Pengembang Indonesia Rasakan Dampak Pasar Properti Australia

Boy LeonardJuli 10, 2019

Suku bunga acuan bank Negeri Kangguru tersebut bertengger di level 1,25% dari sebelumnya 1,5%. Hal tersebut berbuah manis pada pengembang Indonesia yang ekspansi ke Australia.

Rumah.com – Rencana bank sentral untuk menurunkan tingkat suku bunga tak hanya terjadi untuk Bank Indonesia. Bank sentral Australia, Reserve Bank telah melangkah lebih dulu memangkas tingkat suku bunganya sebesar 25 basis poin.

Suku bunga acuan bank Negeri Kangguru tersebut bertengger di level 1,25% dari sebelumnya 1,5%. Tingkat suku bunga acuan RBA pernah mencapai tingkat tertingginya sebesar 7,25% sebelum krisis keuangan global menyerang sekitar 10 tahun lalu. Namun, setelah itu, RBA terus menurunkan tingkat bunga acuannya. 

Hal tersebut berbuah manis pada sektor properti, tak terkecuali pengembang Indonesia yang melakukan ekspansi ke Australia. CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, pasar properti Australia mulai menikmati kembalinya tingkat kepercayaan konsumen. Sama halnya dengan pasar Indonesia, selain tingkat suku bunga, meredanya kondisi politik di benua hijau juga turut berkontribusi dalam mendorong kepercayaan diri pasar.

Dia mengklaim adanya lonjakan kepercayaan dan peningkatan aktivitas pembeli hunian dalam dua minggu terakhir pascapemilu di Australia serta pasca-Australian Prudential Regulation Authority (APRA) mengumumkan pelonggaran pembatasan pinjaman untuk para pembeli hunian dengan penurunan suku bunga terbaru.

Pemotongan suku bunga, katanya, disambut baik oleh para pembeli hunian dan investor properti ditambah dengan hasil pemilihan Federal baru-baru ini, di mana Partai Liberal tetap berkuasa untuk periode selanjutnya, sehingga memberikan kepastian lebih di pasar hunian di Australia.

Dia menyebutkan Crown Group telah menikmati awal yang baik untuk tahun ini, dengan penjualan meningkat sejak Januari hingga 60% setiap bulannya.

“Dari Januari, penjualan meningkat dua kali lipat dalam sebulan, lalu naik tiga kali lipat dari Februari ke Maret, lalu naik 25% menjadi 11 penjualan di bulan April,” ujarnya  dari keterangan resminya Selasa (18/6).

Kondisi membaiknya penjualan,juga merupakan kelanjutan dari tren yang dimulai sejak pergantian tahun ketika investor dalam negeri Australia dan luar negeri mulai kembali ke pasar dan mencari peluang baru untuk membeli.

Ketahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli lewat Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!

Dia mengharapkan untuk mendapatkan tambahan penjualan senilai Rp200 miliar lagi dalam penjualan minggu ini dan untuk paruh kedua tahun ini melalui Mastery by Crown Group dan Eastlakes Live by Crown Group. Tak hanya itu, Iwan juga mengatakan tim penjualannya masih melihat permintaan yang besar dari pembeli kami untuk enam proyek pengembangan yang sedang dibangun Crown Group di Sydney, Melbourne, dan Brisbane.

Dia pun memproyeksikan bisa melihat lonjakan pembeli pada Juni, Juli dan Agustus, dan jumlah peminat yang besar pada peluncuran di West End Brisbane akhir tahun ini. Dia pun mengklaim kepercayaan pasar telah kembali.

Menurutnya, pemburu properti ada di luar sana dan mereka siap untuk menggelontorkan dananya dan mereka hanya memilih waktu yang tepat dan sekarang waktunya lebih baik dari sebelumnya.

Secara fundamental ekonomi Australia masih sehat didukung solidnya pertumbuhan ekonomi, serta rendahnya suku bunga dan inflasi.

Direktur Manajemen Properti Crown Group, Anthony Caudullo, mengatakan saat ini tim leasing telah dibanjiri dengan pertanyaan dari 20.000 database penyewa yang kuat sejak merilis daftar pertama dari 100 unit apartemen baru di Green Square awal bulan lalu.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Properti Timur Jakarta Kembali Bergairah

RumahCom – Memasuki semester II/2019, pasar properti mulai menunjukkan kurva pergerakan. Kondisi ini pun membuat pengembang kembali percaya diri.Kepercayaan diri tersebut diperkuat lantaran sejumlah

Lanjutkan membacaJuli 3, 2019

Biar Tidak Kena Tipu, Begini Cara Mengenali Pengembang

RumahCom – Keberadaan pengembang nakal tidak bisa dihindari, setiap tahunnya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat pengaduan dari sektor perumahan yang cukup mendominasi.Tahun lalu, YL

Lanjutkan membacaJuli 4, 2019

Investasi Properti Indonesia Semakin Ramah

RumahCom – Perkembangan properti kawasan Asia Pasifik dinilai masih menguntungkan dan mengundang daya tarik invetasi secara global.Lantaran kawasan ini masih memiliki situasi ekonomi yang tumbuh d

Lanjutkan membacaJuli 9, 2019

Masukan