Selamat Tinggal Milenial, Selamat Datang Gen Z

Fathia AzkiaJanuari 25, 2019

milenial beli rumah

RumahCom – Ini kisah tentang Marko Hadi Irawan, lahir tahun 1998. Ia adalah angkatan pertama Generasi Z yang merupakan generasi post millennials, yang lahir saat tempaan krisis akhir 90-an mendera dunia termasuk Indonesia.

Ingat krismon? Nah, saat inilah generasi The Children of The X lahir. Masa kecilnya terjadi saat internet boom pertama kali, yang karenanya mereka pun sering disebut Net Generation.

Mengapa Marko dan angkatannya penting di tahun 2019? Karena tahun ini mereka berusia 21 tahun yang artinya sudah bisa mengambil KPR melalui bank.

Secara hukum mereka sudah dianggap cakap bertindak atas nama diri sendiri: bekerja, berpenghasilan, menabung, berinvestasi, dan mengelola hutang. Inilah saatnya Gen Z sudah harus membangun relasi yang sehat antara dirinya dengan uang.

“Sambil berkuliah, saat ini saya juga bekerja di suatu perusahaan berbasis online. Saya punya penghasilan setara Upah Minimum Regional (UMR), dan selalu menguatkan diri untuk menyisihkan minimal Rp500 ribu per bulan untuk tabungan,” ujar Marko

Ia mengakui, tujuan dari tabungan yang ada saat ini adalah untuk menikah, sambil menyelesaikan studi dua tahun lagi. “Tantangan semakin hari semakin banyak. Jadi sebagai Gen Z, saya harus pandai memprioritaskan sesuatu. Kalau tidak demikian, bagaimana saya mewujudkan berbagai impian?” katanya lagi.

Baca juga: Hobi Jalan-Jalan, Rumah Sudah Punya Belum?

Pasca menikah, Marko berencana untuk membeli rumah. Sebab targetnya, hanya menumpang di rumah mertua selama satu tahun saja.

Berangkat dari kisah Marko, sudah waktunya  Gen Z mempraktikkan 10-20-30-40 alias 10% dana darurat, 20% tabungan dan investasi, 30% hutang produktif, 40% kebutuhan hidup. Lihat proporsinya bahwa mulai dengan dana darurat dan tabungan, bukan sebaliknya.

Porsi tersebut penting agar terbiasa mengalokasikan di awal dan bukan dari sisa gaji. “Jujur saja bahwa ‘menabung dari sisa gaji’ jarang terwujud karena sering tak ada sisanya kan?” ujar Ike Hamdan, Head of Marketing Rumah.com.

Mau beli rumah? Berikut adalah video panduan yang bisa Anda jadikan patokan untuk mengetahui waktu paling tepat untuk beli rumah.

(Cek Rumah.com Property Index untuk mencari tahu tren kenaikan harga rumah per kuartal di berbagai lokasi favorit)

Untuk Gen Z yang baru memulai hidup mandiri, pemahaman keuangan sejak awal menjadi sangat penting. Saat karir dan pendapatan meningkat, fundamental yang kuat akan membantu mereka mengelola relasi yang sehat dengan uang.

Terkait hunian, seperti apa rumah yang cocok untuk Gen Z? 

  1. Minimalis: desain yang sederhana dan memiliki tingkat fungsional tinggi pasti menjadi pilihan. Bukan hanya hemat tempat, pemeliharaannya pun mudah.
  2. Compact: rumah ukuran 60m2 untuk saat ini tentu sangat lazim, bahkan bisa tampil cantik. Bagaimana dengan rumah ukuran 100m2? Akan tiba saatnya bila nanti perlu ruang lebih besar.
  3. Akses: keluar rumah jalan kaki ke stasiun MRT seperti di Singapura? Bisa! Direncanakan mulai Maret 2019 ini MRT Jakarta akan mulai beroperasi untuk umum.
  4. Realistis: siapa yang tak ingin punya rumah luas dengan halaman belakang, namun apa daya kantong tak sampai. It’s ok. Rumah tapak mungil yang indah di pinggir kota, selama masih terjangkau transportasi umum, bisa jadi pilihan. Masih ingin di tengah kota? Apartemen jenis Studio atau 1BR juga mumpuni. Toh, penghuninya punya akses tak terbatas ke ruang hijau dan fasilitas lainnya.
  5. Pembiayaan fleksibel: pekerja sektor informal sudah ada KPR-nya sendiri. Yang penting, setiap mendapat honor kerjaan ditabung, karena itu akan diperhitungkan dalam nilai kelayakan KPR.

