Jelang Kuartal Akhir, Penjualan Properti Masih Landai

November 15, 2019

RumahCom-Kenaikan target kuartal akhir sampai akhir tahun dinilai masih belum signifikan. Walaupun penjualan properti masih landai. Namun, adanya relaksasi Loan To Value (LTV) dalam sisi makro akan membaik dengan rendahnya suku bunga.

Penjualan di pasar properti Indonesia dipengaruhi oleh peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 11 Tahun 2019 tentang Perjanjian Pendahuluan Jual Beli atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

Direktur Utama Pakuwon Jati Alexander Stefanus Ridwan mengatakan, perseroan kesulitan merealisasikan penjualan karena perseroan harus bisa menentukan waktu penyerahan Akta Jual Beli (AJB). Di sisi lain, bagi pengembang juga mengalami kesulitan karena penyerahan akta bergantung pada penyelesaian proyek dan penerbitan surat layak fungsi.

Selain itu, Pakuwon yang selama ini banyak menyasar segmen menengah atas juga belum menikmati adanya relaksasi aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 86 tahun 2019.

Pada kuartal akhir tahun ini, pihaknya tetap berharap merealisasikan target yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Kendati dia memperkirakan kenaikan tak bisa terlalu signifikan.

“Penjualan masih bisa terus berkembang. Terutama untuk ukuran kecil yang dibanderol Rp30 juta per meter sampai Rp40 juta per meter,”ungkapnya.

Di sisi lain, Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan, performa perusahaan harus dilihat dari capaian nilai penjualan.

Sebelum beli rumah pertama, Ini panduan beli rumah pertama wajib Anda ketahui

Namun, ujarnya persoalan utamanya kini adalah keadaan oversuplai (kelebihan pasokan). Investor tidak dapat memetik keuntungan karena suplai (kantor dan rumah) masih banyak. Akibatnya, pemasukan dari sektor tersebut cukup tergerus.

Harun pun memprediksikan pada kuartal akhir tahun ini, industri properti akan membaik karena dari sisi makro mendukung dengan rendahnya suku bunga.

Jeffri Tanudjaja, Wakil Direktur Utama Metropolitan Kentjana mengatakan bahwa penurunan kinerja disebabkan oleh berkurangnya pasokan unit apartemen yang tersedia. Dengan begitu, kemampuan perseroan untuk melakukan penjualan pada akhir tahun ini menjadi berkurang.

Menurut Analisis Hans Kwee, Direktur PT Anugerah Mega Investama, sektor properti baru mulai akan tumbuh kembali setelah mati suri dari tiga tahun lalu. Namun menjadi fokus adalah penyediaan properti murah. Pengembang ungkap, dia harus mulai menyediakan hunian murah untuk bisa diserap pasar.

“Mungkin pemerintah akan mencabut Loan To Value (LTV) pada akhir tahun dengan demikian sektor ini bisa lari kembali. Pemerintah sedang berusaha mendorong kembali sektor ini,” katanya.

Baca juga: Cara Kumpulkan DP Dalam Waktu 12 Bulan

Hans berpendapat bahwa tekanan penjualan terbesar berasal dari segmen apartemen. Pasalnya, aturan pemerintah masih memberatkan bagi para pengembang.

Sejauh ini pemerintah sudah menunjukkan keberpihakannya untuk sektor properti. Selain itu, adanya kebijakan makro Bank Indonesia (BI) dengan mengurangi BI 7-Days Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) dari 6,00% pada Juli. Sampai saat ini sudah berada di level 5,00%.

Pasar paling banyak menginginkan hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar. Kendati kondisi saat ini, kelas menengah sedang bertumbuh. Namun, para milenial itu tidak terlalu banyak menghabiskan uang untuk membeli properti.

Menurutnya, kelas menengah yang sedang tumbuh itu lebih banyak menghabiskan uangnya untuk berpelisir ke tempat wisata. Alhasil, pengembang besar menghadapi tantangan untuk menyediakan hunian dengan harga rendah.

Tantangan para pengembang saat ini adalah untuk bisa menyelaraskan antara permintaan dan pembelian.

“Properti itu erat dengan supply dan demand. Tapi pengembang besar yang tadinya menjual Rp1 miliar hingga Rp2 miliar tidak mungkin menjual di bawah itu sedangkan pasar menginginkannya. Tantangan mereka sekarang menyelaraskan,” pungkasnya.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Isu Ibu Kota Negara (IKN) Mulai Respon Kenaikan BPHTB

RumahCom-Pada tahun ini, pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan mengalami peningkatan penerimaan pajak daerah. Adanya peningkatan terjadi berkat isu pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di wilayah

Lanjutkan membacaOktober 29, 2019

Konsolidasi Tanah di Klaster Perkebunan Kakao Lampung Mampu Jadikan Desa Wisata

RumahCom-Perkebunan Kakao di Lampung tepatnya di Desa Mulyo Sari telah dilakukan Konsolidasi Tanah (KT) melalui Reforma Agraria (RA) pada tahun 2019 ini. Daerah tersebut berpotensi untuk menjadi desa

Lanjutkan membacaNovember 8, 2019

Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Berpeluang Hapus IMB dan AMDAL

RumahCom-Pemerintah memiliki wacana untuk menghapus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Rencananya kedua ini akan digantikan dengan Rencana Detail Tata Ruan

Lanjutkan membacaNovember 13, 2019

Ada Villa Senilai 66 Milyar di Cakung. Begini Cara Astra Land Memasarkannya

RumahCom-Di kalangan konsumen properti, Cakung bukan nama yang populer. Kawasan Bekasi dan Cikarang mungkin lebih menjadi pilihan para first time home buyers atau pembeli rumah pertama kali dan invest

Lanjutkan membacaNovember 14, 2019

Paul & Prive di Marc’s Boulevard oleh Triniti Land meraih penghargaan Best Low Rise Condo Architectural Design 2019

RumahCom-Terletak di area pantai Batam, kota terbesar di provinsi Kepulauan Riau Indonesia, Paul & Prive di Marc’s Boulevard oleh Triniti Land adalah sebuah condovilla eksklusif kontemporer dan

Lanjutkan membacaNovember 14, 2019

Masukan