Properti Menengah Bawah Jadi Sasaran Empuk

Boy Leonard30 Mei 2019

Saat ini, salah satu syarat untuk dapat membeli rumah subsidi melalui KPR FLPP adalah memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta. Namun , Pemerintah berencana meningkatkan hingga Rp8 juta.

Rumah.com – Pada semester pertama tahun ini, pasar properti memang cenderung stagnan di tengah tensi politik yang memanas menjelang dan pasca pemilu. Para pelaku pasar, baik pembeli maupun investor hingga pengembang mengambil sikap ‘wait and see’.

Sebagai dampaknya, banyak pengembang yang nilai penjualannya menurun di kuartal I/2019. Namun, tekanan dari nilai tukar pada tahun ini, akan terbatas. Sebab pergerakan nilai tukar mulai stabil.

Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investor Service baru-baru ini merilis riset bertajuk Indonesia Property Chart Book, dimana di situ Moody’s menyatakan optimismenya bahwa bisnis properti Indonesia akan bertambah bergairah di semester kedua tahun ini. Hal tersebut disebutkan didorong oleh berakhirnya periode pemilihan presiden (pilpres) yang membuat permintaan properti kembali meningkat.

Dalam riset tersebut diungkapkan juga bahwa potensi peningkatan kinerja di sektor properti diperkirakan masih di sekitar level yang rendah. Ini disebabkan pasar properti di Indonesia telah melambat cukup lama dalam beberapa tahun terakhir, setelah sempat mencapai puncak pada 2013.

Selama kuartal II/2019 ini, peluang kebangkitan kemungkinan juga akan terhambat dengan kebutuhan-kebutuhan segera untuk Idul Fitri, penerimaan murid atau mahasiswa baru, serta liburan panjang sekolah. Berarti, potensi peningkatan kinerja sektor properti mungkin baru akan terealisasi di semester kedua tahun ini.

Properti Kelas Menengah Masih Kuat

Pengembang properti yang bisa memaksimalkan penjualan properti adalah pada harga di bawah Rp1 miliar. Hal ini disebabkan untuk target segmen menengah ke bawah, konsumennya tidak terlalu terpengaruh oleh sentimen pemilu dan permintaannya lebih real untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal.

Mungkin yang perlu diwaspadai untuk target ini adalah kenaikan suku bunga perbankan. Walaupun juga belakangan ini sepertinya tren ke arah penurunan suku bunga yang lebih mungkin terjadi. Jika suku bunga akan diturunkan, peluang kenaikan pasar segmen menengah ke bawah ini akan lebih nyata.

Optimisme itu muncul dari PT Alam Sutera Realty Tbk. Perumahan yang banyak dijual pada segmen menengah. Perseroan memiliki produk perumahan di Suvarna Sutera dengan harga Rp1 miliar-Rp2 miliar. Dia mengungkapkan, perseroan juga memiliki perumahan Ayodhya yang juga menyasar kelas menengah.

Ciputra Development juga menyebut bahwa secara umum, kondisi pasar cukup banyak yang kelebihan persediaan, seperti di Jakarta. Akan tetapi, pengembang ini mengamini bahwa kinerja properti pada tahun ini bakal lebih baik dibandingkan dengan 2018.

Pengembang ini optimistis tahun politik tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi ekonomi. Namun, kondisi properti sangat bergantung dengan ekonomi domestik. Selain itu, jika otoritas moneter kembali menaikkan suku bunga hingga 100 basis poin maka hal tersebut bakal memberikan pengaruh yang signifikan pada bisnis properti.

Summarecon Agung juga meyakini dengan menawarkan produk yang lebih menyasar segmen kelas menengah, dengan metode pembayaran yang menarik serta adanya program marketing lainnya akan mampu mengerek penjualan tahun ini.

Punya pertanyaan seputar beli rumah dan KPR? Klik Tanya Properti Rumah.com!

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Oktober 2021

RumahCom – Di bulan Oktober 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begit

Lanjutkan membaca7 Okt 2021

THR Cair, Jangan Lupa Sisihkan untuk Beli Rumah

Rumah.com - Momen lebaran tiba. Ini adalah periode yang ditunggu-tunggu. Terlebih lagi dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang juga cair. Bijaknya, jangan menggunakan THR seluruhnya untuk kepentingan ko

Lanjutkan membaca29 Mei 2019

Timbang-Timbang KPR dan Tunai Bertahap

Rumah.com - Pembeli kerap kali mengalami dilema dalam hal cara pembelian properti. Apakah melalui tunai bertahap, tunai, atau Kredit Pemilikan Perumahan (KPR). Sejauh ini baru ada tiga cara pembayaran

Lanjutkan membaca29 Mei 2019

Masukan