Tertekan, Penjualan Pengembang Besar di H1-2019 Tak Capai Target

Wahyu ArdiyantoJuli 31, 2019

Properti Citra Maja saat kunjungan rumah contoh

RumahCom – Menapaki paruh kedua tahun ini, pengembang berupaya mengejar penjualan agar bisa menggenapi target yang telah ditetapkan pada awal tahun.

Pasalnya, berdasarkan data penjualan pengembang berkapitalisasi besar, rata-rata masih mengalami kesulitan mencapai target pada semester I/2019.

Sekelas PT Ciputra Development Tbk. saja bahkan masih harus meraup setidaknya hampir Rp4 triliun untuk memenuhi target penjualan tahun ini senilai total Rp6 triliun. Pada semester I/2019 CTRA hanya mampu mencatatkan marketing sales senilai Rp2,4 triliun.

Managing Director Ciputra Group, Harun Hajadi mengatakan, perseroan baru meraup 40% dari total target akhir tahun.

Kunjungi event DealJuara, Pameran Properti Online Terbesar di Indonesia yang digelar Rumah.com mulai 7 Juli sampai 30 September 2019, dengan beragam penawaran menarik mulai dari diskon rumah sampai Rp480 juta, hingga tukar rumah lama dengan rumah baru!

Ia menjelaskan, kendati tak terlalu mempersoalkan tahun pemilu, tetapi secaraa riil kinerja penjualan memang tertekan oleh pemilihan umum dan pilkada selain tentunya karena siklus properti yang memang tengah melemah.

Untuk mencapai target tahun ini, ia mengatakan akan meluncurkan produk-produk baru pada semester II/2019 di Makassar, Surabaya, dan di Jabodetabek. Selain itu, lanjutnya, penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 5,75% bisa menjadi stimulus kepada masyarakat terhadap produk-produk properti.

Di luar peluncuran proyek baru dan penurunan suku bunga, faktor yang akan signifikan mempengaruhi daya beli masyarakat adalah tumbuhnya ekonomi dalam negeri. Harun meyakini pertumbuhan industri properti akan baik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

“Jika pertumbuhan ekonomi bisa lebih dipacu lagi mencapai 7%, properti bisa mulai booming. Kami proyeksikan booming properti akan dimulai tahun depan, setelah mencari bentuknya pada semester II/2019,” imbuhnya.

Senada dengan Ciputra, nilai penjualan PT PP Properti Tbk. juga turun drastis selama semester I/2019 karena hanya mampu mencatatkan Rp1 triliun.

Direktur Keuangan PP Properti, Indaryanto mengatakan, bahwa secara garis besar realisasi target tersebut masih dikontribusikan oleh segmen apartemen perseroan.

(Eits, jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com!)

Indaryanto juga mengakui bahwa gelaran Pemilihan Presiden dan Pemilihan kepala daerah menjai penyebab utama melemahnya minat beli masyarakat terhadap properti. Selain itu, pada semester I/2019, terdapat banyak hari raya dan libur nasional yang membuat kinerja penjualan tidak optimal.

“Nampaknya, dampak dari semester I/2019 cukup berat untuk dikejar, tetapi kami akan tetap berjuang untuk mencapai target tahun ini,” ungkapnya. Adapun dalam target tahun ini, perseroan memasang marketing sales senilai Rp4,3 triliun.

Di sisi lain, hasil Riset Maybank Kim Eng Sekuritas masih memprediksi hal positif bagi para pengembang di semester II/2019 dengan perumahan di level menengah ke bawah.

“Beberapa proyek dari pengembang akan dipasarkan mulai semester II/2019. Kami mempertahankan perkiraan kami, bahwa sektor properti nasional masih akan tumbuh sebesar 11% secara tahunan yang masih akan didorong oleh pasar menengah bawah dan segmen perumahan tapak,” ungkap riset itu.

Pengembang dengan jumlah landbank yang tidak terpusat pada satu lokasi saja akan lebih diuntungkan. Namun, harga properti masih menjadi tantangan tersendiri bagi pengembang.

Lantaran dalam kondisi pasar yang masih lesu, harga jual yang mahal dengan ukuran kecil akan membuat investasi menjadi tidak menarik baik bagi para investor ataupun konsumen keluarga muda.

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Hore! Suku Bunga BI Turun Lagi, Saatnya Nyicil Rumah

RumahCom – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%.Hasil RDG juga memutuskan penur

Lanjutkan membacaJuli 19, 2019

Cijago Siap Beroperasi, Apa Pengaruhnya ke Properti Sekitar?

RumahCom – Pembangunan Jalan Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) Seksi 2 ruas Jalan Raya Bogor – Kukusan sepanjang 5,5 km telah rampung dan tengah dilakukan uji laik fungsi sebelum beroperasi.Tol Cij

Lanjutkan membacaJuli 23, 2019

60% Pengembang Pakai Dana Internal untuk Modal Proyek

RumahCom – Pada triwulan I-2019, pengembang masih mengandalkan modal dari dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan proyek perumahan.Hal tersebut dicatat Bank Indonesia (BI) dalam Sur

Lanjutkan membacaJuli 22, 2019

Tekanan Penjualan Apartemen Masih 'Menghantui'

RumahCom – Sektor properti, utamanya apartemen diproyeksikan masih mengalami tekanan dengan masih rendahnya tingkat penyerapan pasar selama semester I/2019.Pasar properti belum lepas dari perlamb

Lanjutkan membacaJuli 26, 2019

Sentimen Investor Properti Mulai Pulih

RumahCom – Kalangan investor properti kembali bergerak menangkap pasokan di sejumlah pasar di Asia setelah berlalunya peristiwa politik di India dan di Indonesia.Direktur Pasar Modal dan Layanan In

Lanjutkan membacaJuli 26, 2019

Masukan