Insentif Bebas PPN, Mampukah Dorong Program Satu Juta Rumah?

Boy LeonardMei 31, 2019

Rumah.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merilis data capaian program satu juta rumah hingga akhir Mei 2019.

Berdasarkan data tersebut, status capaian Program Satu Juta Rumah per tanggal 27 Mei 2019 mencapai angka 400.500 unit. Adapun dari total tersebut terdiri atas pembangunan rumah MBR sebanyak 344.214 (86%) unit dan sisanya 56.322 (14%) unit adalah rumah non-MBR.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan baik pemerintah maupun pengembang optimistis untuk mengejar target pada tahun ini yang ditetapkan sebanyak 1.250.000 unit.

Pada dasarnya, target yang ingin dicapai dalam Program Satu Juta Rumah adalah membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 70% dan sisanya 30%untuk rumah non-MBR.

Kondisi tersebut didasari beberapa hal. Salah satunya, kata dia, seperti telah ditetapkannya harga baru rumah subsidi yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 81/PMK.010/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar Serta Perumahan Lainnya Yang Atas Penyerahannya Dibebaskan Dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Melalui aturan baru yang telah ditunggu-tunggu tersebut, kami optimistis para pengembang juga akan lebih bersemangat dalam membangun rumah untuk masyarakat. Apalagi banyak juga kemudahan perizinan untuk perumahan di daerah,” katanya melalui keterangan resmi Rabu (29/5/2019).

Lebih jauh, data yang diterbitkan Kementerian PUPR merinci bahwa realisasi pembangunan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR berjumlah 56.070 unit. Sedangkan pembangunan rumah yang dilaksanakan oleh pengembang totalnya sebanyak 285.219 unit.

Realisasi pembangunan rumah oleh pengembang berasal dari skema Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 37.949 unit. Selain itu,dalam pembangunan rumah non MBR, imbuhnya, berasal dari perumahan yang dibangun pengembang sebanyak 56.232 unit dan rumah yang dibangun sendiri oleh masyarakat sebanyak 90 unit.

Adapun pembangunan rumah non-subsidi yang dibangun pengembang sebanyak 285.219 unit. Selain itu, ada juga rumah yang dibangun oleh masyarakat sebanyak 2.889 unit. Sedangkan pembangunan rumah non-MBR, imbuhnya, berasal dari perumahan yang dibangun pengembang sebanyak 56.232 unit dan rumah yang dibangun sendiri oleh masyarakat sebanyak 90 unit.

Sebagai informasi, pemerintah memutuskan untuk membebaskan kewajiban PPN bagi rumah sederhana untuk mendorong akses kepemilikan hunian masyarakat. Utamanya mengurangi persoalan backlog yang selama ini terus menjadi momok kendati telah ada program sejuta rumah.

Kementerian Keuangan baru saja mengeluarkan PMK No.81/ PMK.03/2019 tentang batasan rumah umum, asrama mahasiswa, pondok boro, dan perumahan lainnya yang penyerahannya dibebaskan dari pajak pertambahan nilai (PPN).

Dalam ketentuan itu, pemerintah menaikkan batasan harga jual rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang dibebaskan dari pengenaan PPN:

  1. Zona Jawa (Kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), serta Sumatera (Kecuali Kep.Riau, Bangka Belitung dan Kepulauan Mentawai)

Rumah yang berada di zona Jawa ini bebas PPN dengan harga jual Rp140 juta pada 2019 dan Rp150,50 juta pada 2020.

  1. Zona Kalimantan (Kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu)

Harga rumah di wilayah ini yang bebas PPN dengan harga jual Rp153 juta pada 2019 dan Rp164,50 juta pada 2020.

  1. Zona Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Mentawai, dan Kepulauan Riau (kecuali Kepulauan Anambas)

Harga rumah di wilayah ini yang bebas PPN dengan harga jual Rp146 juta pada 2019 dan Rp156,50 juta pada 2020.

  1. Zona Maluku, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, Jabodetabek dan Kepulauan Anambas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Mahakam Ulu.

Harga rumah di wilayah ini dengan harga jual senilai Rp158 juta pada 2019 dan Rp168 juta pada 2020.

  1. Zona Papua dan Papua Barat

Harga jual rumah Rp212 juta pada 2019 dan Rp219 juta pada 2020.

Punya pertanyaan seputar beli rumah dan KPR? Klik Tanya Properti Rumah.com!

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

THR Cair, Jangan Lupa Sisihkan untuk Beli Rumah

Rumah.com - Momen lebaran tiba. Ini adalah periode yang ditunggu-tunggu. Terlebih lagi dengan Tunjangan Hari Raya (THR) yang juga cair. Bijaknya, jangan menggunakan THR seluruhnya untuk kepentingan ko

Lanjutkan membacaMei 29, 2019

Timbang-Timbang KPR dan Tunai Bertahap

Rumah.com - Pembeli kerap kali mengalami dilema dalam hal cara pembelian properti. Apakah melalui tunai bertahap, tunai, atau Kredit Pemilikan Perumahan (KPR). Sejauh ini baru ada tiga cara pembayaran

Lanjutkan membacaMei 29, 2019

Ibu Kota Pindah ke Luar Jawa, Bagaimana Potensinya

Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk memindahkan ibu kota ke luar pulau Jawa. Rencana pemindahan ibu kota bisa berimbas pada perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN). Diperkirakan jumlahnya seki

Lanjutkan membacaMei 29, 2019

Hore… Sekarang Rumah Subsidi Bebas PPN

Pemerintah memutuskan untuk membebaskan kewajiban PPN bagi rumah sederhana untuk mendorong akses kepemilikan hunian masyarakat. Utamanya mengurangi persoalan backlog yang selama ini terus menjadi momo

Lanjutkan membacaMei 29, 2019

Masukan