Pengembang Berstrategi di Hunian Mewah

Rumah.com – Ada banyak cara bagi pengembang untuk memperoleh pendanaan termasuk dari masyarakat sebagai investor.

Bagi perusahaan terbuka, emiten bisa menggalang dana di pasar modal. Namun, pasar modal Indonesia memang belum semaju negara tetangga seperti Singapura. Ragam produk investasi dan penggalangan dana belum familiar.

Lippo Group dan Ciputra Group merupakan pengembang besar yang berniat untuk menerbitkan kontrak investasi kolektif dana investasi real estate atau real estate investment trusts (KIK-DIRE/REITs).

Baca juga: Pilih Bangun Rumah Sendiri atau Beli Lewat Pengembang

Apa itu DIRE?

DIRE merupakan konsep investasi dengan manajer DIRE mengumpulkan dana dari investor untuk mengakuisisi aset properti komersial yang menjadi portofolio dari DIRE tersebut. Investor lantas memiliki unit penyertaan berdasarkan besaran investasinya yang mewakili kepemilikannya atas properti tersebut. Dengan kepemilikan unit penyertaan, investor berhak untuk menikmati keuntungan dari hasil operasi atau penyewaan unit properti tersebut yang diberikan dalam bentuk dividen yield tetap per tahun yang akan dibayarkan per tiga bulan.

 Secara langsung kumpulan uang pemodal diinvestasikan ke dalam aset properti dengan membeli gedung/apartemen dimana sewa dan hasil penjualan dari aset properti tersebut sehingga sewa dan hasil penjualan dari aset properti tersebut dikembalikan ke pemodal sebagai dividen.

Tertarik untuk berpartisipasi dalam DIRE, Bagaimana rencana pengembang?

Direktur Independen Ciputra Group Tulus Santoso, mengatakan regulasi DIRE sudah ada tetapi  pembeli pembeli potensial belum terlihat. Padahal terdapat portofolio aset milik Ciputra yang menghasilkan recurring income senilai Rp25 triliun.

Ciputra berharap bisa menerbitkan DIRE senilai Rp6 triliun tetapi masih bergantung pada kondisi pasar dengan suku bunga yang lebih murah.

Bagi Anda yang tertarik berinvestasi dengan cara yang lebih ‘konvensional’, simak tips investasi properti Rumah.com.

 Bagaimana Penawarannya?

DIRE yang sudah ditawarkan kebanyakan masih berasal dari rencana grup Lippo. Lippo sendiri pada akhirnya membatalkan rencana penerbitan DIRE. Alasannya tingkat yield yang ditawarkan sangat tinggi, tetapi rentan terhadap kondisi pasar seperti naiknya  suku bunga Bank Indonesia serta yield obligasi akan menyebabkan instrumen yang kurang popular seperti DIRE menjadi tersingkir.

Selain itu PT Ciptadana Asset Management masih menjadi satu-satunya perusahaan manajer investasi yang berhasil menerbitkan instrumen dana investasi real estate di dalam negeri.

Ada dua DIRE yang telah diterbitkan yakni DIRE Ciptadana Properti Perhotelan Padjajaran atau DIRE Padjajaran dan DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia.

Bagaimana Prospeknya?

Analis reliance sekuritas, Kornelis Wicaksono mengatakan instrument  DIRE sesungguhnya menarik karena membuat investor bisa fokus investasi pada satu aset aja, yaitu underlying DIRE tersebut. Membandingkan dengan membeli saham emiten yang tidak akan fokus satu aset sebab biasanya emiten properti memiliki lebih dari satu sumber pemasukan.

 Namun, sejauh ini, untuk DIRE di Indonesia underlying assetnya adalah properti yang mendapatkan recurring income. Sehingga justru di tengah potensi penurunan suku bunga, maka membeli saham emiten properti lebih menarik ketimbang membeli DIRE. Potensi penurunan suku bunga hanya berdampak positif kepada perusahaan properti yang menjual residensial rumah tapak dan apartemen.

Selain itu, risiko investasinya yaitu risiko likuiditas. Bila seorang investor ingin menarik kembali dana yang diinvestasikannya, Manajer Investasi harus menjual aset untuk mengembalikan dana tersebut, tetapi aset real estate tidak likuid.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

KIRIM KOMENTAR