Rumah.com – Bisnis pinjam meminjam uang kini bisa dilakukan secara oline sejalan dengan perkembangan teknologi. Dibandingkan dengan prose berbelit perbankan, perkembangan fintech tumbuh bak jamur di musim hujan.

Mengajukan pinjaman di bank biasanya butuh proses panjang. Pemohon kredit wajib melampirkan berbagai macam dokumen pendukung, mulai dari KTP dan Kartu Keluarga, Kartu Kredit, Nomor Telepon Rumah dan Orangtua serta kerabat, hingga survei rumah, dan lainnya.

Lain halnya dengan pinjam uang di pinjol. Calon debitur hanya perlu menunjukkan foto diri sambil memegang KTP, alamat e-mail, atau akun media sosial saja. Namun resiko yang ditanggung pun bersifat digital. Jika melakukan kesepakatan transaksi digital, mau tak mau kita memberikan kewenangan pihak lain untuk mengakses data diri berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Pinjaman online adalah salah satu bentuk perkembangan dari financial technology, (teknologi finansial) atau yang disebut dengan fintech. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa bunga fintech lebih tinggi dari bank. Hal itu dikarenakan fintech tidak menggunakan agunan.

Untuk meminimalisir resiko, pastikan anda menerapkan sikap kehati-hatian sebelum mengajukan fintech sebagai berikut:

Memilih Perusahaan yang terdaftar

Pastikan perusahaan fintech yang Anda pilih telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ya. Anda bisa rajin melakukan pengecekan melalui website resmi OJK. Dengan adanya pengawasan dari OJK, maka perusahaan tersebut beraporasional sesuai ketentuan yang diberlakukan oleh OJK. Jarang seklai untuk menyimpang.

Sesuaikan kemampuan dengan suku bunga pinjaman

Setelah memeproleh info perusahaan yang terdaftar di OJK. Selanjutnya, Anda harus pintar-pintar membandingkan perusahaan fintech yang satu dengan yang lainnya dan memilih yang memberikan bunga terendah.

Sebagai gambaran, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memiliki kesepakatan di antara anggotanya dengan mengatur bunga pinjaman yang diberikan maksimal 0,8% per hari. Itu berarti sekitar 24% per bulan, dan di atas 200% per tahun.

Catat jumlah uang yang dipinjam dan tanggal jatuh tempo pinjaman

Anda perlu memiliki catatn tersendiri mengenai jumlah tagihan atau cicilan yang harus dibayarkan dan mencatat kapan tanggal jatuh temponya. Ini agar Anda tidak lupa waktu pembayaran cicilan.

Tanggal gajian, sisihkan untuk pembayaran

Begitu tanggal gajian tiba, segera sisihkan untuk membayar pinjaman online. Anda haru berprinsip secara ketat, untuk tidak mengotak -atik jumlah yang disisihkan.

 Bayar sesuai jatuh tempo

Sebaiknya bayar pinjaman sebelum tanggal jatuh tempo tersebut agar tidak ditagih-tagih terus dan dikenakan biaya bunga tambahan atau denda.

Sebagaimana bentuk pinjaman lainnya, Anda sebagai calon debitur sebaiknya memahami betul masing-masing kekurangan dan kelebihannya. Bank atau lembaga pemberi pinjaman konvensional memang terasa ribet dalam prosesnya, begitu juga dengan syarat agunan. Namun, bunga yang dikenakan lebih rendah.

Sebaliknya, fintech menawarkan kepraktisan yang menghadirkan risiko lebih besar bagi lembaga tersebut. Konsekuensinya, mereka akan mengenakan bunga yang lebih besar. Pertimbangkan hal ini baik-baik.

Yang terakhir dan terpenting, gunakan pinjaman hanya untuk keperluan mendesak atau keperluan pengembangan usaha. Tidak disarankan untuk mengajukan pinjaman, apalagi dengan bunga yang besar, hanya untuk kebutuhan konsumtif. Yakinlah, hal ini hanya akan menambah beban finansial Anda.

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Punya pertanyaan seputar beli rumah dan KPR? Klik Tanya Properti Rumah.com!

KIRIM KOMENTAR