Potensi Besar dari Aturan Baru Kepemilikan Properti Bagi WNA

Wahyu ArdiyantoJuli 15, 2019

Potensi Besar dari Aturan Baru Kepemilikan Properti Bagi WNA

RumahCom – Kemudahan regulasi dari Pemerintah yang sudah berjalan saat ini dalam hal pembelian properti bagi orang asing di Indonesia jadi sorotan dalam acara PropertyGuru CEO Leaders Forum 2019 yang di gelar pada Rabu (10/7) di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Aturan pemerintah mengenai kepemilikan properti bagi Warga Negara Asing (WNA) memang tengah direvisi. Peraturan sebelumnya, yang dimuat dalam Undang-undang No. 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria (UUPA) tersebut memang dinilai menghambat arus investasi asing ke Indonesia.

Lemahnya aturan itu terkait soal definisi WNA yang multitafsir, definisi izin tinggal yang abu-abu, masalah kepemilikan, dan lainnya. Banyak WNA disinyalir tak tahu, bahkan jika mereka ternyata bisa mengajukan kepemilikan properti tanpa KITAS, cukup dengan visa turis saja. Padahal ini berdampak besar bagi investasi properti di Indonesia.

WNA Dapat dengan Mudah Memiliki Properti

Pada acara tersebut, Kepala Bagian Biro Hukum dan Humas Kementerian ATR/BPN Yagus Suyadi menyatakan revisi UUPA memang sedang diproses di DPR. “Sedang disempurnakan di DPR, kami harapkan bisa rampung segera. Ada beberapa poin yang mendapat kelonggaran supaya WNA dapat dengan mudah memiliki properti,” ungkap Yagus.

Peraturan pemerintah bagi WNA untuk memiliki properti di Indonesia sebenarnya sudah dibentuk sejak lama. Namun, regulasi yang diatur Undang-Undang No. 5 tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria (UUPA) tersebut dinilai masih terlalu rumit. UUPA juga tak ramah investasi.

Kunjungi event DealJuara, Pameran Properti Online Terbesar di Indonesia yang digelar Rumah.com mulai 7 Juli sampai 30 September 2019, dengan beragam penawaran menarik mulai dari diskon rumah sampai Rp480 juta, hingga tukar rumah lama dengan rumah baru!

PropertyGuru Leaders Forum 2019 Majukan Industri Properti Indonesia

Oleh karenanya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) mengambil langkah untuk menyempurnakan UUPA agar dapat menggairahkan sektor properti Indonesia. Dan PropertyGuru sebagai penyelenggara acara memang mengemban misi untuk mengentaskan isu terkait regulasi kepemilikan properti bagi WNA.

Pelenggaraan PropertyGuru Leaders Forum 2019 ini juga diharapkan mampu memajukan industri properti Indonesia ke jenjang yang lebih baik.Dan misi lainnya adalah:

  • Menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri kuat kepada para pengembang, bahwa produk properti premium tetap punya pangsa pasar yang menjanjikan.
  • Para pengembang lebih meyakini dan memahami seluk beluk terkait aturan kepemilikan properti yang tepat bagi WNA, sebagai pedoman mereka dalam memasarkan produk huniannya.
  • Terciptanya tujuan bersama akan peran kepemilikan properti bagi WNA yang mampu mendorong peningkatan ekonomi negara termasuk pajak, terbukanya lapangan kerja, meningkatnya sektor perdagangan dan pariwisata, serta mendorong lebih besarnya investasi di Indonesia.

Sementara itu, Executive Director and Chief Executive Officer (CEO) PT Pollux Properties Nico Po mengatakan, saat ini ada empat lokasi yang menjadi peluang investasi properti asing di Indonesia. Tapi jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com.

“Keempat lokasi itu Batam, CBD Kuningan, Cikarang, dan kawasan wisata Lombok. Lokasi tersebut sangat potensial untuk investasi asing untuk membeli properti di Indonesia, terbukti dengan proyek yang dikembangkan Pollux banyak asing yang membeli properti,” kata Nico.

Nico menambahkan, meski aturan kepemilikan asing masih belum ada kepastian jelas, namun tren asing yang ingin memiliki properti di Indonesia terus meningkat. Namun tak semua wilayah memiliki potensi dan itu dilihat dari lokasinya.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com.

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Rumah DP Rp0, Anies Bakal Gandeng Pihak Swasta

RumahCom – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke depannya tak lagi menyediakan rumah secara fisik seperti yang dilakukan dalam pembangunan hunian di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.Pasalnya

Lanjutkan membacaJuli 9, 2019

Fintech: Solusi Beli Rumah Bagi yang Tidak Bankable

RumahCom – Penyelenggara industri keuangan berbasis teknologi (fintech) mengandalkan kecepatan analisis karena dilakukan secara digital.Kelengkapan data nasabah yang menjadi persyaratan, akan lebih

Lanjutkan membacaJuli 10, 2019

Pengembang Indonesia Rasakan Dampak Pasar Properti Australia

Rumah.com - Rencana bank sentral untuk menurunkan tingkat suku bunga tak hanya terjadi untuk Bank Indonesia. Bank sentral Australia, Reserve Bank telah melangkah lebih dulu memangkas tingkat suku bung

Lanjutkan membacaJuli 10, 2019

Masukan