Alasan Mengapa Jakarta Tak Layak Sebagai Ibu Kota

Wahyu ArdiyantoAgustus 27, 2019

pasar properti nasional

RumahCom – Wacana pemindahan ibu kota ke luar pulau sudah direncanakan dengan matang. Jakarta dianggap sudah tak layak sebagai ibu kota karena beberapa faktor hal yang sudah dari lama terjadi.

Ibu kota Jakarta dipandang tak lagi layak sebagai sebuah ibu kota. Kota ini terlalu banyak menampung penduduk pendatang dan pertumbuhan urbanisasi yang tinggi dengan konsentrasi penduduk terbesar di Jakarta dan Jabodetabek. Saat ini Jakarta memasuki peringkat ke-9 kota terpadat di dunia.

Rencana menjadi Jakarta Tenggara? Panduan lengkap seputar properti di Bekasi

Dari sisi potensi ancaman gempa, di Jakarta terancam oleh aktivitas Gunung Api seperti Gunung Krakatau dan Gunung Gede. Belum lagi potensi gempa Tsunami Megathrust di Selatan Jawa Barat dan Selat Sunda, gempa darat Sesar Baribis, Sesar Lembang, dan Sesar Cimandiri.

Mengapa Ibu kota Harus Pindah?

Sekitar 57% penduduk Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Pulau jawa memiliki jumlah penduduk tertinggi, 56,56% dari total jumlah penduduk Indonesia, sementara itu  daerah-daerah lain memiliki jumlah penduduk sangat rendah (<10%) kecuali Pulau Sumatera.

Kunjungi event DealJuara, Pameran Properti Online Terbesar di Indonesia yang digelar Rumah.com mulai 7 Juli sampai 30 September 2019, dengan beragam penawaran menarik mulai dari diskon rumah sampai Rp480 juta, hingga tukar rumah lama dengan rumah baru!

Kontribusi Ekonomi Pulau Jawa terhadap PDB Nasional 58,49%, Share PDRB Jabodetabek  terhadap PDB Nasional 20,85%.

Konversi Lahan Terbesar Juga Terjadi di Pulau Jawa

tol trans jawa

tol trans jawa

Warga ibu kota masih bergantung dengan penggalian sumur tanah untuk memperoleh air bersih. Tingginya tingkat ketergantungan ini menyebabkan penurunan permukaan tanah dan kemiringan kota monas sebesar 6 cm per tahunnya. Akibatnya, banjir rob yang identik dengan wilayah Semarang  dan Tegal, kini juga telah melanda Jakarta Utara.

Di sisi lain kualitas air sungai di Jakarta sebesar 96% masuk dalam kategori tercemar berat. Jakarta juga menyandang predikat kota dengan kualitas udara terburuk berdasarkan data air visual 2019.

Selain itu, untuk menjadi standar kota yang benar, penggunaan tabung gas LPG unuk kepentingan dapur harus digantikan dengan jaringan gas dan listrik. Namun jaringan kabel listrik Indonesia masih semrawut harus bisa diselesaikan dengan tekonlogi penyaluran listrik via bawah tanah.

Baca selengkapnya: Kondisi harga properti terkini di Property Index

Persoalan lainnya, transportasi umum dan kemacetan. Warga Jakarta tercatat memiliki waktu commuting time sebesar 2 jam—3 jam/ sekali jalan atau 4-5 jam/ pulang pergi. Kondisi ini menempatkan Jakarta di peringkat ketujuh dari 403 kota yang disurvei di 56 negara. Kerugian ekonomi akibat kemacetan meningkat dari Rp56 Triliun per 2013 menjadi Rp65 Triliun per tahun (Data dari World Bank 2017).

Kemacetan ini dikarenakan kurang nyamannya transportasi publik sehingga masyarakat memilih menggunakan kendaran pribadi. Bambang mengharapkan kota baru nantinya bisa berfokus pada penyediaan angkutan umum.

Penentuan Ibu Kota, Apa Kriterianya?

High angle view over central Jakarta showing the skyline and inner city residential buildings in the foreground.

High angle view over central Jakarta showing the skyline and inner city residential buildings in the foreground.


Lokasi Strategis

  • Tersedia Lahan Luas
  • Lahan Bebas Dari Bencana
  • Tersedia Sumber Daya Air
  • Dekat Dengan Kota Eksisting Yang Sudah

Perkembangan Daerah

  • Potensi Konflik Yang Rendah
  • Memenuhi Perimeter Pertahanan Dan Keamanan

Pertimbangan Politik

  • Meningkatkan persatuan nasional (national cohesion)
  • Simbol negara
  • Representasi keragaman suku bangsa
  • Menegaskan arah politik negara

Pertimbangan sosial ekonomi

  • Mengurangi ketimpangan wilayah
  • Mengurangi pemusatan kegiatan di Ibukota

Pertimbangan Fisik

  • Kepadatan penduduk
  • Kebutuhan ruang bagi

Pengembangan Perkotaan

  • Infrastruktur dan Fasilitas Umum yang tidak memadai
    Tingginya harga lahan

Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti di Panduan Rumah.com

Hanya rumah.com yang Percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Simak Promo Beli Rumah Spesial 17-an

RumahCom – Selain akhir tahun, awal tahun baru maupun lebaran, momen Hari Kemerdekaan yang jatuh setiap 17 Agustus turut dimanfaatkan pengembang untuk mengerek nilai penjualan.Berikut ini daftar sej

Lanjutkan membacaAgustus 15, 2019

Mengamati Tren Hunian Sewa di Tiga Kota Besar

RumahCom – Setiap aset yang dimiliki tentunya bisa digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Berbicara mengenai aset rumah yang tidak digunakan, justru makin menambah beban pemiliknya lantaran terus

Lanjutkan membacaAgustus 20, 2019

Maju Mundur Ibu Kota, Seperti Apa Perencanaannya?

RumahCom - Tarik ulur rencana pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan masih menjadi polemik sampai saat ini. Sampai saat ini nama Kalimantan Timur telah disebut menjadi ibu kota baru Indonesia.Nama

Lanjutkan membacaAgustus 26, 2019

Masukan