

Untuk menggali informasi properti secara komprehensif, mulai dari lokasi properti favorit konsumen, hingga ke harga hunian di Indonesia, Anda bisa telusuri Rumah.com Property Index.

“Konsumen yang menjadi peminat properti di kawasan ini akan lebih memilih wait and see, karena mereka juga harus mempertimbangkan kenaikan pajak dan sebagainya. Dampak terhadap peminat dan harga properti mungkin akan terlihat penurunannya dalam enam bulan ke depan,” ia menambahkan.

Andre optimistis minat properti untuk kelas menengah dan memengah bawah tidak akan terpengaruh oleh kebijakan ini.

Ia juga tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI menaikkan NJOP dan meminta imbal balik dari kenaikan NJOP, yang berimbas pada peningkatan pemasukan Pemprov. (Ketahui lebih banyak soal NJOP dalam Panduan Mengurus Sertifikat Tanah)

“Kenaikan NJOP sebesar 20% ini masih wajar. Saya yakin keputusan ini adalah masukan dari banyak pihak. Dengan kenaikan NJOP ini harapannya Pemerintah DKI Jakarta bisa menggunakannya untuk memperbaiki fasilitas, seperti jalan, sosial, dan lain-lain.

Hal ini akan meningkatkan iklim usaha di Jakarta. Nah, masukan-masukan yang ini juga harus diserap oleh Pemprov DKI Jakarta,” ia menegaskan.

Mau beli rumah? Agar transaksi pembelian rumahnya nyaman dan aman manfaatkan jasa agen properti profesional yang ada di Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Survei: Kenaikan NJOP Bikin Harga Properti Tak Terjangkau

RumahCom – Pertumbuhan pasar properti di paruh pertama 2014 dinilai meningkat. Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang masih baik dan ditunjang calon pemerintahan baru setelah dilan

Lanjutkan membacaAgustus 20, 2014

Apa Itu NJOP dan NJKP?

RumahCom – Dalam dunia properti Anda pasti sering mendengar istilah NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dan NJKP (Nilai Jual Kena Pajak). Keduanya adalah patokan untuk menentukan harga properti.Jadi setia

Lanjutkan membacaFebruari 15, 2016

Kenaikan NJOP Jakarta Bakal Pengaruhi Daya Tarik Properti

RumahCom – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk wilayah DKI Jakarta.Peraturan mengenai kenaikan NJOP ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor

Lanjutkan membacaJuli 18, 2018

Masukan