(Cek di sini untuk simulasi cicilan rumah idaman perbulannnya lewat kalkulator KPR dari Rumah.com)

Bagaimana dengan Milenial?

Sejak William Strauss menyematkan nama untuk generasi yang mengalami masa dewasa di tahun 2000-an, istilah Generasi Milenial mencapai popularitasnya. Mereka yang secara umum disebutkan lahir pada awal 1980-an hingga akhir 1990-an, saat ini telah memasuki usia 30-an akhir atau setidaknya hampir seperempat abad.

Usia yang sudah hampir meninggalkan masa dewasa muda dan memasuki masa mapan. Generasi yang terkenal dengan kegandrungannya jalan-jalan dan making impact ini sudah saatnya tak main-main lagi dengan hidup mereka.

Pilihan hidup, karir, dan tentu saja pengelolaan keuangan yang benar sudah menjadi kewajiban yang patut dimiliki oleh yang telah sepenuhnya dewasa.

Usia 30-an yang matang untuk Milenial adalah saatnya hidup pun tertata dengan baik. Sebagian bahkan mungkin sudah waktunya melakukan penataan ulang KPR-nya.

Jangan lupa, KPR itu bisa Top Up dan Take Over seiring dengan peningkatan nilai aset properti dan ruang utang dari peningkatan pendapatan.

Simak juga: Kiat Pasti Beli Rumah Oper Kredit

Untuk informasi, jika mengacu pada data Rumah.com Property Index dan data nasional, pasar properti nasional di tahun 2019 akan lebih positif, melanjutkan tren yang telah terbentuk sepanjang 2018.

Hal yang perlu diantisipasi adalah Hari Raya Idul Fitri yang berdekatan dengan peristiwa politik (Pemilihan Presiden 2019).

Terkait akan adanya tren peningkatan suku bunga, maka penataan ulang hutang patut dipertimbangkan untuk kesehatan keuangan yang lebih baik. Demikian pula bila memerlukan ruang yang lebih besar untuk keluarga, rumah seken yang berlokasi lebih ke tengah kota bisa jadi pilihan. Bagaimana cara KPR rumah bekas?

“Bagimana dengan halnya Milenial yang masih suka jalan-jalan? Just make sure you have a home when you come back from your adventure. So, kembali ke cerita Marko, selamat datang Gen Z ke dunia KPR. Kuasai pengelolaan keuangan dengan baik. Kesuksesan masa depan sepenuhnya tergantung di tangan kita masing-masing,” Ike mengakhiri.

Cek Rumah.com/Panduan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan terkait KPR dan membeli rumah sampai mengurus sertifikat rumah!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Fathiaazkia@rumah.com atau melalui Twitter: @fathianyaaa

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Masih Banyak, Pilihan Rumah Rp300 Juta Bagi Kaum Milenial

RumahCom – Generasi Y atau lebih dikenal dengan sapaan ‘milenial’ adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 hingga pertengahan tahun 1990-an.Menurut data Biro Pusat Statistik, jumlah penduduk y

Lanjutkan membacaNovember 28, 2017

Beli Rumah, Generasi Milenial Ingin Praktis dan Terjangkau

RumahCom – Stigma bahwa generasi milenial enggan membeli properti kian berkembang akhir-akhir ini. Meski kenyataannya, hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018 menunju

Lanjutkan membacaSeptember 27, 2018

Kabar Gembira! Mulai Agustus Beli Rumah Bisa Tanpa DP

RumahCom – Punya rencana beli rumah tapi masih terkendala uang muka? Jangan khawatir, mulai bulan depan beli rumah tanpa DP sudah bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, fasilitas

Lanjutkan membacaJuli 9, 2018

87% Milenial Punya Rencana Beli Rumah

RumahCom – Kaum milenial rupanya masih betah berlama-lama tinggal di rumah orang tua. Kebanyakan dari mereka baru akan hidup mandiri jika sudah menikah. Kebudayaan timur juga ikut memengaruhi keput

Lanjutkan membacaDesember 13, 2018

BTN: Milenial Berperan Bagi Sektor Properti

RumahCom – Dalam perayaan hari ulang tahun yang ke-42, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar talkshow bertajuk Spirit of KPR Growing with Millenials.“Pertumbuhan ekonomi khususnya sektor

Lanjutkan membacaDesember 17, 2018

Masukan