Pasca-Pilpres Kondusif, Pengembang Optimistis Sambut Semester II/2019

Boy LeonardJuni 19, 2019

pasar properti apartemen

Rumah.com – Pasar properti tak bisa dipungkiri rentan terhadap situasi politik/keamanan, ekonomi makro, serta inflasi dan tingkat suku bunga. Hal ini membuat pengembang properti bersyukur bahwa momen politik seperti pemilihan presiden dan lebaran sudah berlalu dengan baik dan lancar.

Direktur Utama PT Waskita Realty Tukijo mengatakan, dengan situasi politk dan keamanan yang telah positif menjadi modal baik bagi penjualan properti, khususnya untuk produk-produk yang sudah dalam progres pembangunan.

Dia menyebutkan, meskipun pasar properti pada semester memang melambat, tetapi pihaknya belum merevisi target penjualan yang telah disusun pada semester II/2019 nantinya. Akhir Mei sebelum lebaran lalu, anak usaha BUMN konstruksi tersebut telah mencapai 40% dari target penjualan tahun ini.

“Dikarenakan situasi politik dan keamanan yang sudah kondusif, kami tinggal tancap gas, terlebih untuk penjualan produk-produk eksisting yang telah masuk progres pembangun. Saat ini proyek Nines Plaza & Residence di BSD (Tangerang Selatan) dan Solterra Place di Pejaten, Jakarta Selatan, sudah siap untuk peluncuran penjualan Tower 2,” jelasnya.

Sementara itu, Andreas Pangaribuan, Sales & Marketing Manager Synthesis Home, juga mengatakan target penjualan masih sesuai dengan jalur yang ditetapkan. Menurutnya peluncuran pada Juli nanti untuk proyek Synthesis Home masih berpotensi menambah jumlah pembeli.

Setelah cukup lama tidak terjun dalam proyek rumah tapak, Synthesis menyadari kondisi penjualan untuk pasar rumah tapak berbeda dengan pasar apartemen. Andreas menyebutkan, ketika masih membangun proyek apartemen dampak melemahnya penjualan dari isu politik dan lebaran lebih terasa dibandingkan proyek rumah tapak. Kondisi tersebut tidak lepas dari karakter pembeli apartemen yang masih didominasi oleh investor.

“Ketika kami mulai banyak di pasar high rise. Hal itu menjadi kendala. Yang mencari rumah nggak terpengaruh isu tersebut. Pemakai langsung selama menjadi kebutuhan tetap akan cari rumah karena kapanpun harus beli,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, kondisi tahun ini juga masih didukung pembeli yang menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pasalnya, pelongaran loan to value ratio lebih dirasakan dengan Bank Indonesia telah memberikan kebebasan kepada perbankan. Pada praktiknya, bank juga banyak menyetujui dengan uang muka (DP) kurang dari 20%.

“Strategi semester II masih sama. Kami lebih menjangkau oramg yang memiliki kebutuhan solusi dengan area MRT dan tambah fitur smart home,” jelasnya. 

Rumah tapak dan apartemen punya kelebihan dan konsekuensinya masing-masing. Jika masih ragu beli apartemen, baca juga 9 hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli apartemen.

PT Summarecon Agung Tbk. juga membukukan pra-penjualan selama Mei 2019 mencapai Rp476 miliar. Total menghasilkan Rp2,02 triliun selama 5 bulan berjalan tahun ini. Besaran itu merepresentasikan sekitar 50% dari target akhir tahun lalu.

Berdasarkan riset yang dipublikasikan RHB sekuritas, penjualan emiten berkode saham SMRA didominasi oleh penjualan rumah tapak sebesar 69,5% dari total penjualan, diikuti  ruko di 14,4%, apartemen (13,1%), bidang tanah (2,8%).

Riset tersebut juga menyebutkan bahwa target pra-penjualan sepanjang 2019 masih bisa dicapai. Tidak seperti pengembang lain, menahan peluncuran produk baru mereka pada awal 2019. SMRA telah meluncurkan produk baru setiap bulan sejak Februari. Harga rumah tapak yang ditawarkan mulai dari Rp900 juta-Rp1,4 miliar.

Potensi penurunan suku bunga BI bisa menjadi katalis tambahan. Tingkat suku bunga yang lebih rendah dapat meningkatkan permintaan properti melalui KPR.

Bagi Anda yang berencana membeli rumah, berikut ini 5 bank dengan bunga KPR rendah.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

15 Bank dengan Suku Bunga KPR Rendah Per Juni 2021

RumahCom – Di bulan Juni 2021, ada beberapa bank yang menawarkan suku bunga KPR rendah. Bagi Anda yang berencana membeli rumah dengan KPR, kesempatan bagus ini tentu sayang jika dilewatkan begitu s

Lanjutkan membacaJuni 7, 2021

Apartemen Dekat Sarana Transportasi Umum Jadi Incaran

RumahCom – Semakin menipisnya lahan hunian yang dekat dengan pusat kota membuat suplai hunian bergeser ke wilayah perbatasan. Bagi pencari hunian, lokasi boleh jauh dari pusat aktivitas, asalkan tra

Lanjutkan membacaJuni 15, 2019

Dua Ruas Toll JOR II Rampung Juni Ini, Properti Serpong Menggeliat

Rumah.com - Dua dari 6 ruas tol Jakarta Outer Ring Road II (JORR II) berharap mampu dirampungkan sesuai target awal pada Juni ini. Dua ruas tersebut diantaranya adalah ruas tol Kuciran—Serpong dan S

Lanjutkan membacaJuni 14, 2019

Penjelasan Gubernur DKI Jakarta Soal IMB Pulau Reklamasi

Rumah.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi soal pengeluaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk Pantai Maju padahal sebelumnya pemda berkomitmen mencabut izin pulau reklamasi.Anis men

Lanjutkan membacaJuni 17, 2019

MRT Beroperasi Tepat Waktu, Hunian TOD Bermunculan

Rumah.com - Transportasi Mass Rapid Transit (MRT) telah beroperasi secara komersial pada Maret 2019 lalu. Momentum sebelum beroperasionalnya MRT telah dimanfaaktkan pengembang untuk merilis proyek-pr

Lanjutkan membacaJuni 18, 2019

LRT Kelapa Gading Segera Beroperasi, Dampak Masih Minim?

Rumah.com - Setelah Mass Rapid Transit Jakarta resmi beroperasi Maret lalu, Lintas Rel Terpadu  atau LRT memulai uji coba pada 11 Juni 2019-29 Juni 2019. Pembangunan proyek LRT sendiri telah dimulai

Lanjutkan membacaJuni 18, 2019

Masukan