kenaikan NJOP Jakarta

RumahCom – Pada triwulan I-2019, pengembang masih mengandalkan modal dari dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan proyek perumahan.

Hal tersebut dicatat Bank Indonesia (BI) dalam Survei Harga Properti Residensial di Pasar Primer, yang menyebut bahwa dana internal jadi andalan pengembang dengan persentase sebesar 60,30%. Sumber pembiayaan selanjutanya berasal dari pinjaman perbankan sebesar 29,56% dan pembayaran dari konsumen sebesar 7,72%.

Sejalan dengan perkembangan properti komersial pada triwulan I-2019 yang terbatas, penyaluran kredit konstruksi pada periode laporan (posisi Maret 2019) juga terindikasi tumbuh melambat.

Ketahui dinamika pasar properti di Indonesia, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli lewat Rumah.com Property Affordability Sentiment Index!

Pada triwulan I-2019, kredit konstruksi yang disalurkan tumbuh 10,59% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan 11,00% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Di sisi lain, suku bunga kredit konstruksi triwulan I-2019 tercatat lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Rata-rata tingkat suku bunga kredit konstruksi pada triwulan I-2019 sebesar 10,27% per tahun, lebih tinggi dibanginkan 10,68% per tahun pada triwulan IV-2018.

modal pembiayaan pengembang

Sumber data Bank Indonesia

Kunjungi event DealJuara, Pameran Properti Online Terbesar di Indonesia yang digelar Rumah.com mulai 7 Juli sampai 30 September 2019, dengan beragam penawaran menarik mulai dari diskon rumah sampai Rp480 juta, hingga tukar rumah lama dengan rumah baru!

Penggunaan dana internal sebagai modal awal pembangunan proyek pun diakui Emerald Land Development untuk mendirikan Emerald Neopolis seluas 50 hektare di Teluk Jambe, Karawang.

Menjalin kerjasama operasi (KSO) dengan PT Samudera Teknindo Hydraumatic, proyek properti tersebut bakal terdiri dari landed house (rumah tapak) dan apartemen, hotel, pusat bisnis, pendidikan, serta perkantoran.

Kepada Rumah.com, Direktur Utama Emerald Land Development, Dodi Pramono mengatakan, pembangunan fase pertama Emerald Neopolis diperkirakan akan menelan dana investasi sebesar Rp100 miliar.

“Dana sebesar itu kami penuhi dari internal perusahaan. Untuk investasi selanjutnya akan dikombinasi dengan pembiayaan perbankan. Saat ini kami tengah menjajaki kerjasama kredit konstruksi dengan beberapa bank,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini sudah ada dua bank besar yang telah resmi mendukung pengembangan proyek yakni Bank BTN dan OCBC NISP.

“Ke depan perseroan akan menjalin kerjasama dengan bank lebih banyak lagi, baik untuk pembiayaan konstruksi maupun KPR bagi konsumen. Saat ini, kami tengah melakukan penjajakan kerjasama dengan Permata Bank,” pungkasnya.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

KIRIM KOMENTAR