Defisit Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi

Boy LeonardJuni 12, 2019

Saat ini, salah satu syarat untuk dapat membeli rumah subsidi melalui KPR FLPP adalah memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta. Namun , Pemerintah berencana meningkatkan hingga Rp8 juta.

Rumah.com – Target Pemerintah pada 2019 dalam merealisasikan pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah  (MBR) dibayangi oleh defisit kuota pembiayaan rumah subsidi.

Sekretaris Jenderal DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Daniel Djumali, mengatakan kuota pembiayaan rumah subsidi yang mencakup proyek Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisi Bunga (SSB) akan segera habis dalam 2 bulan-3 bulan ke depan (sekitar Agustus-September 2019). Hal ini juga bisa menyebabkan banyaknya akad KPR subsidi yang menggantung.

“Jadi tantangan utama rumah subsidi dalam waktu dekat adalah siaga backlog kuota rumah subsidi FLPP/SSB khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Bahkan kuota rumah subsidi di beberapa cabang BTN sudah habis atau hampir habis,” jelasnya

Tahun ini pembangunan  rumah subsidi hanya mencapai 168.000 unit dengan rincian FLPP sebanyak 68.000 unit dan SSB sebesar 100.000 unit.

Bingung dengan syarat dan cara mengajukan KPR? Lihat panduannya di Panduan Lengkap Mengajukan KPR dari Rumah.com.

Adapun realisasi penyaluran FLPP per Mei ini lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya dan lebih minim kendala. Pasalnya, penyaluran KPR FLPP tahun lalu terhambat oleh sejumlah perubahan kebijakan terkait pengawasan kualitas bangunan rumah subsidi yang dibangun oleh pengembang.

Baik FLPP maupun SSB merupakan KPR bersubsidi sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat mencicil dengan bunga 5% hingga masa cicilan paling lama 20 tahun. Hanya saja KPR FLPP membutuhkan dana besar yang merupakan dana bergulir melalui cicilan kredit.

Sedangkan program SSB pemerintah hanya mengganti selisih bunga pasar dengan bunga subsidi yang dibayarkan kepada bank penyalur KPR.

Mengenal Skema Pembiayaan Perumahan yang Difasilitasi Pemerintah

Dalam upaya mengurangi backlog perumahan, Pemerintah menciptakan beberapa program pembiayaan perumahan rakyat. Tercatat saat ini, pemerintah telah menelurkan 4 proyek pembiayaan. Masyarakat yang tertarik bisa memanfaatkan dan mengaksesnya, akan tetapi tentunya ada beberapa persyaratan yang perlu dicermati. 

BP2BT, Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan

  • Belum pernah mendapatkan subsidi/bantuan perumahan dari pemerintah
  • Belum pernah memiliki rumah
  • Telah menabung di bank selama 6 bulan dengan batasn minimal saldo Rp2 juta—Rp5 juta
  • Memiliki tanah dengan alas hak yang sah serta tidak dalam sengketa atau memiliki rumah satu-satunya yang rusak total untuk pembangunan rumah swadaya

SSB/FLPP

Kelebihannya adalah suku bunga tetap 5%, sudah termasuk premi asuransi dan tenor maksimum 20 tahun. Baca syarat mengajukan KPR subsidi di sini.

Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM)

-Bantuan uang muka yang diberikan senilai Rp4 juta, sebagai bantuan uang muka khusus KPR bersubsidi. Syaratnya sama dengan syarat KPR subsidi.

Tapera atau Tabungan Perumahan Rakyat

Tapera Berlaku bagi setiap negara Indonesia dan WNA pemegang visa paling singkat 6 bulan yang telah membayar simpanan. Sesuai namanya, peserta Tapera harus menabung dulu selama satu tahun sebelum dapat memanfaatkan bantuan pembiayaan perumahan. Syarat Tapera adalah sebagai berikut:

  • Berusia minimal 20 tahun
  • Pekerja (negeri atau swasta) maupun pekerja lepas
  • Pekerja wajib didaftarkan oleh pemberi kerja
  • Pekerja lepas wajib memiliki penghasilan rata-rata minimum sebatas Upah Minimum Regional (UMR)
  • Adapun syarat lainnya sesuai dengan syarat KPR subsidi. 

Jika Anda memiliki penghasilan yang tidak terlalu besar namun melebihi syarat penghasilan KPR subsidi, ada baiknya Anda membaca tips membeli rumah murah di Rumah.com.

 

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Usai Lebaran, Pasar Properti Mulai Tancap Gas

Rumah.com - Pengembang berharap mulai merasakan hawa segar dari penjualan properti nasional dan  melontarkan sejumlah optimisme baru pada semester kedua  tahun 2019. Sebelumnya pada semester pertama

Lanjutkan membacaJuni 10, 2019

Batasan Gaji Bakal Naik, Penyaluran KPR Subsidi Makin Kencang

Rumah.com - Pemerintah telah menyalurkan 40.261 unit rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir Mei lalu atau senilai Rp3,86 triliun. Fasilitas yang juga dikenal

Lanjutkan membacaJuni 11, 2019

Meski Masih Melambat Pengembang Tetap Genjot Penjualan

Rumah.com - Tren penjualan properti yang melambat selama lebaran sudah menjadi siklus yang wajar. Namun, bukan berarti para pengembang pasrah dan menghentikan aktivitas penjualan begitu saja.Sejumlah

Lanjutkan membacaJuni 12, 2019

Masukan