Investor Properti Masih Pandang Jakarta Menarik

Fathia AzkiaJanuari 15, 2019

RumahCom – Sebagai instrumen investasi riil, properti selalu dikaitkan dengan unsur fleksibilitas, keuntungan tinggi, serta minim risiko.

Berlatarbelakang kelebihan ini, tak heran jika para pengusaha, pebisnis, maupun masyarakat kelas atas selalu merasa tertantang untuk berinvestasi di sektor properti dibanding jenis investasi lainnya seperti emas, saham, atau obligasi.

Meski demikian, modal materi saja belum tentu cukup untuk menggeluti bisnis ini. Piawai dalam menyusun strategi dan rutin mengikuti perubahan pasar adalah salah satu diantara sejumlah modal utama yang diperlukan.

Baca juga: Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga properti per kuartal di berbagai lokasi favorit

Begitupun prinsip yang dianut Yagimin, investor properti yang juga menjabat sebagai Marketing Division Head AUTO 2000.

Dalam berbisnis properti, ia menggabungkan antara feeling dengan logika. “Investasi ini kan sekali dicoba, bikin nagih. Dan selama punya kemampuan kenapa tidak. Tapi tetap, tidak bisa sembarangan dalam menanamkan modal di suatu properti. Seorang investor dituntut harus bisa membaca future development di lokasi properti tersebut seperti apa, lalu upayakan diri untuk update informasi-informasi seputar pasar properti,” ujarnya.

Investasi properti di mata Yagimin, menjadi satu hal penting dalam hidupnya karena ada aset yang berkembang di samping menghasilkan passive income.

Berbeda hal dengan menyimpan uang di bank maupun obligasi yang sarat akan risiko, properti merupakan instrumen investasi yang ideal diikuti kenaikan harga signifikan serta tidak adanya masa kadaluarsa.

Simak juga: Mau tahu kebutuhan konsumen properti saat ini? Temukan jawabannya dalam Riset Konsumen Properti di Rumah.com!

Saat ini properti di Indonesia, baginya, masih cukup menarik utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

“Lebih spesifik lagi yang masih punya banyak peluang tentunya kawasan bisnis Jakarta seperti Kuningan. Sebentar lagi LRT akan masuk ke koridor ini, dan otomatis properti sekitar semakin prestisius. Bisa dibayangkan berapa besar benefit yang ada, sebab sekarang saja tinggal di Kuningan sudah lekat dengan kesan elit, nah ini akan di atasnya level itu,” ia menuturkan.

Di luar Ibukota, pria yang gemar berinvestasi properti sejak 6 tahun silam ini, sudah memiliki beberapa rumah tapak maupun apartemen di Medan dan Palembang.

Sementara di Jakarta, properti miliknya berada di kawasan Sunter, Kelapa Gading, Cakung dan yang teranyar adalah satu apartemen The Masterpiece & The Empyreal di daerah Kuningan.

“Saya beli unit apartemen beberapa bulan lalu, dan ini investasi pertama saya di proyek milik Bakrie. Ada sejumlah faktor yang membuat saya sangat tertarik, pertama lokasinya yang premium. Di area CBD Kuningan sudah sangat sulit kalau mau investasi rumah tapak. Lalu faktor kedua adalah kawasannya yang akan terus berkembang pesat lantaran sebagai pusat bisnis. Dan ketiga, jelas saya melihat nama besar pengembangnya yang terpercaya,” jelasnya.

Konsep TOD merupakan program pengembangan kawasan properti yang memaksimalkan fungsi transportasi massal, seperti commuter line, MRT, dan LRT.

(Eits, jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com!)

Motif pembelian unit apartemen tersebut, menurutnya adalah untuk disewakan sebab melihat tingginya angka rental yield yang ada. Hal senada diungkapkan Hermon Simanjuntak, Sales & Marketing Division Head PT Bakrie Swasakti Utama.

Untuk unit apartemen dengan dua kamar tidur, harga sewanya berkisar Rp250 juta sampai Rp300 juta per tahun tergantung luas meter perseginya. Terkini, unit di apartemen The Masterpiece dan The Empyreal hanya tersisa sekitar 5% dari total keseluruhan 462 unit.

Harga unit apartemennya sendiri dipasarkan mulai dari Rp 40 jutaan per meter persegi. Dibanding saat luncur, harga per m2 masih sekitar Rp 13 jutaan.

“Kenaikan harga dari waktu ke waktu relatif stabil, dan banyak dari customer kami yang melakukan repeat order karena melihat pergerakan harga yang cukup baik. Sehingga mereka tertarik berinvestasi dengan hasil yang menguntungkan,” kata Hermon.

“Selain itu, The Masterpiece dan The Empyreal menganut konsep ecogreen yang sangat dibutuhkan masyarakat modern saat ini, dimana udara segar dan bersih sulit ditemui di tengah kota Jakarta. Dalam kawasan hunian ini, penghuni bisa merasakan nyamannya berjalan kaki di pedestrian yang asri dan sejuk,” tukasnya.

Simak pandangan pasar properti tahun depan dalam Rumah.com Property Market Outlook 2019!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ini Untungnya Investasi di Bidang Properti

RumahCom – Selama ini Anda tentu sering menemukan informasi yang menyebutkan untungnya investasi di bidang properti. Apa pasal? Karena properti dinilai sebagai satu-satunya instrumen investasi palin

Lanjutkan membacaApril 25, 2018

Menakar Untung Investasi Apartemen Mahasiswa

RumahCom – Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru dalam hal hunian mahasiswa. Rumah kos yang selama ini lekat dengan tempat tinggal mahasiswa, di beberapa kota besar kini sudah beralih

Lanjutkan membacaJuni 23, 2019

Analis Sepakat, Investasi Properti Masih Menjanjikan

RumahCom – Memasuki paruh kedua tahun 2018, para pencari properti masih optimistis dengan iklim pasar properti nasional.Meski demikian, kepuasan terhadap upaya Pemerintah dalam menjaga harga propert

Lanjutkan membacaSeptember 22, 2018

Catat! Syarat Berinvestasi Apartemen

RumahCom – Laju pertumbuhan ekonomi yang seiring dengan kebutuhan hunian mendorong semakin banyak kawasan strategis, berkembang guna mengakomodasi kecukupan sebuah tempat tinggal bagi masyarakat.Be

Lanjutkan membacaOktober 8, 2018

Pasar Properti Jakarta Masuki Titik Jenuh?

RumahCom – Data Rumah.com Property Price Index menunjukkan bahwa harga properti nasional pada awal 2018 bergerak turun. Ini merupakan dinamika yang hampir selalu terjadi di awal tahun. Index pada ku

Lanjutkan membacaDesember 19, 2018

Masukan