PPh Turun, Pasokan Hunian Mewah Siap Bangkit

Boy LeonardJuni 27, 2019

Pemerintah menaikkan batas kena PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) untuk properti mewah, dari Rp20 miliar menjadi Rp30 miliar. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pasar properti kelas high end yang selama ini sempat tertidur.

Rumah.com – Kota-kota besar di Indonesia diperkirakan merasakan dampak paling besar atas pergerakan kembali pembangunan apartemen mewah.

Selain pelonggaran PPnBM untuk batas atas harga jual naik menjadi Rp30 miliar, tarif PPh Pasal 22 juga turun dari 5% menjadi 1%.

Pasalnya segmen pasar ini memang tidak besar sehingga tidak semua wilayah berpotensi untuk dikembangkan sebagai hunian mewah di atas Rp5 miliar.

Direktur Independen PT Ciputra Development Tbk. Tulus Santoso mengatakan pasokan landbank perusahaan yang potensial untuk dikembangkan sebagai hunian mewah di antaranya Jakarta, Surabaya dan Makassar.

Tulus menyebutkan, perusahaan memang memiliki produk-produk besar yang tengah berjalan dan berpotensi untuk digenjot penjualannya. Namun Ciputra belum akan memperkenalkan proyek baru di atas Rp5 miliar dalam waktu dekat kendati relaksasi berjalan. Ciputra masih masih mengkaji besarnya potensi penyerapan.

“Saat ini kami memiliki landbank untuk proyek hunian kelas atas tetapi utilisasinya masih 40%. Ke-depannya kalau kami melihat ternyata  demand-nya ada, kami bisa utilisasi lahan yang dikembangkan untuk hunian mewah sampai 100%,” jelasnya.

Ada beberapa pajak yang akan dikenakan baik kepada penjual atau pembeli properti, seperti BPHTB, PPn, PPh, PPB, hingga PPnBM. Pahami dan ketahui cara menghitungnya masing-masing di panduan pajak properti Rumah.com.

Senada, emiten properti, PT Pakuwon Jati Tbk. juga memiliki rencana menyasar pasar properti mewah  sejalan dengan adanya relaksasi kebijakan untuk properti kelas atas.

Direktur Pengembangan  Pakuwon, Ivy Wong mengungkapkan, rencana itu kemungkinan besar dengan menyasar produk yang memiliki harga di atas Rp5 miliar untuk di Jakarta dan Surabaya. Dia masih akan mengkaji lokasi yang tepat untuk rencana pembangunan hunian mewah tersebut.

“Untuk hunian di Jakarta dengan harga Rp5 miliar, lebih besar peluangnya dalam bentuk apartemen. Karena akan jauh lebih sulit membangun hunian rumah tapak mewah di Jakarta. Sementara untuk membangun rumah mewah masih bisa di Surabaya ataupun pinggir Jakarta,” jelasnya.

Menurut Direktur Riset Salvills Indonesia Anton Sitorus, efektivitas kebijakan tersebut, diperkirakan baru bisa dirasakan dampaknnya selama beberapa bulan ke depan. Pengaruh pelonggaran beleid pajak properti tersebut juga belum bisa dihitung secara persentase.

“Kita lihat beberapa bulan ke depan, memang (pembebasan pajak) kelas yang atas itu akan membantu banget.Mungkin ke depannya, ada developer yang akan memunculkan proyek baru, pengembang meluncurkan proyek baru dengan harga yang baru, tapi di bawah Rp30 miliar,” katanya. 

Namun dia juga menggarisbawahi bahwa pemangkasan PPnBM untuk rumah mewah, apartemen dan kondominium seharga Rp30 miliar ke atas dari lima persen menjadi satu persen, dinilai tidak begitu berdampak. Sebab, jumlah hunian dengan level harga tersebut tidak mencapai 10 persen. 

Menurutnya, aturan ini supaya bisa dimanfaatkan untuk menggenjot pasar menjadi normal.

“Perubahan ambang batas kena pajak itu menjadi faktor pemicu yang positif, itu saja udah cukup. Properti kan engga bisa lepas dari pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, itu juga harus diperhitungkan, nggak bisa cuma dari beleid saja untuk menentukan ke depan seperti apa,” imbuhnya.

Hasil riset Savills menunjukkan penjualan kondominium primer di Jakarta pada kuartal I/2019 mencapai 430 unit. Secara bersamaan suplai kondominium baru mencapai 1.100 unit.

Total suplai kondominium di ibu kota negara diperkirakan bahkan mencapai 61 ribu unit hingga 4 tahun mendatang. Harga rata-rata per meter persegi  apartemen di Jakrta pun diperkirakan turun 0,3% pada tahun ini.

Di sisi lain untuk kawasan Bodetabek, pembangunan apartemen selama triwulan pertama mencapai 3.800 unit dengan penyerapan sebesar 2.100 unit. Harga rata-rata per meter persegi di kawasan ini diproyeksikan berada di level  Rp15,8 juta.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Menakar Untung Investasi Apartemen Mahasiswa

RumahCom – Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru dalam hal hunian mahasiswa. Rumah kos yang selama ini lekat dengan tempat tinggal mahasiswa, di beberapa kota besar kini sudah beralih

Lanjutkan membacaJuni 23, 2019

Dapat Dana Investor, Lippo Group Optimistis Selesaikan Meikarta

Rumah.com - Lippo Group berhasil menggalang dana investor untuk meneruskan proyek kawasan hunian mandiri Meikarta di Cikarang, Jawa Barat. Kabar ini menjadi angin segar bagi konsumennya.Dari koridor C

Lanjutkan membacaJuni 22, 2019

Pengembang Berstrategi di Hunian Mewah

RumahCom – Pengembang berstrategi di hunian mewah sebagai dampak terbitnya insentif baru berupa pelonggaran PPnBM atau Pajak Penjualan Atas Barang Mewah bagi hunian senilai Rp30 miliar. Meski dampak

Lanjutkan membacaJuni 24, 2019

Pemanis Tambahan Dorong Properti Nasional Segera Pulih

Guna mengimbangi relaksasi PPnBM yang telah dilakukan. Pemerintah melanjutkan dorongannya dengan memberi pemanis tambahan, meringankan beban Pajak Penghasilan (PPh) 22.Pemerintah secara resmi menerbit

Lanjutkan membacaJuni 26, 2019

Masukan