RumahCom – Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera melakukan revitalisasi atau perbaikan rumah susun sewa (Rusunawa) yang berada di Kelurahan Margaluyu, Kota Serang, Banten.

Selanjutnya pemerintah kota Banten bisa segera mengkoordinir masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk segera menghuni rusunawa tersebut setelah proses revitalisasi selesai. Baca syarat mengajukan KPR subsidi di sini!

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi Banten, Tatang Supiatna menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatanya di lapangan kondisi Rusunawa Margaluyu saat ini mengalami kerusakan di beberapa bagian seperti meubeler, plafon dan beberapa pintu kamar.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan pengecekan di setiap unit rusunawa dan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota.

Saat ini proses revitalisasi sedang memasuki masa tender. Rencananya proses revitalisasi fisik Rusunawa Margaluyu akan dimulai pada tanggal 6 Agustus 2019.

“Dengan demikian, rusunawa tersebut nantinya bisa segera dihuni oleh masyarakat Kota Serang yang memang benar-benar membutuhkan hunian yang layak,” katanya.

Berdasarkan data yang ada, Rusunawa Margaluyu dibangun oleh Satuan kerja Pengembangan Perumahan Kementerian PUPR pada 2016 lalu. Bangunan vertikal tersebut dibangun setinggi lima lantai dengan tipe 24 sebanyak 114 unit.

Pihak Satuan Pengembangan Perumahan juga telah melakukan serah terima kunci kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Serang pada Agustus 2017 lalu.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Serang Nofriady Eka Putra menyatakan, akan melakukan proses penetapan calon penghuni rumah susun dan melakukan penghunian setelah pekerjaan revitalisasi selesai dilaksanakan Kementerian PUPR.

“Kami juga siap melengkapi persyaratan administrasi serah terima aset rusunawa ini,” kata Tatang.

Kunjungi event DealJuara, Pameran Properti Online Terbesar di Indonesia yang digelar Rumah.com mulai 7 Juli sampai 30 September 2019, dengan beragam penawaran menarik mulai dari diskon rumah sampai Rp480 juta, hingga tukar rumah lama dengan rumah baru!

Progres Capai 98,8%

Secara terpisah, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan bangunan inti dan fasilitas pendukung seperti kios untuk para pedagang Pasar Rumput di Jakarta. Dengan demikian, para pedagang bisa segera menempati hunian vertikal tersebut dan bisa berdagang di kios yang telah disediakan

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses finishing bangunan seperti penataan di bagian halaman sehingga ke depan eusunawa tersebut tampak lebih asri dan nyaman untuk ditempati.

Rusunawa Pasar Rumput dibangun Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR sejak tahun 2016 lalu. Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga tower setinggi 25 lantai.

Simak juga: Panduan menyiapkan keuangan untuk membeli rumah pertama

Rusunawa ini akan memiliki jumlah unit hunian sebanyak 1.984 unit dan 1.314 kios. Rusunawa Pasar Rumput ini nantinya akan digunakan sebagai tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan Ibukota Jakarta.

Pembangunan hunian vertikal tersebut memiliki konsep mixed use dimana di bagian bawah akan digunakan sebagai tempat berdagang, sementara bagian atas akan digunakan sebagai tempat hunian masyarakat beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak.

Khalawi pun telah meminta pemerintah daerah (Pemda) DKI Jakarta untuk membongkar tempat penampungan sementara yang digunakan para pedagang di Pasar Rumput.

Rencananya lokasi tempat penampungan pedagang tersebut akan dijadikan halaman dari rumah susun sewa (rusunawa) Pasar Rumput yang sudah selesai dibangun.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

KIRIM KOMENTAR