Timbang-Timbang KPR dan Tunai Bertahap

Boy LeonardMei 29, 2019

rumah kpr untuk milenial

Rumah.com – Pembeli kerap kali mengalami dilema dalam hal cara pembelian properti. Apakah melalui tunai bertahap, tunai, atau Kredit Pemilikan Perumahan (KPR). Sejauh ini baru ada tiga cara pembayaran tersebut yang lazim digunakan.

Pilihan-pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal penting yang diutamakan adalah menyesuaikan kemampuan finansial untuk memutuskan membeli rumah. Selain itu, carilah pengembang yang memiliki track record membangun properti. Jadi proyek-proyeknya pasti nyata terbangun bukan sekedar gambar saja.

Survei Harga Properti Residensial oleh Bank Indonesia mengungkapkan, konsumen masih mengandalkan pembiayaan perbankan dalam membeli properti residensial. Persentase konsumen yang menggunakan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dalam pembelian properti residensial mencapai 74,16%.

Meskipun KPR masih mendominasi, jumlah ini selama kuartal I/2019 menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.Pada triwulan IV 2018 konsumen yang menggunakan fasilitas KPR sebesar 76,73%.

Penurunan KPR seiring dengan meningkatnya konsumen yang menggunakan sumber pembiayaan lainnya, yaitu tunai dan tunai bertahap. Sumber pembiayaan tunai meningkat sebesar 1,1% dari triwulan sebelumnya. Pada triwulan IV 2018, pengguna pembiayaan tunai sebesar 7,41% dan triwulan I 2019 sebesar 8,51%. Sementara untuk tunai bertahap meningkat sebesar 1,47%, yakni dari 15,86% pada triwulan IV 2018 menjadi 17,33% pada triwulan I 2019.

Sementara itu, Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index menunjukkan hal yang senada. Peminat KPR besarnya adalah 38% atau turun dari periode sebelumnya sebesar 46%. Sementara itu, peminat pembayaran tunai sebesar 28% atau naik dari periode sebelumnya sebesar 19%. 

Mengapa pengguna tren dan pembelian tunai maupun tunai bertahap bisa tumbuh? Berikut pertimbangannya.

Kelebihan membeli properti secara tunai atau tunai bertahap

Membeli dengan harga lebih murah

Semua barang yang jenis pembeliannya dilakukan dengan cara cicilan pasti dikenakan bunga, sehingga harganya jauh lebih mahal.

Selain itu sebagian besar pengembang biasanya membutuhkan dana yang bisa diputar dengan cepat untuk membangun propertinya. Dalam hal ini, konsumen bisa memiliki daya tawar kuat dalam proses transaksi untuk mendapatkan harga terbaik (potongan harga) .

Prosesnya tidak berbelit

Transaksi secara tunai dan tunai bertahap tidak menggunakan pihak ketiga seperti perbankan. Pembeli dan developer bisa melakukan transaksi dan negosiasi secara langsung. Alur pembelian dapat dipangkas dibandingkan harus menunggu persetujuan dari bank.

Biaya Administrasi Minim

Membeli secara tunai, tidak ada kewajban membayar biaya administrasi yang dibebankan pihak bank jika membeli secara kredit. Seperti biaya pengurusan dokumen. Selain itu aturan yang diberikan oleh developer biasanya tidak serumit jika membeli dengan KPR. Sehingga merasa lebih bebas melakukan eksplorasi atau renovasi pada rumah.

Bebas dari Kerisauan

Setelah transaksi jual beli selesai, rumah tersebut otomatis sudah menjadi hak milik. Anda akan terbebas dari rasa cemas dan risau jika ada kemungkinan rumah tersebut berpindah tangan ke orang lain.

Selain itu kepastian mendapatkan aset bisa dijual atau disewakan kembali secara jangka pendek ketika membutuhkan tambahan pendapatan.

Kekurangan membeli properti secara tunai atau tunai bertahap

Membutuhkan banyak dana segar

Harga properti selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kenaikan gaji bahkan tidak seberapa jika dibandingkan dengan kenaikan harga properti. Bahkan selama ini butuh waktu menabung cukup lama baru bisa digunakan untuk membayar uang muka saja.

Siap dengan resiko

Konsumen wajib mewaspadai risiko yang mungkin terjadi jika ternyata developer memiliki masalah dalam pembangunan. Uang Anda bisa hilang sia-sia dalam waktu singkat bisa terjadi. Jika menggunakan pihak ketiga atau bank, bank akan ikut membantu jika terjadi masalah seperti di atas.

Fathia Azkia
Penulis adalah Editor di Rumah.com. Punya pertanyaan seputar beli rumah dan KPR? Klik Tanya Properti Rumah.com!

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Oktober 2021

RumahCom – Di bulan Oktober 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begit

Lanjutkan membacaOktober 7, 2021

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019: Milenial Paling Antusias Beli Rumah

 Rumah.com Property Sentiment Index H1 2019, yang merangkum seluruh aspek sentimen pembeli dan calon pembeli terhadap kondisi pasar properti saat ini berada di angka 57, naik dari periode sebelum

Lanjutkan membacaMei 24, 2019

Pinjol Alternatif Dana Rumah Impian. Tertarik?

Rumah.com - Bisnis pinjam meminjam uang kini bisa dilakukan secara oline sejalan dengan perkembangan teknologi. Dibandingkan dengan prose berbelit perbankan, perkembangan fintech tumbuh bak jamur di m

Lanjutkan membacaMei 29, 2019

THR Cair, Jangan Lupa Sisihkan untuk Beli Rumah

Rumah.com - Momen lebaran tiba. Ini adalah periode yang ditunggu-tunggu. Terlebih lagi dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang juga cair. Bijaknya, jangan menggunakan THR seluruhnya untuk kepentingan ko

Lanjutkan membacaMei 29, 2019

Masukan