Pemanis Tambahan Dorong Properti Nasional Segera Pulih

Wahyu ArdiyantoJuni 26, 2019

Pemanis Tambahan Dorong Properti Nasional Segera Pulih

Guna mengimbangi relaksasi PPnBM yang telah dilakukan. Pemerintah melanjutkan dorongannya dengan memberi pemanis tambahan, meringankan beban Pajak Penghasilan (PPh) 22.

Pemerintah secara resmi menerbitkan aturan terkait dengan pemangkasan Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas penjualan Barang Mewah dari 5% menjadi 1% melalui implementasi PMK No.92/PMK.03/2019. Adapun beleid ini merupakan revisi dari PMK No.253/PMK.03/2008 tentang WP Badan Tertentu Sebagai Pemungut Pajak Penghasilan dari Pembeli Penjualan Barang Yang Tergolong Mewah.

Aturan tersebut mengungkapkan bahwa pertimbangan dalam pemangkasan tarif pajak tersebut dimaksudkan untuk mendorong geliat industri properti.

Luangkan waktu 5 menit dan dapatkan uang tunai senilai total Rp10 Juta. Caranya? Cukup isi Survey Rumah.com Property Affordability Sentiment Index. Survei ini ditujukan untuk mengetahui sikap dan pendapat masyarakat terhadap pasar properti. Suarakan pendapat Anda dan isi surveinya di sini!

Pemanis Tambahan yang Membuat Pengembang Bersemangat

Pemanis Tambahan yang Membuat Pengembang Bersemangat

Ketentuan ini juga berlaku bagi apartemen, kondominium, dan sejenisnya, dengan harga jual atau pengalihannya lebih dari Rp30 miliar dengan luas bangunan lebih dari 150 meter persegi.

“Bahwa untuk semakin mendorong pertumbuhan sektor properti, perlu dilakukan penyesuaian ketentuan dasar pemungutan, kriteria, sifat, dan besarnya pungutan pajak atas pembelian barang yang tergolong sangat mewah,”ungkap PMK tersebut.

Menurut aturan tersebut, pengenaan PPh barang mewah sebesar 1% hanya berlaku bagi rumah beserta tanahnya, dengan harga jual atau harga pengalihannya lebih dari Rp30 miliar atau luas bangunan lebih dari 400 meter persegi.

Tertarik untuk membeli hunian atau investasi di kawasan ini? Sebelumnya kenali lebih jauh potensi kawasannya lewat Area Insider.

Ketentuan itu juga berlaku bagi apartemen, kondominium, dan sejenisnya, dengan harga jual atau pengalihannya lebih dari Rp30 miliar dengan luas bangunan lebih dari 150 meter persegi. Adapun ketentuan sebelumnya mengatur tarif sebesar 5% terhadap rumah beserta tanahnya dengan harga jual atau harga pengalihannya lebih dari Rp10 miliar dan luas bangunan lebih dari 500 meter persegi.

Pun apartemen, kondominium, dan sejenisnya dengan harga jual atau pengalihannya lebih dari Rp10 miliar dan/atau luas bangunan lebih dari 400 meter persegi. Hal ini tentunya akan membuat pengembang bersemangat untuk melanjutkan pembangunan properti.

Pemanis Tambahan Pendorong Pulihnya Minat Beli Investor

Pemanis Tambahan Pendorong Pulihnya Minat Beli Investor

peningkatan tersebut sejalan dengan proses penyelesaian sejumlah proyek mixed-use & high rise di Jakarta dan Surabaya

Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk. (DILD) Theresia Rustandi mengharapkan minat beli konsumen dan investor cepat kembali pulih. DILD sejauh ini mencatatkan, pendapatan usaha dominan berasal dari peningkatan pengakuan pendapatan dari segmen pengembangan mixed-use & high rise.

Intiland mencatatkan, peningkatan tersebut sejalan dengan proses penyelesaian sejumlah proyek mixed-use & high rise di Jakarta dan Surabaya, seperti Fifty Seven Promenade, Graha Golf, dan The Rosebay.  

Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengungkapkan topangan dari pemerintah harus dilanjutkan dengan kunci lainnya yakni pertumbuhan ekonomi.

