Dukungan Hingga Kritik 16 Asosiasi Pengembang Kepada PPDPP

Juni 2, 2020

RumahCom – 16 asosiasi perusahaan pengembang menyampaikan apresiasi, dukungan, hingga masukannya untuk kinerja PPDPP sebagai lembaga yang menyalurkan KPR bersubsidi FLPP. PPDPP akan terus mengembangkan aplikasi teknologi untuk mempermudah program perumahan.

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar forum silaturahmi dengan 16 asosasi perusahaan pengembang melalui aplikasi Zoom. PPDPP merupakan lembaga yang menyalurkan dana KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Beberapa asosiasi pengembang yang hadir dalam forum ini antara lain Real Estat Indonesia (REI), Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA), Developer Properti Indonesia (DEPRINDO), Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (APPERNAS), Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS), Perkumpulan Wirausahawan Rumah Rakyat Nusantara (PERWIRANUSA), Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Indonesia (ASPEI).

Kemudian Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia (ASPERIN), Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Bersatu, Perusahaan Umum Perumahan Nasional (PERUM Perumnas), Perkumpulan Pengembang Realestat Indonesia (PARSINDO), Perkumpulan Pengembang Sukses Bersama (PERPESMA), Pengembang Indonesia (PI), Asosiasi Penyiapan dan Penyediaan Papan Indonesia (APEPPI), dan Asosiasi Properti Indonesia (PIN).

Kalangan asosiasi banyak memberikan masukan maupun menyampaikan apresiasiasinya kepada PPDPP. Penerapan berbagai inovasi teknologi yang diterapkan seperti sistem informasi KPR subsidi FLPP (SiKasep) dan SiKasep untuk pengembang (SiKumbang) terbukti telah memberikan kemudahan dan percepatan program perumahan.

Menurut Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, penerapan berbagai aplikasi teknologi ini akan terus dikembangkan termasuk penerapan teknologi artificial intelligent (AI) untuk semakin mempermudah penyebaran informasi hingga aplikasi penyaluran KPR Bersubsidi.

“Ritme kerja PPDPP saat ini sedang berlari dengan komposisi pekerja sebagian besarnya dari kalangan milenial. Kami akan terus mengedepankan pengembangan teknologi informasi dalam pelayanan termasuk penerapan AI, jadi semuanya bisa lebih efisien,” katanya.

Barkah Hidayat, Ketua Umum PI mengatakan, awalnya penerapan berbagai aplikasi seperti SiKasep maupun SiKumbang justru menjadi kendala. “Tapi sekarang efeknya sudah mulai kita rasakan, anggota kami menyatakan merasakan kemudahan dari berbagai aplikasi ini,” ujarnya.

Beli rumah dengan cicilan KPR Ringan, bisa dan mudah kok. Simak video berikut ini untuk tau triknya!

Jance Frans, Ketua Umum ASPRIN menyebut, keberadaan aplikasi yang dikembangkan PPDPP telah mempermudah anggotanya untuk mengidentifikasi konsumen. “Makanya kami mendukung betul berbagai sistem yang diterapkan ini selama dampaknya baik untuk kami dan konsumen. Sekarang juga ada kemajuan, kalau dulu banyak yang daftar tapi belum tentu membeli, dengan sistem ini yang mendaftar pasti membeli,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Shinema Daeli, Ketua Umum PARSINDO. Menurutnya, SiKasep dan SiKumbang telah memberikan banyak perubahan yang positif karena bisa memberikan data akurat dan tepat. Hal ini selanjutnya akan bisa mendorong program sejuta rumah bisa berjalan lebih baik.

Dukungan lain diberikan oleh Risma Gandhi, Sekjen APPERNAS, yang menyebut spirit pengembangan aplikasi teknologi telah menular kepada kalangan pengembang. “PPDPP telah menciptakan sistem yang baik dan mempermudah komunikasi sehingga bila ada kendala di lapangan akses penyelesaiannya menjadi lebih mudah,” imbuhnya.

Berbagai harapan juga dikemukakan kalangan pengembang. Ketua Umum REI Totok Lusida berharap, skema subsidi seperti subsidi bantuan uang muka (SBUM), kredit konstruksi, dan lainnya bisa terus digerakan untuk menjadi stimulan pembiayaan perumahan.

Sementara Ketua Umum HIMPERRA Endang Kawdijaja menyatakan, perlu ada usulan bagaimana strategi untuk melewati pandemi Covid-19 khususnya bagi kalangan konsumen maupun pengembang agar semua pihak bisa tetap bersemangat menjalankan program perumahan.

Hingga saat ini, PPDPP telah menyalurkan FLPP mencapai Rp6,37 triliun untuk 63.077 unit rumah atau mencapai 61,54 persen dari anggaran tahun 2020 sebesar Rp11 triliun. Total penyaluran KPR subsidi yang telah disalurkan PPDPP sejak tahun 2010 hingga akhir Mei 2020 telah mencapai Rp50,74 triliun untuk sebanyak 718.679 unit rumah.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

KIRIM KOMENTAR

Anda juga mungkin menyukai beberapa artikel ini

Dukung Program Sejuta Rumah, PUPR Bangun 19 Balai Perumahan

RumahCom – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan akan membangun sebanyak 19 Balai Perumahan di sejumlah provinsi di Indonesia. Adapun dengan di

Lanjutkan membacaMei 28, 2020

PPDPP Petakan Relaksasi Untuk KPR Bersubsidi

RumahCom – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tengah menunggu perhitungan untuk relaksasi maupun restrukturisasi cicilan program KPR bersubsidi. Keputusannya tinggal menunggu dari K

Lanjutkan membacaMei 29, 2020

Physical Distancing Hingga Flexible Space Jadi New Normal Perkantoran

RumahCom – Pandemi Covid-19 telah membuat berbagai aktivitas berubah yang disebut  new normal. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan bisnis dan perkantoran yang berubah, seperti apa?Situasi normal ba

Lanjutkan membacaMei 29, 2020

PUPR Siapkan 19 Balai Perumahan Untuk Percepatan Program Perumahan

RumahCom – Kementerian PUPR akan membentuk Balai Perumahan yang disebar di berbagai daerah. Balai Perumahan ini akan memiliki fungsi strategis terkait pelaksanaan program perumahan sehingga bisa mem

Lanjutkan membacaMei 29, 2020

Berbagai Strategi Diterapkan Pengembang BUMN Khusus Perumahan Ini

RumahCom – Perumnas selaku pengembang BUMN menerapkan berbagai strategi untuk terus memperbanyak suplai perumahan khususnya saat pandemi Covid-19. Dengan dana talangan dari pemerintah sebesar Rp650

Lanjutkan membacaJuni 2, 2020

Masukan