Tak Berat Sebelah, Aturan PPJB Harus Adil Bagi Keduanya

Desember 2, 2019

RumahCom-Peraturan Menteri (Permen) No 11/2019 tentang sistem Perjanjian Pendahuluan Jual-Beli Rumah (PPJB) dianggap berat sebelah. Para pengembang maupun konsumen merasa tidak adil. Oleh karena itu, Permen akan direvisi. 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Peraturan Menteri (Permen) No 11/PRT/M/2019 akan merevisi tentang sistem Perjanjian Pendahuluan Jual-Beli Rumah (PPJB). Ini diharapkan bisa memberikan dampak positif baik bagi pengembang maupun konsumen.

Pasalnya, aturan baru PPJB itu disebutkan bahwa apabila pelaku pembangunan lalai memenuhi jadwal, calon pembeli dapat membatalkan pembelian rumah tunggal, rumah deret, atau rusun. Lalu, seluruh pembayaran yang diterima pelaku pembangunan harus dikembalikan sepenuhnya kepada calon pembeli.

Selain itu, apabila pembatalan bukan disebabkan oleh kelalaian pelaku pembangunan maka pelaku pembangunan mengembalikan pembayaran yang telah diterima kepada calon pembeli. DIterapkan potongan 10% dari pembayaran yang telah diterima oleh pelaku pembangunan dan ditambah biaya pajak yang telah diperhitungkan.

Direktur PT Metropolitan Land Tbk. Wahyu Sulistio mengatakan, bagian yang kurang adil bagi pengembang adalah tidak adanya sanksi atau konsekuensinya apabila konsumen yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran atau telat bayar.

Lalu, menurutnya pengembalian uang konsumen seharusnya tidak penuh tetapi dipotong PPn yang telah disetor pengembang ke negara. Hal itu dikarenakan setiap konsumen menyetorkan cicilan PPn-nya langsung dibayarkan oleh pengembang.

Baca selengkapnya: Pengertian AJB, PJB, dan PPJB

Bagi pengembang, risiko menjadi semakin tinggi, khususnya untuk proyek hunian vertikal (highrise strata title) yang perkembangan pembangunannya tidak bisa ditunda atau dihentikan sebagian.

Pemerhati Kebijakan Publik Agus Wahyudin mengatakan, pemerintah harus berimbang, baik kepada konsumen maupun kepada pengembang.

Sebelum direvisi, Permen No. 11/2019 tentang sistem Perjanjian Pendahuluan Jual Beli Rumah itu dinilai tidak adil. Beberapa pasal dalam peraturan tersebut dinilai memberatkan pengembang.

Menurut dia, sudah seharusnya sebuah aturan dibuat dengan jelas dan berimbang dengan berpedoman pada dampak yang akan ditimbulkan. Dia mengatakan, apabila sebuah aturan memberatkan investor maka akan berdampak pada iklim investasi dan daya saing.

Kementerian PUPR sudah mendapatkan masukan dan usulan awal dari pengembang saat penyusunan Permen No. 11/2019. Namun saat diterbitkan, berbagai masukan tersebut tidak ada sama sekali. Ini akan berdampak pada biaya tingginya notaris yang akan berdampak kepada konsumen.

Sebelum membeli properti, alangkah bijaknya Anda harus mengetahui Panduan dasar legalitas dan sertifikat properti agar berjalan lancar. 

Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit menilai, revisi Permen No. 11/2019 memang harus dipilih Kementerian PUPR untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

“Ini bagus untuk konsumen dan tentunya kebijakan tersebut pasti sudah mempertimbangkan dunia usaha,” tuturnya.

Pada peraturan yang lama, proses transaksi akan jauh lebih lama karena akan ada dokumen yang bergantung pada instansi lain ketika Permen No. 11/2019 ini diberlakukan. Jika itu terjadi, tentunya akan berdampak pada menurunnya minat investasi di bidang properti.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menilai, saat ini yang dibutuhkan oleh negeri ini adalah konsistensi antara perintah presiden dengan jajaran yang ada dibawahnya.

“Presiden Jokowi sudah sering mengarahkan agar pemerintah membuka dialog dan menampung aspirasi. Regulasi itu harus pro bisnis, jangan sampai karena ada regulasi yang tidak berimbang menghambat masuknya investasi. Karenanya semua harus konsisten untuk saling mendukung,” tutupnya.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalam Panduan dan Referensi

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah 

 

Junaedi H
May 01, 2020
Berita sangat bermanfaat dan menambah wawasan.
KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Jelang Kuartal Akhir, Penjualan Properti Masih Landai

RumahCom-Kenaikan target kuartal akhir sampai akhir tahun dinilai masih belum signifikan. Walaupun penjualan properti masih landai. Namun, adanya relaksasi Loan To Value (LTV) dalam sisi makro akan me

Lanjutkan membacaNovember 15, 2019

Easton Urban Kapital Menangkan Penghargaan Best Town House Development untuk Cornerstone House yang Modern dan Minimalis

RumahCom-Suasana rumah di perkotaan yang modern sudah bisa dirasakan oleh para keluarga modern. Cornerstone House dari Easton Urban Kapital telah berhasil menampilkan rumah-rumah dengan desain arsitek

Lanjutkan membacaNovember 20, 2019

Jakarta Garden City Memenangkan Penghargaan Best Township Masterplan Design 2019 untuk Modernland Realty

RumahCom-Jakarta Garden City, di Jakarta Timur berhasil meraih penghargaan Best Township Masterplan Design dalam PropertyGuru's Indonesia Property Awards 2019 pada September lalu. Mengusung kota ramah

Lanjutkan membacaNovember 20, 2019

Pemerintah Mulai Bedah Rumah Pasca Gempa Sulteng

RumahCom-Mulai melakukan bedah rumah pasca gempa Sulawesi Tengah (Sulteng), pemerintah juga menyiapkan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk para korban yang tidak mampu sebanyak 17,5 j

Lanjutkan membacaNovember 28, 2019

Inovasi Baru, Sistem Pemetaan Rumah Terdampak Bencana (Sirumba)

RumahCom-Inovasi telah dilakukan Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Sistem Informasi Rumah Masyarakat Terdampak Bencana atau yang dijuluki Sirumba.Per

Lanjutkan membacaDesember 2, 2019

Masukan