Kunjungi Review Properti yang hanya ada di Rumah.com. Disajikan secara obyektif dan transparan agar Anda dapat menilai spesifikasi material hunian, rencana pembangunan infrastruktur di sekitar lokasi, hingga perbandingan harga dengan hunian lain di sekitar perumahan atau apartemen incaran Anda.

Seputar Pajak Penghasilan (PPh) 22

Seputar Pajak Penghasilan (PPh) 22

PPh Pasal 22 atau Pajak Penghasilan Pasal 22 dikenakan kepada badan-badan usaha tertentu

Berdasarkan aplikasi pajak yang disahkan oleh pemerintah, ketahui juga soal PPh22 lebih jauh:

Kriteria PPh22

Adapun PPh Pasal 22 atau Pajak Penghasilan Pasal 22 dikenakan kepada badan-badan usaha tertentu, baik milik pemerintah maupun swasta yang melakukan kegiatan perdagangan ekspor, impor dan re-impor.

PPh Pasal 22 dikenakan terhadap perdagangan barang yang dianggap ‘menguntungkan’, karena itu PPh Pasal 22 dapat dikenakan baik saat penjualan maupun pembelian. 

Pembayaran PPh22

PPh Pasal 22 adalah cicilan PPh pada tahun berjalan. Pada akhir tahun, cicilan ini akan diperhitungkan menjadi kredit pajak PPh badan atau PPh orang pribadi.

PPh Pasal 22 yang berbentuk SSE, artinya PPh Pasal 22 tersebut dibayar langsung ke bank persepsi oleh wajib pajak yang bersangkutan pada saat transaksi. Transaksi yang wajib dibayar langsung adalah transaksi yang berkaitan dengan impor dan bendahara.

Kewajiban Membuat Bukti Pungut

Pemungut PPh Pasal 22 selain wajib membuat bukti pungut juga wajib menyetor PPh yang dipungut dengan kode pajak 411122-900 ke bank persepsi, kemudian melaporkannya dalam SPT Masa PPh Pasal 22.

Sedangkan pihak yang dipungut mendapat bukti pungut dan dapat dikreditkan pada akhir tahun di SPT Tahunan. 

Penjualan bahan bakar minyak dan gas ke agen atau penyalur dikenakan atas PPh bersifat final. Artinya, wajib pajak yang hanya memiliki usaha tersebut, maka hanya wajib lapor SPT Tahunan yang dilampiri bukti potong. 

e-Filing PPh Pasal 22

PPh Pasal 22 dilaporkan paling lambat tanggal 20 setiap bulannya. Melalui e-Filing di OnlinePajak, caranya mudah dan cepat, serta tak perlu antre lagi.

Itulah kebijakan pemangkasan Pajak Penghasilan (PPh) 22 yang diharapkan bisa jadi pemanis tambahan dari relaksasi PPnBM yang diharapkan bisa mendorong properti nasional segera pulih. Dan untuk mengetahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli, kunjungi Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Menakar Untung Investasi Apartemen Mahasiswa

RumahCom – Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru dalam hal hunian mahasiswa. Rumah kos yang selama ini lekat dengan tempat tinggal mahasiswa, di beberapa kota besar kini sudah beralih

Lanjutkan membacaJuni 23, 2019

Trans Jawa Tersambung, Jawa Tengah Punya Potensi

RumahCom – Dampak positif dilintasi jalur proyek Trans Jawa, pasar hunian Jawa Tengah diproyeksikan mengalami tingkat permintaan properti yang cukup pesat, selain Jakarta dan Jawa Timur tentunya.Ya,

Lanjutkan membacaJuni 24, 2019

Pengembang Berstrategi di Hunian Mewah

RumahCom – Pengembang berstrategi di hunian mewah sebagai dampak terbitnya insentif baru berupa pelonggaran PPnBM atau Pajak Penjualan Atas Barang Mewah bagi hunian senilai Rp30 miliar. Meski dampak

Lanjutkan membacaJuni 24, 2019

Lido Bogor Dilirik Mega Proyek Properti Kelas Dunia

Lido sebuah kawasan yang masuk wilayah Bogor Jawa Barat tengah dilirik sebagai kawasan strategis untuk membangun properti kelas dunia. Lokasinya yang tidak jauh dari ibu kota dengan udara segar dan pe

Lanjutkan membacaJuni 26, 2019

Masukan