Harga Tanah dan Aset Properti di Jakarta Selatan Terdongkrak MRT Jakarta

Wahyu ArdiyantoMaret 28, 2019

animo masyarakat atas MRT Jakarta

MRT Jakarta Dongkrak Harga Tanah dan Aset Properti di Jakarta Selatan

Wahyu ArdiyantoMaret 28, 2019

MRT Jakarta akhirnya dinyatakan akan resmi beroperasi mulai Senin, 1 April 2019. Adapun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta juga sudah menetapkan tarifnya sebesar Rp14 ribu per orang dengan tarif per stasiun dibanderol Rp1000.

MRT Jakarta fase I dengan jalur Bundaran HI – Lebak Bulus yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (24/3) lalu ini pun menandai lahirnya era baru untuk sarana transportasi massal modern di Indonesia.

Karena, pada kesempatan yang sama Presiden juga sekaligus melakukan groundbreaking MRT Jakarta fase II sepanjang 8,3 km dari Bundaran HI menuju Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara.

Terkait pengoperasian MRT Jakarta fase I dengan jalur sepanjang 16 kilometer yang meliputi 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah, Country Manager Rumah.com, Marine Novita, pun menilai akan ada banyak efek positif bagi pasar properti. Termasuk juga bagi kawasan penyangga ibu kota.

suasana MRT Jakarta

Terealisasinya MRT Jakarta fase I ini akan mendongkrak harga properti karena meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan.

“Sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak sangat nyata pada kenaikan harga properti. Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal mampu meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah,” ujarnya.

Dan menurutnya, terealisasinya MRT Jakarta fase I ini akan mendongkrak harga properti karena meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan. Dan secara spesifik efek pengoperasian MRT fase I ini akan berpengaruh besar khususnya bagi Jakarta Selatan di mana sebagian besar jalur MRT melalui wilayah ini.

Masih menurutnya, dengan beroperasinya MRT Jakarta fase I, investasi di bidang properti akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati, dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak.

“Dan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,” terangnya. Kecenderungan kenaikan harga properti di sepanjang jalur MRT juga terlihat dari data Rumah.com Property Index (RPI).

Menurut Marine, Rumah.com Property Index menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal di DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 adalah 122 poin, naik 4% dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta di 2017 (year on year). Jika dibandingkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta, rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan sebesar 149 poin, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Stasiun MRT Jakarta

Perkembangan properti di Jakarta Selatan juga tak lepas dari faktor perkembangan properti di ruas jalan TB Simatupang, yang berubah menjadi kawasan bisnis baru.

Kenaikan indeks di Jakarta Selatan diperkirakan akibat pembangunan MRT Jakarta fase I. Selaras dengan kenaikan di Jakarta Selatan, daerah perbatasannya pun mengalami kenaikan yang sama. Tangerang Selatan mengalami kenaikan indeks sebesar 4%(yoy).

Tertarik untuk punya hunian atau berinvestasi di Jakarta Selatan? Cek aneka pilihan propertinya di sini!

Perkembangan properti di Jakarta Selatan juga tak lepas dari faktor perkembangan properti di ruas jalan TB Simatupang, yang berubah menjadi kawasan bisnis baru. Kemunculan gedung-gedung perkantoran baru diimbangi dengan munculnya hunian-hunian baru, khususnya apartemen. Sebut saja Arumaya, Izzara, ataupun Midtown Residence, yang terletak tepat di ruas jalan TB Simatupang.

Kemudian ada pula yang sedikit menjorok ke dalam, seperti Apple Residence di jalan Jatipadang, serta satu dari sedikit landed house baru di sekitar Simatupang, yakni Simatupang Residence, yang terletak di kawasan Pasar Minggu, sekitar 600 meter dari jalan TB Simatupang. Untuk apartemen, harga unit studio-nya sudah berada pada kisaran Rp1 miliar ke atas. Sementara rumah tapak dimulai pada kisararn Rp4 miliaran.

Jadi mau cari rumah, ruko, apartemen, atau investasi properti? Pahami potensi wilayahnya mulai dari fasilitas, infrastruktur, hingga pergerakan tren harganya lewat Area Insider.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Wahyu Ardiyanto
Penulis adalah editor di Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke: Wahyuardiyanto@rumah.com atau melalui Twitter: @orang_rumah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Ketahui Kondisi Harga Properti Terkini Lewat Property Index

RumahCom – Sebagai portal properti terdepan di Indonesia, Rumah.com selalu berusaha membantu jutaan masyarakat Indonesia dalam menemukan properti yang tepat dan harga yang akurat. Upaya tersebut dir

Lanjutkan membacaApril 19, 2021

Jelang Pemilu, Pengajuan KPR Tetap Melaju

RumahCom – Perlambatan pasar properti diperkirakan berlanjut hingga pertengahan kuartal kedua tahun ini lantaran adanya Pemilu 2019. Meski demikian, market diprediksi bergerak signifikan pada ku

Lanjutkan membacaMaret 8, 2019

Kunci Utama Punya Rumah: Berani Jadi Diri Sendiri!

RumahCom – Pernah dengar orang bicara ‘Cara mudah punya rumah?’ Well, percayalah: punya rumah tidak pernah mudah.Jika itu mudah, maka semua orang yang sudah pantas pasti akan punya rumah. Maksu

Lanjutkan membacaMaret 27, 2019

Rumah di Bojongsari Makin Diminati Efek Beroperasinya MRT Jakarta

RumahCom - MRT Jakarta yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (24/3) lalu menandai lahirnya era baru untuk sarana transportasi massal modern di Indonesia.Dan setelah melal

Lanjutkan membacaMaret 27, 2019

Masukan