Meski Masih Melambat Pengembang Tetap Genjot Penjualan

Boy LeonardJuni 12, 2019

Sejumlah pengembang tetap memutar otak meracik strategi agar Tunjangan Hari Raya (THR) konsumen bisa digunakan untuk berinvestasi ke sektor properti.

Rumah.com – Tren penjualan properti yang melambat selama lebaran sudah menjadi siklus yang wajar. Namun, bukan berarti para pengembang pasrah dan menghentikan aktivitas penjualan begitu saja.

Sejumlah pengembang tetap memutar otak meracik strategi agar Tunjangan Hari Raya (THR) konsumen bisa digunakan untuk berinvestasi ke sektor properti. Baca juga: Tips Manfaatkan THR untuk DP Rumah.

Direktur Utama PT Waskita Karya Realty Tukijo mengungkapkan bahwa tren penjualan properti lazimnya turun sebesar 10% selama lebaran dibandingkan dengan bulan biasanya. Namun, penjualan pada periode lebaran tahun ini  lebih baik dibandingkan tahun lalu.

“Hal itu lantaran proyek Waskita telah memasuki progres konstruksi yang menambah kepercayaan calon pembeli,” Tukijo menjelaskan.

Perusahaan, lanjut dia berusaha menjaga ketat pencapaian target penjualan  dengan penyesuaian strategi marketing setiap bulannya.

Ketika masa Lebaran, misalnya, Waskita Realty menyiapkan strategi penjualan yang berfokus pada cara bayar ringan dengan cicilan Down Payment (DP) 20 persen yang  dapat dicicil 24x, promo THR free DP 15 persen, serta menambah  titik-titik lokasi penetrasi pasar. Pada momen Lebaran ini, perusahaan sengaja menciptakan strategi marketing komunikasi untuk membuat dana THR konsumen cukup untuk membeli properti.

Bingung dengan syarat dan cara mengajukan KPR? Lihat panduannya di Panduan Lengkap Mengajukan KPR dari Rumah.com.

Senada, Direktur Keuangan PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo, menuturkan lazimnya siklus penjualan selama satu bulan lebaran, turun sebesar kurang dari atau hingga setengah kali dibandingkan aktivitas penjualan pada bulan normal.

Dia menyadari bahwa fokus konsumen pada masa itu bukan untuk pembelian rumah, akan tetapi lebih ke arah elektronik dan gadget. Guna mengantisipasinya, perusahaan lebih banyak bersinergi dengan perbankan untuk penawaran suku bunga murah KPR.

 Sementara itu, ketua umum Himpunan Pengembang Perumahan dan Permukiman Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja, menilai biasanya akan terjadi penurunan penjualan dari pengembang sekitar 20%. Tahun ini, kata dia, perlambatan penjualan kemungkinan bisa lebih dalam makin parah lantaran momen Idul Fitri berdekatan dengan periode masuk sekolah.

“Pastinya, masyarakat lebih memikirkan untuk membiayai sekolah anak, seperti daftar ulang, uang gedung dan sebagainya ketimbang membeli rumah,” jelasnya.

Secara historikal, survei harga properti residensial Bank Indonesia dalam kurun waktu 4 tahun belakangan menunjukan penjualan properti residensial pada triwululan II (Maret-Juni) bergerak melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pada kuartal II/2018, volume penjualan properti residensial menurun sebesar 0,08% dibandingkan volume pada triwulan sebelumnya yang mencapai 10,55%). Pada kuartal III/2017, pertumbuhan penjualan melambat 3,61% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang sebesar 4,16% .

Hanya volume penjualan pada triwulan II/2016 tumbuh sebesar 4,02% yang lebih tinggi dibandingkan 1,51% (qtq) pada triwulan I/2016. dengan mulainya program pembangunan rumah murah oleh Pemerintah. Perlambatan penjualan properti residensial juga terjadi dari 26,62 persen pada triwulan I/2015 menjadi 10,84% pada triwulan II/2015.

Cerdik Membeli Rumah, Cari informasi detail

 Sebelum membeli rumah Anda perlu memsatikan telah mencari informasi dengan teliti dan detail, baik dari informasi dari orang sekitar, secara online, atau mendatangi pameran rumah agar dapat bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih jelas.

Jangan lupa untuk melihat siapa dulu pengembangnya. Bagaimanakah track record developer tersebut selama ini? Cek kualitas pembangunan proyek-proyek perumahan terdahulu. Apakah ada pembeli rumah yang kecewa? Perhatikan testimony para pembeli di internet. Apakah developer sering terlambat dalam serah terima rumahnya?

Ada 3 langkah yang dapat Anda lakukan untuk memastikan kredibilitas pengembang. Baca selengkapnya di Tips Memilih Pengembang yang Baik dari Rumah.com.

Tentukan anggaran

Setelah memperoleh informasi yang perlu Anda perhatikan, jangan lupa untuk menentukan anggaran budget Anda. Sesuaikan dengan pendapatan dan tabungan yang dimiliki. Perhitungkanlah biaya-biaya tambahan di masa depan seperti biaya renovasi, cukai, iuran komuniti penduduk ke dalam budget Anda.

Untuk bisa membeli rumah dalam waktu dekat, memang dibutuhkan komitmen dan langkah yang tepat. Temukan cara mengumpulkan DP rumah dalam waktu 12 bulan di Rumah.com.

Jeli Terhadap Cicilan

Lihat dengan jeli dan cermat tabel cicilan Anda selama periode kredit. Bandingkan berapa besar perbandingan utang pokok dan bunga di awal periode kredit, serta berapa lama bunga tetap yang berlaku.

Punya pertanyaan seputar beli rumah dan KPR? Klik Tanya Properti Rumah.com!

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Proyek Hunian Khusus ASN Sarat dengan Kemudahan

Rumah.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memulai pembangunan satu proyek hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota TNI/Polri di Kota Palembang, Sumatera Selatan pa

Lanjutkan membacaJuni 4, 2019

Inspirasi Desain Rumah Agar Nuansa Lebaran Bertahan Lebih Lama

Rumah.com - Lebaran tiba. Tunjangan Hari Raya (THR) pun telah cair. Jika masih ada sisa, kenapa tidak dialokasikan untuk merenovasi dan memperbarui tampilan rumah? Aplikasikan desain rumah bertema leb

Lanjutkan membacaJuni 7, 2019

Usai Lebaran, Pasar Properti Mulai Tancap Gas

Rumah.com - Pengembang berharap mulai merasakan hawa segar dari penjualan properti nasional dan  melontarkan sejumlah optimisme baru pada semester kedua  tahun 2019. Sebelumnya pada semester pertama

Lanjutkan membacaJuni 10, 2019

Batasan Gaji Bakal Naik, Penyaluran KPR Subsidi Makin Kencang

Rumah.com - Pemerintah telah menyalurkan 40.261 unit rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir Mei lalu atau senilai Rp3,86 triliun. Fasilitas yang juga dikenal

Lanjutkan membacaJuni 11, 2019

Masukan