Inovasi Baru, Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana (Sirumba)

Desember 2, 2019

RumahCom-Inovasi telah dilakukan Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana atau yang dijuluki Sirumba.

Perkembangan industri 4.0 harus diselaraskan dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik. Tanpa terkecuali juga memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur.  

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini merupakan eranya kompetisi. Dalam era kompetisi yang sangat terbuka ini, bukan proteksi yang diunggulkan, tetapi kompetensi khususnya dibidang konstruksi. Untuk memenangkan kompetisi global, pemerintah harus bisa lebih cepat, lebih murah, dan lebih baik.

“Salah satu inovasi teknologi yang telah kami buat, Satuan Kerja Kebencanaan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan adalah Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana (Sirumba) yang difungsikan untuk pemetaan rumah masyarakat terdampak bencana alam di Indonesia,” jelasnya.

Kepala Project Management Unit Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Program (PMU CSRRP) atau Kepala Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Hunian di Sulawesi Dedi Permadi mengatakan, Sirumba adalah sebuah sistem aplikasi berbasis geospasial yang dibangun untuk mendata rumah-rumah masyarakat terdampak bencana.

“Melalui aplikasi tersebut, data rumah masyarakat terdampak bencana tidak hanya dikumpulkan secara spasial, tetapi juga disajikan secara spasial,” kata Dedi.

Roya itu apa sih? Baca selengkapnya di sini

Dikatakan Dedi, pendataan pasca bencana alam yang dilakukan di Palu merupakan pilot project untuk Sirumba yang dibangun oleh Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. “Sistem yang kami buat dapat digunakan oleh siapapun dan dapat mengolah berbagai data mulai dari fase mitigasi bencana hingga fase pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi,” katanya. 

Sirumba diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pemetaan Rumah Masyarakat Terdampak Bencana Gempa, Tsunami dan Likuifaksi di Palu berbasis Sistem Informasi Geografis. Kegiatan ini diikuti peserta dari Kementerian PUPR, fasilitator lapangan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan sivitas akademika Universitas Tadulako. Dalam kegiatan bimbingan teknis ini, para peserta juga menguji coba Sirumba.

Menindaklanjuti uji coba tersebut, Dedi mengatakan bahwa kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menggandeng mahasiswa Universitas Tadulako. Mahasiswa tersebut telah mengikuti bimbingan teknis untuk melaksanakan kegiatan pendataan sebagai bentuk partisipatif dalam mitigasi bencana ke depannya. 

Para mahasiswa akan melengkapi data yang sudah ada, berdasarkan nama dan alamat atau by name by address dengan data-data spasial yang dibutuhkan. Dengan adanya data-data spasial maka penyajian data dapat dikonversikan dari bentuk tabular menjadi bentuk spasial. Tujuannya agar pembacaan datanya menjadi lebih mudah.

Diharapkan dengan adanya Sirumba maka prosedur pendataan bencana yang berlaku saat ini dapat lebih disempurnakan. Dengan begitu, proses penanggulangan bencana dapat berlangsung dengan lebih efisien.

Adapun menurut laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sebagian besar rumah yang rusak akibat gempa dibangun dengan konstruksi yang bukan tahan gempa. Padahal, desain bangunan tahan gempa sudah banyak tersedia. Hanya saja belum terealisasi dengan baik. 

Minimnya regulasi di Pemerintah Daerah (Pemda) tentang rumah tahan gempa menjadi faktor penyebab bangunan dengan konstruksi tahan gempa belum banyak dibangun. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan masyarakat dan tukang , alasan ekonomi, dan tata ruang.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Paul & Prive di Marc’s Boulevard oleh Triniti Land meraih penghargaan Best Low Rise Condo Architectural Design 2019

RumahCom-Terletak di area pantai Batam, kota terbesar di provinsi Kepulauan Riau Indonesia, Paul & Prive di Marc’s Boulevard oleh Triniti Land adalah sebuah condovilla eksklusif kontemporer dan

Lanjutkan membacaNovember 14, 2019

Cegah Alih Fungsi, Mafia Tanah Harus Diberantas

RumahCom-Pemerintah sudah mulai bergegas untuk memberantas mafia tanah. Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengatakan, tata ruang diharapkan mampu mencegah adanya alih fungsi tanah. Pemberantas

Lanjutkan membacaNovember 26, 2019

Potensi Pasar Properti Tahun Depan Belum Banyak Berubah, Kenapa?

RumahCom-Pasar sektoral dan sentimen global turut memengaruhi perkembangan pasar properti saat ini. Rupanya diperkirakan tahun depan tidak ada banyak perubahan dibandingkan tahun ini. Namun, masih pot

Lanjutkan membacaNovember 28, 2019

Pengembang Mulai Mengembangkan Proyek Integrasi Transportasi Massal

RumahCom-Transportasi menjadi salah satu nilai penting untuk penjualan properti saat ini. Para pengembang mulai membuat proyek yang terintegrasi dengan stasiun. Misalnya seperti Sinar Mas Land, Metlan

Lanjutkan membacaDesember 2, 2019

Masukan